Mohon tunggu...
Windi Agustinasari
Windi Agustinasari Mohon Tunggu... Pendidik Generasi Pembangun Peradaban Gemilang

Life Is Choice. Pilihlah sesuai dengan apa yg Allah sukai. Hidup adalah perjuangan. Berjuanglah untuk menegakkan kalimat Allah. Hidup hanya satu kali. Hiduplah untuk sang maha hidup. Sang maha kuasa. Sang maha segalanya.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Sistem Sekuler Memusuhi Khilafah

20 Agustus 2020   19:23 Diperbarui: 20 Agustus 2020   19:35 51 2 0 Mohon Tunggu...

Sebenarnya pembahasannya sudah terlalu lewat. Tapi karena jiwa ingin menulis ini tinggi, walaupun sudah terlambat tak apa lah. Semoga para pembaca Kompasiana masih bisa menikmati tulisan opini saya.

Dikutip dalam sebuah media berita online https://beritakaltim.co/sistim-negara-khilafah-ditolak-partai-berkuasa-turki/

Dalam tulisannya disebutkan,"Republik Turki adalah negara yang  demokratisan sekuler berdasarkan aturan hukum," kata Juru Bicara Omer Celik dalam sebuah cuitan di Twitter. "Republik kita adalah payung bagi kita semua berdasarkan kualitas-kualitas ini".

"Sekarang Hagia Sophia dan Turki bebas; bersiaplah untuk kekhalifahan," demikian tercantum dalam sampul terbitan Gercek Hayat terbitan 27 Juli.

"Jika tidak sekarang, lalu kapan? Jika bukan kamu, lalu siapa?" tanya sampul itu, tampaknya merujuk pada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. 

Akhir bulan lalu memang ramai pemberitaan tentang dikembalikannya lagi status Hagia Shopia sebagai mesjid setelah berpuluh tahun menjadi museum. Banyak pro dan kontra terkait hal tersebut. Momen sholat Jumat pertama di mesjid Hagia Shopia menjadi sorotan media di seluruh dunia. MasyaAllah, betapa besarnya perhatian dunia untuk Hagia Shopia dan Islam.

Musuh-musuh Islam mulai khawatir dan kebakaran jenggot ketika presiden Erdogan mengumumkan dengan lantang dalam pidato pembukaan Mesjid Hagia Shopia. Tak aneh memang, karena dengan dibukanya Mesjid Hagia Shopia pada posisi yang seharusnya, itu menandakan jika Islam memang mempunyai posisi berharga di mata dunia.

Seperti yang dikutip dalam berita diatas. Salah satu majalah Turki malah diprotes karena menerbitkan judul yang kontroversi dengan membawa kata-kata khilafah. Apakah ada yang salah dengan hal itu? Untuk sebagian orang yang kontra dengan Islam hal tersebut jelas salah besar. Tapi untuk umat Islam yang sangat merindukan sistem Islam, itu merupakan kabar yang luar biasa menyenangkan dan yang ditunggu-tunggu.

Untuk ukuran zaman sekarang, tahun 2020, kata khilafah rasanya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Karena kata tersebut sudah menjadi pembahasan umum di tengah-tengah umat. Umat sudah mulai mencari dan akhirnya menemukan sesuatu yang sudah seharusnya diambil oleh umat Islam. Umat Islam yang sejatinya adalah khoiru ummah, memang sudah seharusnya hanya menggunakan sistem Islam sebagai pengatur kehidupannya.

Sistem pemerintahan Islam yaitu Khilafah adalah satu-satunya sistem di dunia ini yang pas untuk menerapkan syariat Islam secara kaffah (keseluruhan). Dengan diterapkannya khilafah sudah tidak akan ada lagi penindasan di negara manapun. Baik itu penindasan muslim ataupun nonmuslim. Semua akan diselesaikan oleh Khalifah sebagai pemimpin khilafah.

Berbeda halnya dengan sistem sekuler yang memiliki sikap sebaliknya, memusuhi Islam. Mereka tidak akan merasa tenang jika belum menindas dan terus menghalang-halangi laju pertumbuhan Islam sebagai sistem kehidupan.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN