Mohon tunggu...
Wilhelmina Ohoitimur
Wilhelmina Ohoitimur Mohon Tunggu... Lainnya - Penerima Beasiswa Prestasi STP Trisakti Prodi Usaha Perjalanan Wisata Tahun 2017

Tourism

Selanjutnya

Tutup

Wisata

Desa Wisata Wulurat

27 Juli 2021   09:41 Diperbarui: 28 Juli 2021   08:20 52 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Desa Wisata Wulurat
20210414-154139-6100afbc06310e7b1a573de2.jpg

Saya Wilhelmina Ohoitimur, Mahasiswa D IV Usaha Perjalanan Wisata, Penerima Beasiswa Prestasi STP Trisakti tahun 2017

Ohoi atau desa Wulurat berlokasi di Pulau Kei besar kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara. Ohoi Wulurat ini di tetapkan menjadi desa wisata secara resmi pada bulan April tahun 2021. 

Potensi wisata yang dimiliki oleh Ohoi Wulurat sangat beragam diantaranya potensi Budaya, Alam, dan Buatan. Diantara potensi tersebut yang menjadi icon dari Ohoi ini adalah potensi budayanya yang berupa Benteng sejarah dan juga penyambutan dengan tradisi-tradisi adatnya yang sangat menarik. Penyambutan secara Adat tradisional di Ohoi ini berupa Rinin dan Toartaroman. 

Rinin merupakan upacara penyambutan bagi orang di luar kampung yang ingin masuk kedalam kampung untuk pertama kalinya, dengan tujuan memohon kepada Tuhan dan Leluhur untuk membersihkan, menyucikan, memberkati, dan juga untuk memohon membuang segala hal-hal negatif serta menerima tamu tersebut untuk masuk kedalam Ohoi dengan simbol percikan air kelapa muda kepada para tamu yang datang. 

Sedangkan Toartaroman merupakan upacara persembahan kepada Leluhur untuk memohon menerima para tamu yang datang berkunjung ke Ohoi, persembahan tersebut berupa sirih pinang yang diisi ke dalam sebuah piring atau juga pada wadah yang terbuat dari daun kelapa, upacara ini dilakukan di dalam area Woma El Walob yang merupakan nama Woma dari ohoi Wulurat. 

Woma merupakan pusat kampung yang berfungsi untuk upacara adat. Setelah upacara adat selesai tamu akan diarak masuk kedalam ohoi Wulurat dengan tari-tarian tradiosonal kei seperti tarian panah yang ditarikan oleh anak laki-laki  dan tarian Sawat yang ditarikan oleh anak perempuan ohoi Wulurat.

Potensi alam di Ohoi Wulurat masih sangat terjaga keasriannya, potensi alam tersebut terdiri dari pemandian air alami yang bernama Sit Yahaw yang dapat di artikan sebagai kucing dan anjing, selain pemandian tersebut Ohoi ini juga memiliki kebun cengkeh dan pala yang terletak di atas bukit yang hasilnya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Ohoi Wulurat. 

Di desa Wulurat kegiatan ekonomi kreatifnya bisa dikatakan sangat maju karena ada pengrajin yang membuat berbagai macam jenis souvenir khas desa wulurat dengan memanfaatkan hasil alam seperti Enbal (Singkong Beracun) dan Sagu yang merupakan makanan khas Kepulauan Kei dapat di olah menjadi berbagai macam jenis olahan makanan berbahan dasar Enbal dan Sagu seperti Kue, Enbal aneka rasa dan masih banyak lagi. 

Selain itu pembuatan souvenir yang terbuat dari kulit kerang, kulit kayu, sisik ikan, batok kelapa, daun tikar yang diolah menjadi berbagai macam asesoris yang unik dan cantik, bunga berbahan dasar sisik ikan, asbak, tas dan masih banyak lagi.

Kehidupan masyarakat di ohoi Wulrat sangat tradisional dan masih memegang teguh adat istiadat yang telah di wariskan dari leluhur secara turun temurun kepada setiap generasi, dan masyarakat disana sangat ramah serta hangat dalam menyambut tamu yang berkunjung ke desa mereka. 

Mayoritas pekerjaan masyarakat di desa ini adalah petani dan nelayan. Untuk menjangkau ohoi Wulurat membutuhkan waktu 1 jam 30 menit dari kota Langgur dengan kapal cepat dari pelabuhan Watdek menuju pelabuhan Elat dan 15 menit perjalanan dengan kendaraan roda 2 dan roda 4 dari desa Elat ke  desa Wulurat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN