Mohon tunggu...
Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Mohon Tunggu... Guru - Guru Blogger Indonesia

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Pak Pedro dan Tukang Soto

17 Januari 2022   13:37 Diperbarui: 17 Januari 2022   13:59 297 7 6
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Sehabis ke kampus pascasarjana UNJ, saya mampir ke tukang soto langganan yang ada di jalan pemuda depan kampus UNJ. Saya melihat posisi gerobaknya sudah tak ada di tempat biasa. Saya diberitahu tukang parkir. Posisinya pindah untuk sementara. Rupanya gerobaknya ngumpet di sebelah sekolah Labschool UNJ. Ada razia dari polisi pamong praja DKI Jakarta.

Saya juga bertemu pak Pedro pedagang jus di kantin sekolah kami di Labschool UNJ. Pak Pedro terpaksa berjualan jus di pinggir jalan. Beliau berdagang jus untuk bertahan hidup di kota Jakarta. Kantin sekolah belum diperbolehkan buka, karena masih ada larangan dari dinas pendidikan untuk membuka kantin sekolah.

Saya teringat dengan lomba menulis JNE. Temanya JNE Bersama UMKM Untuk Indonesia.  Isinya cerita pengalaman JNE berkontribusi menunjang kebutuhan gaya hidup di era digital, selain juga mendukung bergulirnya roda perekonomian Indonesia pada level mikro (UMKM kuliner, tekno, fesyen/beauty, dsb) dengan menjembatani kebutuhan stakeholders (konsumen, marketplace, fintech, dan sebagainya).  

Pak Pedro dan tukang soto adalah wajah UMKM Indonesia. Mereka dipaksa berkelahi dengan kenyataan dan peraturan. Mereka harus mampu bertahan hidup di kerasnya hidup ibukota Jakarta. Mereka harus pindah berdagang ke sana kemari demi sesuap nasi. Larangan berjualan di pinggir jalan terpaksa mereka langgar. Seringkali mereka main kucing-kucingan dengan polisi pamong praja.

Saya posting foto tukang soto di wa group belajar menulis PGRI. Saya minta peserta belajar menulis untuk membuat tulisan tentang foto di atas. Ada ibu Nia dari Lebak Banten menuliskan ceritanya.

Pagi itu Bu Rahmi dan suaminya seperti biasa mangkal di pinggir jalan depan Masjid, untuk berjualan soto ayam. Dengan setia Bu Rahmi selalu menemani dan membantu suaminya berjualan. Mencari nafkah demi anak-anaknya agar dapat menyelesaikan sekolah di Perguruan Tinggi.

Bu Rahmi berharap pagi ini  pelanggan datang lebih banyak lagi, agar dapat cepat terkumpul tabungannya untuk membayar uang semester anaknya yang sedang kuliah.

Alhamdulillah ternyata hari ini Bu Rahmi mendapat order besar dari seorang pelanggannya yang bernama OmJay. Beliau akan membagikan soto-soto itu kepada orang-orang yang datang untuk sholat berjamaah di masjid siang ini.

Alangkah indahnya cerita fiksi ibu Nia. Seandainya saya punya banyak uang, akan saya borong semua dagangan mereka. Saya bagikan kepada kawan-kawan guru yang membutuhkan makan siang. Soto dan jusnya sangat enak sekali. Banyak orang yang membeli. Seandainya Pak Pedro dan tukang Soto menguasai teknologi terkini, mereka tak perlu capek berjualan di pinggir jalan seperti ini. Cukup memasarkan dagangan mereka lewat online saja. Minuman Jus dan soto segera sampai ke tangan pembeli.

Hanya saja, diperlukan tenaga tambahan untuk mengantar soto dan jus ke tempat tujuan. Butuh jasa kurir untuk mengantarkan makanan dan minuman. Kurir JNE bisa diberdayakan. Kurir JNE tidak hanya mengirimkan barang dan jasa saja, tapi juga siap mengirimkan makanan dan minuman ke tempat tujuan. Itulah yang dilakukan oleh gojek dengan gofoodnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan