Mohon tunggu...
Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Mohon Tunggu... Guru Blogger Indonesia

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". Hp. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Banjir Datang Lagi di Rumah Kami

27 Mei 2021   19:53 Diperbarui: 27 Mei 2021   20:07 27 2 0 Mohon Tunggu...

Beres beres Rumah lagi. Banjir datang lagi ke rumah kami saat kami pergi. Itulah informasi yang kami dapat ketika kami masih berada di kota Bandung. Kami pun pulang untuk segera membereskan rumah kami yang terena banjir.

Alhamdulillah perjalanan dari Bandung ke Bekasi lancar. Saya mengemudi kendaraan bisa diatas 100 km. Sebelum adzan Maghrib kami sudah tiba di Jatibening Bekasi. Bandung ke Bekasi terasa dekat sekali kalau tidak ada kemacetan di jalan tol.

Keluar tol Jatibening, kami mampir dulu ke ATM BNI lalu membeli nasi bungkus di depan masjid Al ikhlas Jatiebning Bekasi. Sempat mampir sejenak ke warung membeli beras dan sembako lainnya. Berasa di rumah sudah habis.

Sampai rumah terlihat seperti kapal pecah. Barang barang tergelak tak karuan. Banjir kemarin membuat rumah kami berantakan. Tetangga memberikan kabar buruk. Rumah kami kebanjiran lagi. Sedih sekali melihat rumah kami berantakan kena banjir.

Sampai rumah langsung beres beres. Lantai penuh dengan lumpur. Kami bekerjasama membersihkan rumah. Alhamdulillah sudah tinggal mengeringkan lantainya saja. Semua kamar sudah bersih. Tinggal halaman rumah yang belum. Mobil masih di luar rumah. Khawatir banjir datang lagi.

Perut terasa lapar sekali. Baru tadi pagi diisi. Tadi siang sebelum berangkat lupa makan siang. Baru sekarang terasa perut keroncongan. Nasi bungkus langsung dimakan. Isinya ayam goreng dan sambal ijo. Dalam sekejap langsung dilahap. Tinggal tulang yang masih tersisa.

Pekerjaan dilanjutkan kembali. Terdengar kabar di radio elshinta Jakarta. Ada 2 kampung di Karawang kebanjiran. Ribuan orang di teluk Jambe terpaksa mengungsi dari rumahnya.

Alhamdulillah saya masih harus bersyukur. Sebab banjir tak membuat kami harus mengungsi. Sudah 5 kali kebanjiran di tahun ini. Kami hadapi dengan kelapangan hati.

Istri mulai menggerutu dan marah marah. Kapan kita bisa pindah rumah? Jual saja rumahnya dan pindah ke rumah yang tidak kebanjiran. Capek kalau rumah kebanjiran terus. Begitulah istri menggerutu sambil membereskan barang-barang di rumah kami. Sebagian buku kesayangan saya terendam banjir. Buku menjadi basah, dan harus dijemur.

Saya merenung sejenak. Pindah rumah bukan perkara mudah. Harus dipikirkan masak-masak. Hijrah ke tempat yang lebih baik itu harus. Tapi membeli rumah lagi dengan luas 200 meter bukan perkara mudah. Uangnya juga belum terlihat di depan mata. Banyak tetangga menjual rumahnya. Tapi belum laku juga. Kalau ada yang laku terpaksa banting harga. Saya tak mau seperti itu. Rumah terjual harus terbeli rumah yang lebih baik.

Beres beres rumah memang capek. Anggap saja ini olahraga. Badan sehat tenaga kuat. Semoga nanti malam bisa tertidur nyenyak. Semoga Allah memberi kami rezeki yang banyak sehingga bisa membeli trumah baru yang tidak kebanjiran lagi. Aamiin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x