Mohon tunggu...
Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Mohon Tunggu... Guru Blogger Indonesia

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". Hp. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Membangun Labschool sebagai Center of Excellent

22 Juli 2020   06:46 Diperbarui: 22 Juli 2020   06:56 323 8 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Membangun Labschool sebagai Center of Excellent
labkom smp labschool jakarta

Membangun Labschool sebagai Center of Excellence dalam menjawab Tantangan Global dalam Memasuki Era Disrupsi

Oleh: Wijaya Kusumah

Membaca surat Badan Pengelola Sekolah Yayasan Pembina Universitas Negeri Jakarta Labschool, nomor: 356/YP-UNJ/BPS/TU/2020, perihal pemberitahuan perpanjangan waktu pendaftaran calon kepala sekolah, membuat saya berpikir untuk menuangkan ide ide saya ke dalam tulisan ini.

Tema yang diminta dalam membuat makalah sangat menarik.  Ada 4 sub tema yang ditawarkan yaitu:

1. Mentransformasikan sistem pendidikan yang menjawab tantangan kecakapan abad 21.

2. Menyiapkan dan menterjemahkan sistem pendidikan di Era Digital

3. Strategi dan inovasi Sekolah Labschool dalam mempersiapkan peserta didik yang siap untuk bersaing sebagai pekerja profesional di abad 21.

4. Menjawab tantangan standarisasi Global Education Reform (GERM) yang memfokuskan pada standarisasi pada beberapa subjek: literasi dan numerasi yang diteskan pada PISA,  TIMSS and PIRL.

Saya sempat merenung dan membaca kalimat demi kalimat dalam surat. Makalah yang dipresentasikan harus sesuai dengan tema "Membangun Labschool sebagai Center of Excellence dalam menjawab tantangan Global dalam memasuki Era Disruptif".


Bagus sekali tema yang diminta panitia seleksi kepala sekolah Labschool Jakarta dan Kebayoran. Kening saya berkerut dan otak saya mulai bekerja mencari kalimat yang pas dan jelas sehingga tulisan ini menjadi bernas.

Labschool adalah sebuah sekolah yang didirikan pada tahun 1968. Saya membacanya di http://labschool-unj.sch.id/home/sejarahSingkat.

Perjalanan sekolah Labschool sangat panjang dan alhamdulillah dapat diterima dengan baik di masyarakat akademik. Setiap pendaftaran siswa baru selalu banyak peminatnya dan terpilihlah siswa terbaik.

Membaca sejarah Labschool yang cukup panjang membuat saya dan kawan kawan guru semakin tertarik untuk melakukan inovasi di dalamnya.

Inovasi dalam bidang pendidikan memang menjadi tantangan kita bersama untuk melakukannya. Kita harus bekerjasama melakukan perubahan ini. Membangun supertim yang solid harus dilakukan agar Labschool menjadi tempat berkumpulnya masyarakat berpengetahuan.

Center of Excellence harus diterjemahkan menjadi sekolah ramah anak dan berprestasi. Juga mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan di Era Disrupsi. Labschool harus mampu menciptakan calon pemimpin masa depan yang berakhlaqul Karimah. Oleh karena itu semua guru harus dibekali dengan sifat kenabian yaitu sidiq, tabligh, amanah, dan fathonah.

Tantangan global yang dihadapi harus dijawab dengan membina siswa melalui pendidikan karakter yang baik sehingga terbentuk school culture sekolah yang unggul di masyarakat.

Labschool harus mampu mentransformasikan sistem pendidikan yang menjawab tantangan kecakapan hidup di abad 21.

Pembelajaran abad 21 harus digiring ke dalam 4 hal yaitu critical thinking and problem solving, creativity and innovation, communication, dan collaboration.

Pada communication peserta didik dituntut untuk memahami,  mengelola,  dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. Siswa diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutarakan ide idenya.

Pada collaboration, siswa menunjukkan kemampuannya dalam kerjasama kelompok dan kepemimpinan, beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab.

Pada critical thinking and problem solving, siswa berusaha memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit dan mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dengan mandiri.

Pada creativity and innovation,  siswa memiliki kemampuan untuk mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan gagasan baru kepada yang lain,  bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.

Peranan sekolah Labschool dalam penerapan keempat hal di atas adalah:

1. Meningkatkan kebijakan dan rencana sekolah untuk mengembangkan keterampilan baru

2. Mengembangkan arahan baru kurikulum

3. Melaksanakan strategi pembelajaran yang baru dan relevan

4. Membentuk kemitraan sekolah di tingkat regional,  nasional, dan internasional.

Labschool juga harus mampu menyiapkan dan menterjemahkan sistem pendidikan di era digital. Abad 21 adalah abad digital. Internet sangat membantu manusia dalam berkomunikasi dan berinteraksi walaupun jarak yang melewati batas wilayah negara. Era digital mewajibkan kita untuk mampu menciptakan informasi baru sehingga dalam hitungan detik dapat terhubung dan tersebar ke seluruh dunia. Semua serba online dan nyaris tanpa kertas atau paperless. Sekolah online tak bisa dihindari di saat wabah covid19 belum hilang. Layanan pendidikan yang bersifat online harus menjadi fokus kita dalam melayani orangtua,  siswa dan guru serta karyawan labschool lainnya.

Ke depan akan banyak profesi baru muncul. Labschool harus mempersiapkannya dengan baik. Labschool harus bekerja cerdas dengan kepemimpinan kepala sekolah yang mampu melaksanakan programnya dengan baik. bersambung...

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x