Mohon tunggu...
Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Mohon Tunggu... Guru Blogger Indonesia

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". Hp. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Buku "1001 Masjid di 5 Benua"

20 Januari 2020   12:04 Diperbarui: 20 Januari 2020   12:23 79 5 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Buku "1001 Masjid di 5 Benua"
dokumen pribadi

Pagi ini saya mendapatkan buku baru. Pak Satpam Labschool Jakarta (bapak Suwito), mengantarkan buku tersebut ke ruang laboratorium komputer SMP Labschool Jakarta. Judul Bukunya 1001 Masjid di 5 Benua. Dari Amsterdam hingga Zanzibar. Sebuah karya yang sangat mengagumkan dari bapak Taufik Uieks

Salah satu kompasianer terkenal yang diundang makan siang oleh presiden Joko Widodo. Dulu kami terpilih mewakili 100 kompasianer untuk bertemu presiden Jokowi, dan akhirnya kami bergabung di WA Group K 100.

Suatu ketika, saya membuat WA Group menulis bersama omjay 1. Saya sebarkan infonya ke semua WA Group. Alhamdulillah pak Taufik ikut bergabung dan menjadi salah satu peserta. Beliau menawarkan bukunya. Saya langsung tertarik untuk memesannya. Sebab judul bukunya sangat menarik dan membuat pembaca ingin melihat lebih jauh isinya. Selain itu, masih sangat jarang penulis yang menuliskan buku tentang masjid-masjid yang ada di seluruh dunia.

Dalam berkunjung ke beberapa negera, pak Taufik tidak pernah lupa mengunjungi masjid. Berkeliling hingga 5 benua bukan persoalan mudah. Tidak banyak orang sanggup melakukannya. Selain biaya yang mahal, juga kesempatan yang sangat jarang ditemui. Membaca buku pak Taufik, membuat saya ikut keliling dunia gratis. 

Saya tak perlu mendatangi tempat itu karena sudah diceritakan lengkap dan jelas. Tapi, dalam hati pengen juga, namu apa daya, uang dikantong kurang mendukung hahaha.

Seperti biasa, saya baca dulu bagian sampul belakang. Isinya sangat menyentuh sekali dan membuat saya akhirnya memutuskan untuk membacanya sampai habis. Kebetulan hari ini saya tidak mengajar, jadi waktu kosong bisa saya gunakan untuk membaca buku yang bagus ini.

Mencari tempat sholat di negara orang bukan perkara mudah. Saya teringat ketika kami sudah mendarat di salah satu bandara di negara KOmunis China. Sulit sekali mencari masjid atau Musholla. Kami akhirnya sholat dibawah eskalator dan ditonton banyak orang. Jadi malu rasanya. hahaha.

Biasanya, kalau orang bepergian ke luar negeri, yang dicari bukan masjid, tapi tempat hiburan atau rekreasi. Pak Taufik beda sekali, beliau justru memilih untuk bertamu ke rumah Allah. Masjid-masjid yang indah dibangun dengan keragaman seni budaya yang tinggi di setiap negara, membuat kita semakin tawadhu dan sangat menyentuh sukma kita akan adanya perbedaan budaya di setiap negara.

Pak Taufik mungkin satu-satunya orang unik yang saya kenal. Namun berkat keunikannya ini, buku 1001 masjid di 5 benua lahir dan diterbitkan oleh penerbit Mizan, Bandung tahun 2016. Lumayan tebal halamannya. Saya baca sampai 255 halaman. 

Walaupun sebagian isi buku ini sudah saya baca di kompasiana.com, tapi membaca buku ini jauh lebih enak dibaca. Sebab tangan-tangan kreatif editor dari penerbit Mizan, membuat buku ini semakin renyah dan enak dibaca. Prediksi saya, buku ini akan banyak yang memesannya dan bisa menjadi buku best seller.

Pak Taufik pandai sekali merangkum perjalanannya dari masjid ke masjid. Pembaca diajaknya berkeliling dunia dari kata-kata dan kalimat yang mengundang selera untuk terus membuka ahalaman demi halaman. Buku ini sangat potensial untuk dibedah dan penulisnya diajak dari masjid ke masjid untuk menjadi nara sumbernya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x