Finansial

Mengenal Etika Bisnis

11 Juli 2018   14:06 Diperbarui: 11 Juli 2018   14:21 463 0 0

Apa yang dimaksud dengan ETIKA BISNIS?

Banyak sekali definisi atau pandangan menurut para ahli tentang etika bisnis. Jika disimpulkan secara garis besar,  para ahli menilai etika bisnis adalah penilaian terhadap hal yang benar maupun yang salah. Jika dilihat secara praktiknya Etika bisnis merupakan suatukode etik didalam bisnis dengan anggapan etis atau tidak tergantung dari berbagai sudut pandang.Etis atau tidaknya suatu perilaku sampai sekarang secara umum belum dapat dipastikan. Karena manusia memiliki berbagai sudut pandang yang berbeda.

Contohnya, pada umunya budaya orangAmerika dan Eropa menganggap etis apabila kita membicarakan bisnis pada saat makan bersama. Dimana saat makan siang atau sekedar melakukan rapat di kafe dianggap wajar-wajar saja. Namun apabila di Tiongkok,makan sambil berbicara merupakan hal yang sangat tidak sopan atau tidak etis. Maka dengan begitu disaat makan siang kita di anggap tidak etis apabila membicarakan perjanjian bisnis atau rapat pada saat sedang makan.

Sudut pandang yang berbeda menghasilkan jawaban yang berbeda. Tidak hanya sudut pandang tetapi budaya, tradisi, lingkungan dan ajaran juga dapat menentukan etis atau tidak etisnya. 

Tidak hanya berdasarkan hukum, di dalam agama juga mengajarkan bagaimana harusnya kita beretika. Ini sudah jelas mengapa etika bisnis begitu penting dan diperlukan hingga didalam agama juga menjelaskan tentang etika bisnis.

Etika merupakan hal yang sangat perlu diterapkan dimanapun termaksud di dunia bisnis atau dunia kerja.Agar usaha ataupun bisnis yang kita tekuni bisa berjalan dengan lancar dan baik-baik saja.Tapi tidak semua orang dapat menerapkan etika bisnis dengan baik dan benar.Karena adanya sudut pandang yang berbeda tersebut menjadikan etika bisnis termaksud hal yang sulit dilakukan. 

Tidak semua orang dapat berpikiran sama. Jika kita menganggap bicara informal terhadap sesame rekan kerja di lingkungan kantor masih dapat dinilai etis. Namun bagi orang lain bisa saja itu tidak etis karena mereka menerapkan bahasa formal untuk berkomunikasi.

Etika bisnis tidak dapat dipisahkan dari dunia bisnis. Etika bisnis merupakan dasar dalam melakukan suatu tindakan. Etika juga mengajarkan moral untuk setiap orang. Di dalam suatu perusahaan moral baik merupakan pondasi untuk membangun dan memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja maupun rekan bisnis. Dengan begitu semua urusan pekerjaan bisa berjalan dengan baik. Etika bisnis diperlukan oleh setiap orang tak hanya karyawan, pimpinan, investor, kreditur dan pihak-pihak lain.

Untuk para karyawan etika bisnis yang sangat pnting adalah ketaatan , kesetiaan dan konfidensialitas. Karyawan yang baik harus memiliki sifat yang mau taat akan peraturan dan memenuhi semua kewajiban dan tanggungjawabnya.  

Kesetiaan adalah hal yang paling mahal dimana kesetiaan karyawan dengan potensi kerja yang memuaskan merupakan asset perusahaan. Tak jarang beberapa perusahaan akan memberikan pemanis sebagai bentuk penghargaan. Kesetiaan juga bukanlah hal yang mudah, karyawan yang bisa memiliki kesetiaan adalah mereka yang sudah turut serta dalam suka duka yang perusahaan tempat mereka bekerja alami.

Dan hal yang tak kala penting adalah bagaimana karyawan dapat menyimpan dan menjaga informasi perusahaan dengan aman. Tentu saja hanya orang kepercayaan yang dapat melakukan itu. 

Namun kepercayaan itu tak akan diberikan begitu saja tanpa melihat bagaimana etika orang yang akan memiliki tanggungjawab sebesar itu. Kepercayaan adalah hal yang sangat mahal jika kita bisa menjaga kepercayaan yang pimpinan berikan kita bisa menjadi tangan kanan pimpinan. Namun apabila kepercayaan itu tidak dapat kita jaga maka kerugian besar yang kita terima, kerugian materi secara tidak langsung, citra yang buruk, bahkan hukuman pidana dan perdata.

Etika bisnis juga harus ada didalam setiap pimpinan. Pimpinan tidak bisa begitu saja memberhentikan karyawan secara sepihak, tidak boleh melakukan tindak deskriminasi, harus menjamin kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan karyawan, memberikan gaji atau upah yang sesuai. 

Bukan karena kita seorang pemimpin lantas membuat kita bertindak sewenang-wenang dengan memecat karyawan tanpa memberitahukan dimana letak kesalahan maupun penjelasan yang menyebabkan pemecatan terjadi. 

Tindakan deskriminasi juga tidak boleh dilakukan oleh seorang pemimpin. Akibat dari tindakan deskriminasi tidak hanya berpengaruh pada kinerja para karyawan tapi juga mempengaruhi mental mereka. Deskriminasi adalah perlakuan yang tidak adil, dan semua manusia berhak diperlakukan secara adil.

Kesejahteraan adalah hal yang menyebabkan peningkatan kinerja. Dengan kesejahteraan yang didapat karyawan merasa bahwa mereka dihargai. Kesejahteraan juga memberikan dampak untuk loyalitas yang diberikan para karyawan. 

Pimpinan yang baik juga harus bisa memeperhatikan kesehatan dan keselamatan para karyawan yang melakukan proses operasional. Ketika perusahaan memberikan perhatian tersebut hal itu membuat para karyawan juga memberikan timbal balik baik bagi perusahan tempat mereka bekerja. Gaji, tunjangan, bonus adalah hak yang harus diberikan oleh perusahaan. 

Semua itu harus diberikan secara adil, perusahaan tidak boleh melanggar ketentuan tentang upah minimum karyawan (UMK). Berikanlah apa yang menjadi hak mereka karena mereka pantas mendapatkan hak itu setelah melaksanakan kewajiban mereka. Tentu saja tidak akan etis apabila karyawan bekerja tanpa lelah namun hanya di apresiasi dengan imbalan yang tak seharusnya mereka dapatkan. 

Kesimpulannya adalah etika bisnis merupakan dasar menilai yang salah dan benar. Etika bisnis harus dimiliki setiap orang tanpa memandang status maupun kedudukkannya.  Namun etika bisnis dapat memberikan jawaban yang berbeda jika dipandang dengan sudut pandang yang berbeda. Hak dan kewajiban juga merupakan bagian dari etika bisnis didalam dunia kerja. Etika bisnis tidak hanya secara hukum namun secara religious, agama juga mengajarkan tentang etika bisnis.