Mohon tunggu...
Achmad Suwefi
Achmad Suwefi Mohon Tunggu... pekerja swasta yang suka nulis

You will never walk alone

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

"Perjanjian" dengan Bos Jepang Sambut Ramadan 1440 H

4 Mei 2019   14:31 Diperbarui: 4 Mei 2019   15:56 0 4 0 Mohon Tunggu...
"Perjanjian" dengan Bos Jepang Sambut Ramadan 1440 H
syarat-sah-puasa-810x500-5ccd2ce57d1b900b80333826.jpg

                                                                                           (Marhaban ya Ramadhan / sumber foto dilansir dari muslim.or.id)

MenyambutRamadhan1440H

Ndak terasa tinggal hitungan hari saja kita akan menyambut datangnya bulan nan suci,bulan yang penuh dengan berbagai macam keutamaan didalamnya dan bulan yang selalu dirindukan kehadirannya, apalagi kalau bukan bulan Ramadhan yang kita tinggal tunggu keputusan pemerintah tentang kapan 1 Ramadhan 1440 H.

Sudah dinantikan 11 bulan lamanya tentu kita perlu mempersiapkan diri dengan lebih baik lagi agar Ramadhan 1440 H menjadi Ramadhan terbaik untuk kita dan penuh keberkahan saat kita menjalani. Siapkan fisik dan metal, itu pasti. Siapkan rencana untuk khatam qurn, mengkaji kitab, shalat malam dan tarawih, ikut pengajian dan kegiatan ibadah lainnya sehingga Ramadhan 1440 H penuh dengan ibadah.

Selain hal di atas, satu yang dilakukan penulis jelang bulan suci Ramadhan 1440 H adalah mengajukan permohonan alias perjanjian dengan Boss Jepang terkait urusan lembur dan tidak lembur. 

Lembur penting untuk menambah ongkos pulkam saat lebaran tetapi melaksanakan ibadah utamanya shalat taraweh berjamaah yang juga teramat penting dan sayang kalau dilewatkan pastinya.

Ramadhan 1439 H lalu bisa dihitung jari berapa kali penulis melaksanakan shalat taraweh berjamaah, stabil dihari minggu namun di senin sampai sabtu malah banyak bolongnya karena harus lembur sehingga shalat taraweh pun hanya dilakukan 'sorangan' saja. Lalu bagaimana tahun ini? Pastinya penulis ingin lebih baik dan tidak banyak bolongnya saat shalat taraweh berjamaah.

Salah satu caranya membuat perjanjian dengan Boss Jepang soal urusan lembur, yakni sehari off sehari on sehingga bisa merasakan shalat taraweh berjamaah. Opsi kedua, meminta ijin jam 7 malam keluar untuk shalat isya dan taraweh berjamaah di masjid kawasan industri dan lanjut kerja setelah shalat selesai. Alhamdulillah respon positif diberikan karena memang kondisi dibulan Ramadhan justru rencana produksi naik dan project baru juga harus dijalankan.

Selamat berpuasa untuk rekan kompasioner dan admin Kompasiana yang menjalankan, mohon maaf lahir bathin dan semoga puasa Ramadhan 1440 H kali ini menjadi puasa Ramadhan yang terbaik untuk kita guna menjadi insan yang takwa, sebagaimana firman Allah SWT di surat Al-Baqarah 183.

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa"

#MenyambutRamadhan1440H