Achmad Suwefi
Achmad Suwefi karyawan swasta

You will never walk alone

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Sadil Ramdani, The Next Maldini Pali di Timnas U-19

8 September 2016   17:48 Diperbarui: 9 September 2016   07:05 7901 17 12
Sadil Ramdani, The Next Maldini Pali di Timnas U-19
Sadil Ramdani| Sumber: kabarkendari.com

“Laut adalah tempat saya dilahirkan dan dibesarkan
tapi cinta saya ada pada daratan
Karana saya sungguh mencintai sepakbola
Permainan terindah yang pernah saya kenal.

Nama saya Yazid Randaula. Putera Konawe Selatan
dan ini adalah kisah saya , kisah kita semua”

Itu adalah penggalan kalimat yang diucapkan dalam pembuka film ‘Garuda 19’ karya Andi Bachtiar Yusuf yang diproduksi oleh Mizan Production. Sebuah film yang mengisahkan perjalanan Timnas Indonesia U-19 asuhan Indra Sjafrie yang sukse menjadi juara Piala AFF U-19 tahun 2013 yang digelar di Sidoarjo dan Gresik. Sebuah perjalanan dan kisah tentang remaja pelosok negeri yakni Yazid Randaula, Yabes Robi Mailafani dan M Sahrul Kurniawan.

Tiga remaja yang berasal dari pelosok negeri yakni Sulawesi, NTT dan juga Jawa Timur yang melengkapi skuat Indra Sjafrie kala itu. Kemenangan 3-2 atas Korea Selatan distadion GBK dikualifikasi Piala Asia U-19 2014 menjadi puncak prestasi Evan Dimas dkk walau akhirnya harus gagal mewujudkan impian tampil di Piala Dunia U-20 Selandia Baru usai harus puas menjadi juru kunci grup A Piala Asia U-19 dibawah Uzbekistan, UEA dan Australia.

Lalu bagaimana dengan sekarang saat Timnas U-19 Indonesia akan kembali tampil dieven yang sama sebagaimana dilakoni Evan Dimas dkk di 2013 ? Akankah muncul kembali sosok remaja dari pelosok negeri yang kadang tidak tersentuh oleh pusat sebagaimana munculnya Yazid, Yabes Roni hingga Ilham Udin? Masa persiapan yang minim dibanding dengan apa yang dilakukan oleh Indra Sjafrie bisa jadi membuat langkah Eduard Tjong, pelatih Timnas U-19 tidak bisa melakukan sebagaimana yang dilakukan pendahulunya yang blusukan kepelosok negeri.

“Saya adalah orang yang percaya kalau didaerah itu ada potensi-potensi hebat yang tidak terpantau dipusat,” ungkap Mathias Muchus yang memerankan tokoh Indra Sjafrie dalam film Garuda 19 kala berdialog dengan Arifin, pelatih usia muda di Kupang kala mencari sosok pemain yang pas di Timnas U-19 dan akhirnya terpilih Yabes Roni.

Kini ada sosok seperti Yabes Roni hingga Ilham Udin ataupun Yazid Randaula yang berasal dari Konawe Selatan, Sulawesi di Timnas Indonesia U-19 asuhan Eduard Tjong. Siapakah dia ? SADIL RAMDANI namanya, remaja 17 tahun kelahiran Roda, sebuah kota kecil di Kabupaten Raha, Sulawesi Tenggara. Kecepatan, keberanian dan semangat yang diperlihatkan selama memperkuat Timnas dalam ujicoba jelang Piala AFF U-19 2016 di Vietnam menjadikannya sosok yang penulis juluki ‘The Next Maldini Pali’ di Timnas U-19.

[caption caption="Aksi Maldini di Timnas U19 era Indra Sjafrie / sunber dokumentasi : goal.com"]

[/caption]

Maldini Pali sendiri merupakan salah satu winger di Timnas U-19 era Indra Sjafrie yang tampil impresif dengan tusukan-tusukan disayap permainan Timnas. Kebetulan winger yang kini bermain untuk PSM Makasar berasal dari Sulawesi sebagaimana Sadil Ramdani. Maldini Pali lahir di Mamuju, Sulawesi Barat 21 tahun silam dan sudah memperkuat Timnas U-19 sebanyak 23 kali dengan torehan satu gol yang dicetaknya serta satu assist untuk gol kedua Evan Dimas kala Indonesia menang 3-2 atas Korea Selatan.

Sumbangan golnya kala Timnas U-19 menang atas PPLM dan Persikama Magelang serta satu assist kala Timnas U-19 menang 3-1 atas Filipina menjadi bukti kontribusinya dalam skuat ‘Garuda Muda’ dan menjadi andalan sang pelatih untuk bisa melewati hadangan Thailand dan Australia digrup B Piala AFF U-19 2016.

“Peluang Sadil masuk tim inti besar. Hanya , semuanya tergantung pada diri sendiri untuk tetap disiplin tidak cepat puas serta menjaga kondisi tetap prima,” ungkap Eduard Tjong.

Lalu bagaimana nama Sadil bisa masuk dalam radar Timnas U-19 ? Pemain yang masuk akademi ASIFA milik eks pelatih Timnas U-23, Aji Santoso ditemukan bakatnya oleh seorang anggota TNI yang menyaksikan aksinya dalam sebuah turnamen di Kendari. Surya, anggota TNI tersebut yang kemudian menjadi ayah angkatnya kemudian membawa Sadil untuk bergabung ke ASIFA (Aji Santoso International Football Academy).

“Saya mendapatkan bea siswa diakademi dan sekolah. Jadi, ibu tak perlu mengeluarkan uang lagi, selama di malang, saya tak punya uang disaku. Kadang diberi uang pelatih Aji atau Pak Surya. Saudara dari ibu juga sering membantu. Biasanya saya gunakan untuk kebutuhan sehari-sehari,” ujar Sadil sebagaimana dilansir tabloid mingguan bola.

Perjuangan putera dari Lapantasi dan Wa Ode Dai untuk menjadi pesepakbola memang patut diacungi jempol, apalagi Sulawesi Tenggara sejatinya bukanlah daerah penghasil pemain bola karena tidak ada klub TSC A dan B dari provinsi tersebut. Sehingga wajar ketika Sadil ingin menjadi pesepakbola mendapat cemoohan dari seniornya.

“Senior saya pernah berkata bahwa tidak ada gunanya saya sampai berlatih sendirian disiang hari karena toh tidak akan bisa menjadi pemain besar. Disini tidak pernah ada pemain bola. Lebih baik kamu pulang membantu orang tua dikebun,” terang Sadil tentang perkataan temannya akan pilihan menjadi pemain bola yang kemudian menjadi penyemangat baginya untuk mebuktinya bahwa dirinya bisa.

Selamat berjuang Timnas U-19

Usai sudah laga persahabatan internasional ‘A’ antara Timnas Indonesia kontra Malaysia yang berkesudahan 3-0 untuk kemenangan Indonesia. Dua gol Boaz Solossa serta gol dari Irfan Bachdim sudah cukup untuk membuat Malaysia pulang dengan tangan hampa dan kini semua pemain Timnas akan kembali ke klubnya masing-masing untuk terjun dikompetisi yang diikuti. Selanjutnya perjuangan akan dilanjutkan Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U19 Vietnam.

Bergabung di grup B dengan dua kekuatan ASEAN yakni Thailand dan Australia tentu membuat perjuangan anak asuh Eduard Tjong semakin berat. Belum lagi masa persiapan serta minimnya ujicoba internasional yang dilakoni membuat Edu, julukan sang pelatih sempat stress dengan situasi yang dialami timnya. Suntikan dana dari Kemenpora tentu menjadi tambahan sisi non teknis yang bisa menguatkan performa ‘Garuda Muda’ di Vietnam nanti.

Kini persiapan sudah dimatangkan dan Timnas bersiap berangkat ke Vietnam untuk memulai perjuangan mereka di Piala AFF U-19 2016 Vietnam. Walau berat tantangan didepan namun peluang masih tetap ada dan harus diperjuangkan dengan semangat dan tekad yang tinggi. Sadil Ramdani dkk kita membutuhkan dukungan dan doa pecinta Timnas diseluruh pelosok negeri dan berbahagialah karena laga Timnas di Piala AFF U-19 menurut rencana akan disiarkan secara live di salah satu TV swasta nasional negeri ini.

Jadwal Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19
 - 12 September           : vs Myanmar
 - 14 September           : vs Thailand
 - 16 September           : vs Australia
 - 18 September           : vs Kamboja
 - 20 September           : vs Laos
 - 22 September           : SEMIFINAL
 - 24 September           : FINAL

Skuat Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 Vietnam
Kiper               : Muhammad Riyandi (Barito Putera), Satria Tama (Gresik United) dan Awan Setho (Persip Pekalongan)
Belakang          : Arizky Wahyu (ASIFA), Bagas Adi (MSG), Jujun Saepulloh (Persib), Ibrahim Sanjaya (Persip Pekalongan), Habibi (PS Bangka), Andy Setyo Nugroho (Pusamania Borneo FC)
Tengah             : Saddil Ramdani, Chrystina Bhagascara (ASIFA), Satria Wardhana (Kwarta Medan), Hanif Abdurrauf, Syahrian Abimanyu (MSG), Abdul Haris, Edo Febriansyah, Nevy Alexsander (PPLM), Pandi Lestaluhu (PS TNI), Asnawi Mangkualam (PSM Makasar), Muhammad Alwi (Semen Padang), Sandi Pratama (PS Bangka).
Depan              : Muhammad Rafli (ASIFA), Dimas Drajad (PS TNI).

Bravo Timnas Indonesia U-19!

Salam sepakbola nasional,
Wefi

Sumber dokumentasi foto : kabarkendari.com dan goal.com