Mohon tunggu...
Max Webe
Max Webe Mohon Tunggu... Penulis - yesterday afternoon writer, working for my country, a reader, any views of my kompasiana are personal

"There is so much weariness and disappointment in travel that people have to open up – in railway trains, over a fire, on the decks of steamers, and in the palm courts of hotels on a rainy day. They have to pass the time somehow, and they can pass it only with themselves. Like the characters in Chekhov they have no reserves – you learn the most intimate secrets. You get an impression of a world peopled by eccentrics, of odd professions, almost incredible stupidities, and, to balance them, amazing endurances." — Graham Greene, The Lawless Roads (1939)

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan

Saat Hubungan Taipei-Beijing Tegang, Pesawat Tempur F-16 Viper Taiwan Hilang

11 Januari 2022   19:17 Diperbarui: 11 Januari 2022   20:24 427
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sebuah pesawat tempur F-16 Viper milik Angkatan Udara Taiwan  hilang di laut lepas sebalah barat Taiwan barat pada Selasa (11/1/2021) sore. 

Pesawat dengan jangkauan terbang 4.220 km, ongkos terbang per jam sekisar 8.000 dollar AS atau setara Rp.113,6 juta dengan harga 64 juta dollar AS atau sekisar Rp 908, 76 miliar ini menghilang dari layar radar setengah jam setelah pilot, Chen Yi-chia lepas landas dari Lanud Chiayi untuk mengikuti latihan rutin. 


Mengutip keterang saksi mata, F-16 Viper dengan kode 6650, tidak bersenjata saat mengambil bagian dalam latihan rutin terlihat "menabrak laut dengan sudut yang curam," kata Liu. Saksi tidak melihat adanya parasut.


Di tengah ketegangan antara Beijing dan Taipei, Presiden Taiwan Tsai Ing Wen resmi menjadi operator Viper pertama di dunia yang memiliki F-16V berkemampuan tempur.

Presiden Taiwan Tsai Ing Wen berada di Pangkalan Udara Chiayi di barat daya Taiwan, Jumat, 18 November 2021, untuk secara resmi menyatakan bahwa 4th Tactical Fighter Wing (TFW) beroperasi penuh, sebagai sayap Angkatan Udara Republik Cina (ROCAF) pertama yang dilengkapi dengan F-16V. 

"Saya percaya bahwa selama kita mematuhi nilai-nilai demokrasi dan kebebasan, akan ada lebih banyak negara yang berpikiran sama yang berdiri di depan yang sama dengan kita," kata Presiden Tsai pada acara tersebut, menurut Reuters.

Pada mulanya, Angkatan Udara Republik Cina (ROCAF)  diharapkan menerima 144 F-16V, adalah konversi dari jet F-16A/B, tetapi jumlah ini dikurangi menjadi 141 melalui pengurangan armada Viper yang ada. 

Lockheed Martin meningkatkan dua F-16V ROCAF pertama, mengudara pada Oktober 2015, memiliki fungsi sebagai pesawat pola untuk Pusat Pengembangan Industri Dirgantara Taiwan (AIDC) untuk menyelesaikan peningkatan yang tertinggal secara lokal.

Proyek perbaikan seluruh armada akan selesai akhir tahun 2023. Sayap selanjutnya dilengkapi dengan jet adalah TFW ke-5 di Pangkalan Udara Hualien di pantai timur laut. Sementara nama F-16V dirakit universal untuk pesawat ini, Pusat Pengembangan Industri Dirgantara Taiwan (AIDC) masih membingungkan menyebutnya dengan F-16A/B Block 20 MLU.

Sebagai catatan, F-16V mempunyai Northrop Grumman AN/APG-83 Scalable Agile Beam Radar (SABR), dengan array yang diubah menggunakan elektronik aktif (AESA), menyediakan rentang deteksi dan keterlibatan yang jauh lebih tinggi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun