Mohon tunggu...
Irwan Thahir Manggala
Irwan Thahir Manggala Mohon Tunggu...

Orang yang Sudah Mati Benar-benar Sudah di ALAM KUBUR . Semoga kita terhindar dari golongan orang yang SEMANGATNYA LAGI TERKUBUR.

Selanjutnya

Tutup

Catatan Artikel Utama

Kompasiana Bilingual

27 Maret 2015   09:05 Diperbarui: 17 Juni 2015   08:56 43 3 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kompasiana Bilingual
14274176171173537544

[caption id="attachment_375064" align="aligncenter" width="300" caption="Foto: Irwan Thahir Manggala (koleksi ITN)"][/caption]

Pesona menakjubkan: Irwan Thahire Manggala - Tiga buku tentang dunia jurnalistik masih kusimpan rapi. Siaoa saja yang sempat membacanya pasti akan dapat informasi mendasar tentang dunia tugas dan peran dunia kewartawanan. Salah sayu andalan daya tarik ketiga buku itu adalah muatan yang penuh gambar. Upaya memasuki ruang pengenalan dunia menulis secara bilingual(dua bahasa) serasa kian berpeluang. Pada musim semester kali ini - tahun ajaran 2014/2015 saya sempat banyak menampilkan beberapa karya bilingual yang bernuansa pendidikan(pengajaran) dan irama jurnalistik. 3 buku di atas belum sempat saya ulas di Kompasaiana, termasuk dikesempatan kali ini.

Selasa lalu saya memberi materi ajar Bahasa Inggris di Kelas VI siswa Madrasah Ibtidaiyah Darul rasyidin di Dusun Balang Ajia Desa Samangki Kecamatan Simbvang Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dengan menampilkan satu buku cerita yang mengisahkan Nenek Sihir. Sayangnya sampul depan buku itu tidak kutemukan sampai tulisan ini diangkat. Itu pun bukunya dalam foto kopi an. Saya menampilkan Bahasa Inggris familiar dihadapan siswa kelas VI - saya tuliskan kata  dan ungkapan berbahasa Inggris tingkat dasar. Selanjutnya tulisan panjang dalam buku itu saya baca Bahasa Inggris dan terjemahannya. Untungnya buku tipis itu dilampiri gambar penuh - siswa pun mendapat gambaran secara utuh.

Tulisan Bahasa Inggris dalam buku tersebut:

She goes to the forest every day. Usually to collect firewood and to look for plants. She uses the plants to make her potions.

The witch starts a fire. Maybe she wants to cook something. What is that?

Oh, it seems she is making a potion. Do you know why? One of her friends has been sick for almost a month. The wiitch wants to help him.

An hour later the potion is ready. Now she's busy sewing her hat. Yesterday a thorn in the forest made a big tear in it.

She also grabs her violin. She wants to play her friend one of hs favorite songs. That will make him happier.

When everything is ready she flies away on her brown broomstick. In her right hand holds a shining bottle with the potion.

The old witch flies near the clouds, through the valleys and ove the mountains. All the way she looks sad.

Then she lands at the wooden house of her sick friend. It is very small house. So funny. Inside ia a little old dwarf who has been ill for a month.

She sits down at the bed of her sick friend. Her henads feel whre it hurts. Little by little she gives him the potion.

Then she plays her violin. She plays it so funny that makes him laugh. He loves it.

In the afternoon the little old dwarf feels better already. The old witch goes home. "Frienship is a good medicine,"

Saya membagi siswadalam kelompok pasangan - yangmasing-masing mendapat tugas yang sama. Saya memberi arahan agar siswa menguylas ulang cerita. Siswa membuat tulisan dalam Bahasa Indonesia secara bebas dan boleh tanpa urutan alur cerita. saya tampilkan disini 1 dari 6 pasangan kelompok siswa yang menyetor hasil karyanya. Saya  tampilkan  karya Zaenal yang berpasangan dengan Nugi Anugrah

Cerita Nenek Lampir

Pada zaman dahulu hiduplah seorang nenek sihir disuatu tempat yaitu hutan. Setiap hari nenek sihir keluar masuk hutan untuk mencari ranting dan berbagai tumbuh-tumbuhan untuk membuat ramuan untuk sahabatnya.

Kemudian nenek sihir itu menyalakan tungku api untuk memasak ramuan  untuk  sahabatnya yang sakit selama satu bulan. Nenek itu mulai mengaduk ramuannya. Nenek sihir duduk di kursi dan menjahit topi yang sobek karena terkena duri waktu mencari kayu bakar dan tumbuh-tumbuhan di hutan

Nenek sihir menyediakan ramuan itu dan juga mengambil biola untuk memainkan lagu kesayangannya.

Enal dam Nugi (kelas VI)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x