Mohon tunggu...
Wahyu Kusniawan
Wahyu Kusniawan Mohon Tunggu... Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam, Universitas Ahamad Dahlan Yogyakarta

Menulis, Membaca, Dakwah dan Menebar Kebermanfaatan

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Implementasi Qashas Al-Qur'an dalam Pembelajaran PAI di Sekolah Dasar

22 Juli 2021   22:41 Diperbarui: 22 Juli 2021   23:04 141 0 0 Mohon Tunggu...

Dalam pelaksanaan pembelajaran PAI tidak bisa terlepas dari berbagai problematika dan tantangan dalam proses pelaksanaanya. Pendidikan  Agama  Islam  adalah  upaya  sadar, terencana juga terstruktur  dalam hal  menyiapkan   peserta   didik   untuk   mengetahui,   memahami,   mendalami,   beriman,  bertaqwa,  dan mengimplementasikan berbagai pelajaran yang telah di terima. Pada masa ini kerap sekali pendidik PAI yang menjalankan proses pembelajaran yang bisa di katakan kurang menarik, atau bahkan terlalu kaku dalam menyampaikan materi.

Oleh karenanya pendidik harus mencari cara ataupun teknik baru dalam menyampaikan sebuah materi PAI agar nantinya siswa lebih tertarik dalam menerima materi dan juga mampu memudahkan siswa dalam mencerna setiap materi yang di sampaikan. Terlebih lagi berbagai fenomena sosial mulai dari minimnya minat literasi islami, budaya pergaulan bebas, kencangnya arus penyebaran teknologi dan gejala sosial lainya juga menambah angka-angka kemerosotan generasi islami yang sadar akan kewajibanya untuk selalu mengkaji, mendalami dan mengimplementasikan budaya islami dalam sehari-harinya.

Hadirnya sebuah metode, materi, maupun media pembelajaran yang interaktif tentu akan lebih menunjang prosesi kegiatan belajar mengajar. Dalam artian pembelajaran PAI juga harus ikut serta memilah dan mengimplementasikan sebuah metode, materi, maupun media pembelajaran yang inovatif, interaktif dan bercorak islami dalam menjalankan prosesi pembelajaran. Dengan adanya metode, materi dan media tersebut arah laju pembelajaran PAI akan di nilai optimal, efisien dan mampu mencerahkan pemahaman peserta didik terlebih di jenjang sekolah dasar. Sehingga dengan termotivasinya siswa dalam mempelajari Pendidikan islam, maka akan menumbuhkan semangat mengamalkan ajaran islam dalam keseharianya.

Qashas bisa di katakan sebagai sebuah metode bercerita dengan menjadikan ayat suci Al-Qur'an sebagai sanad atau dasar di balik suatu kisah yang di ceritakan ataupun di gambarkan secara singkat ialah sebuah berita yang terkandung dalam Al-Qur'an berkaitan tentang suatu peristiwa umat terdahulu. Implementasi qashah al-qur'an pada pembelajaran PAI dapat di jadikan sebagai sebuah metode, materi, maupun media dalam pelaksanaanya. Kisah Qurani bukan termasuk karya seni, melainkan sebagai firman Allah yang mempunyai tentunya mempunyai Bahasa sastra dan nilai-nilai estetika yang sangat tinggi, jauh di bandingkan dengan karya seni manapun. Di dalamnyapun memuat berbagai informasi penting berkaitan tentang kehidupan serta peristiwa-peristiwa yang telah terjadi oleh manusia terdahulu dengan maksud untuk menjadi cermin sekaligus pelajaran berharga bagi kehidupan manusia di masa itu dan di di masa yang akan datang.

Diantara berbagai tujuan qashah al-qur'an yakni mampu merealisasikan berbagai fenomena yang berkaitan dengan tujuan peribadatan atau keagamaan yang erat kaitanya terhadap fungsi manusia hidup di alam dunia baik bertindak sebagai Abdullah maupun sebagai Khalifatullah di muka bumi, oleh karenanya Al- Qur'an merupakan sebuah wahyu Allah yang menjadi kitab rujukan, petunjuk serta di jadikan pedoman bagi umat manusia terkhususnya kaum muslimin. Melalui qashah al-qur'an, dakwah Islamiyah akan lebih mudah dicerna, dapat menggugah hati serta lebih menarik bagi setiap pendengar atau pembacanya

Qashah Al-Qur'an juga sinkron dan selaras dengan kurikulum 2013 dimana sistem pembelajarannya telah dirancang secara terpadu baik antara satu mata pelajaran dengan berbagai mata pelajaran lainnya yang di sajikan dalam bentuk tema ataupun yang biasa dikenal dengan istilah pembelajaran tematik. Dalam kegiatan pembelajaraanya senantiasa dibungkus melalui pendekatan saintifik dengan meliputi berbagai kegiatan seperti mengamati, mendiring untuk bertanya, mencoba, penalara serta mengkomunikasikannya agar mampu mendukung tercapainya suatu kompetensi peserta didik baik secara kognitif (pemahaman), afektif (sikap) dan psikomotornya.

Implementasi pembelajaran tematik seharusnya bisa dikaitkan dengan kultur yang terdapat di lingkungan sekitar peserta didik yang mengarah pada tercapainya suatu pengetahuan baru atau penerapan yang sesuai materi pembelajaran di lingkungan sekitar peserta didik. pada lampiran ke IV Permendikbud Nomor 81A tahun 2013 secara tegas menjelaskan bahwa pembelajaran di jenjang sekolah dasar harus dikembangkan secara terpadu atau keterpaduan antarlintas mata pelajaran dengan tujuan pengembangan sikap, tematik, mendorong keterampilan peserta didik, memberikan pengetahuan baru atau mengembangkan sebuah materi serta mengapresiasi antar keragaman agama dan budaya local di sekitar peserta didik. Berbagai hal yang bisa di lakukan oleh seorang pendidik dalam penerapan sistem pembelajaran tersebut, salah satunya melalui penerapan qashah dalam al-qur'an yang di pandang mampu di jadikan sebagai metode, materi dan media pembelajaran. Namun, terdapat perihal yang cukup di sayangkan karena pendidik belum mampu menerapkan qashah al-qur'an dalam prosesi pembelajaran.

Mengacu pada permasalahan di atas maka duta daripada program Kampus Mengajar Angkatan 1 yang tengah di canangkan oleh Mendikbud RI Nadiem Makarim, dimana di maksudkan agar mampu memotivasi guru, siswa maupun segenap stakeholder yang ada di jenjang sekolah dasar. Besar harapan dari adanya kegiatan ini ialah agar mampu meningkatkan mutualisme Pendidikan pada jenjang Pendidikan dasar di segenap sekolah yang di kategorikan 3T (terdepan, tertinggal dan terpencil). SDN 3 Slatri  menjadi salah satu SD yang di kategorikan sebagai SD 3T, sekolah tersebut beralamatkan di Desa Slatri, Kecamatan Karangkobar dan terletak di Kabupaten Banjarnegara. SDN tersebut kurang memadai dalam memberikan layanan Pendidikan di karenakan kondisi siswa yang kurang sesuai dengan jumlah minimum siswa, guru yang juga di katakana kurang dalam segi kuantitas, serta penyediaan fasilitas sekolah yang kurang memadai. Oleh karenanya beberapa duta kampus mengajar yang terdiri dari Wahyu Kusniawan (Universitas Ahmad Dahlan), Liana Tri Lestari (Universitas Ahmad Dahlan), Afifah Althafinisa (Universitas Ahmad Dahlan), Alda Adiestya Rahmadhani (Universitas DIponegoro), Rahma Fitriyani (Universitas Jenderal Sudirman), Bunga Olivia Pradina (Universitas Muhammadiyah Purwokerto), Reza Ishar Rifai (Universitas Dian Nuswantoro) dan Puput Fitrianingsih (Universitas Sains dan Al-Qur'an) melakukan penerapan Qashah Al-Qur'an dalam pembelajaran PAI di SDN 3 Slatri.

Dalam pelaksanaanya mahasiswa yang memberikan pembelajaran PAI menjadikan Qashah Al-Qur'an sebagai sebuah metode dan materi pembelajaran. Sebagai contoh Ketika memberikan materi tentang akhlak berbakti kepada orang tua maka mahasiswa mengaitkanya dengan kisah seorang sahabat nabi yang bernama Uwais Al-Qarni. Sebagai contoh lain dalam memberikan materi tentang motivasi taat beribadah khususnya sholat, maka mahasiswa memberikan sebuah kisah tentang nabi Muhammad dan para sahabatnya yang selalu taat dalam menunaikan sholat dengan berjama'ah dan tepat waktu. Ada suatu materi yang mungkin susah jika harus di kaitkan dengan Qashah Al-Qur'an seperti materi tentang iman kepada hari akhir, namun dalam Al-Qur'an sendiri cukup jelas memberikan gambaran dan mengaitkanya dengan sebuah kisah serta dalam hadits nabi juga banyak yang menguatkan berbagai dalil tersebut pada akhirnya mahasiswa-pun mengangkat kisah tentang imam mahdi, turunya nabi isa a.s untuk membunuh fitnah daripada dajjal al-masih. Selain itu dalam pelaksanaanya mahasiswa tidak hanya sekedar memberikan dongeng saja melainkan juga mengaitkan pembelajaran dengan teknologi yang ada seperti memberikan video tentang kisah nabi, penggunaan aplikasi sederhana dan sejenisnya.

Tujuan daripada penerapan Qashah Al-Qur'an tersebut di antaralain agar mampu memotivasi siswa untuk mampu mengambil hikmah dari setiap kisah yang kami berikan. Setelah siswa mampu mengambil hikmah di setiap kisah maka selanjutnya sebagai upaya tindak lanjut maka kami menghimbau siswa untuk mampu mengaplikasikan hikmah tersebut dalam keseharian siswa, mulai dari berbakti kepada orang tua, taat beribadah dan juga senantiasa mengimani hari akhir. Dengan ini besar harapan siswa akan lebih termotivasi untuk terus menggali kisah-kisah islami dalam Al-Qur'an dan nantinya dapat mengambil hikmah serta mengaplikasikan dalam keseharian sesuai dengan kisah yang mereka fahami.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN