Mohon tunggu...
Wahyu Agustian
Wahyu Agustian Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Sulit tapi bisa! 10/90

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Memandang 2022 dengan Filosofi Stoicism

29 Desember 2021   15:46 Diperbarui: 29 Desember 2021   16:17 223 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber: theconversation.com 

Tahun ini, 2021 mungkin menjadi tahun yang diluar ekspektasi kita. Hari hari yang berat ditahun ini mungkin saja menjatuhkan semangat kita untuk menggapai mimpi. Semuanya serba diluar dari planing kita. Kita harus kembali mumutar otak untuk mendapatkan apa yang harusnya kita dapatkan dengan situasi dan kondisi seperti ini. Pandemi yang tak kunjung usai, diputusin pacar, ipk yang pas-pasan. Itu semua merupakan realita yang mendatangkan emosi negatif seperti sedih, takut, stress, dan cemas yang berlebihan. Iya, emosi negatif yang timbul dalam diri kita itu karena pandangan kita terhadap realita yang tidak sesuai dengan keinginan kita, realita yang jauh diluar ekspektasi kita. Sebagai manusia kita mempunyai batasan-batasan untuk hal-hal yang tidak bisa kita rubah atau hal-hal diluar kendali kita.

Diakhir tahun yang berat ini, banyak begitu hal-hal yang sangat luar biasa yang mungkin jika kita bayangkan sebelumnya kita tidak akan dapat melewatinya sampai sampai saat ini. Saking beratnya harapan, asa, dan cita-cita yang sedang kita perjuangkan mungkin harus kita tahan dulu atau kita ganti dengan yang lebih dekat untuk diraih. Sudahlah, kita tutup buku untuk tahun ini, 2021 akan segera berakhir. Ini momentum untuk kita kembali mengumpulkan sisa-sisa semangat, membesarkan api perjuangan yang hampir padam. Kita harus menatap hari yang akan datang, minggu yang akan berkunjung, dan tahun yang segera jumpa.

Memandang 2022 dengan filosofi stoicism menurut saya sangat efektif untuk situasi seperti sekarang ini. Tidak seperti filosifi lainnya yang terbilang rumit, filosofi ini merupakan aliran filsafat Yunani-Romawi kuno yang dicetus oleh Zeno sekitar tahun 300 SM. Filosofi stoicism ini terbuka untuk semua golongan tanpa melihat status ekonomi dan sosialnya.

Dalam stoicism pikiran merupakan kekuatan yang utama yang ada dalam diri kita, oleh karena itu filosofi ini mengajak kita semua untuk memikirkan hal-hal buruk atau kemungkinan kemungkinan buruk yang bakal terjadi dalam kehidupan ini. Nah dengan begita kita bakal tahu bahwa apakah hal buruk tersebut dibawah kendali kita. Disini kita dapat memilih dan memilah mana yang bisa kita ubah dan mana yang tidak bisa kita ubah.

Sekarang mari kita coba berpikir buruk untuk tahun 2022, bagaimana jika pandemi masih menghantui, bagaimana jika ternyata kita tidak lulus mata kuliah, bagaimana jika kita diputuskan oleh pacar kita dan kemungkinan kemungkinan lainnya yang buruk, barukah setelah itu kita bisa memilih apa yang masih bisa kita kendalikan dan menghindari kemungkinan buruk itu terjadi.

Dengan begitu kita dapat membesakan diri kita terhadap emosi negatif yang akan datang, karena dengan begitu kita bisa lebih memfokuskan diri kepada hal hal yang bisa kita kendalikan.

Selain itu dengan menerapkan filosofi stoicism ini kita juga belajar mengasah kebajikan dala hidup, karena dampak positif yang didapatkan dari stoicism ini tidak hanya dirasakan oleh kita, namun juga oleh orang-orang disekitar kita. Ada 4 kebajikan utama yang ditekankan filosofi ini, antara lain :

Kebijaksanaan : kemampuan mengambil keputusan terbaik lewat pertimbangan berbagai aspek

Keadilan : kemampuan memperlakukan orang lain dengan adil dan jujur

Keberanian : kemampuan berani berpegang teguh pada prinsip dalam hiup

Kemampuan menahan diri : kemampuan melakukan disiplin, kesederhanaan serta komtrol diri terhadap nafsu dan emosi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan