Wahyu Sapta
Wahyu Sapta karyawan swasta

Menyatulah dengan alam, bersahabatlah dengan alam, ikuti alirannya, lalu kau rasakan, bahwa dunia itu indah, tanpa ada suatu pertentangan, damai, nyaman, teratur, seperti derap irama alam berpadu, nyanyian angin, nyanyian jiwa, beiringan, dekat tapi tak pernah berselisih, seimbang, tenang, alam, angin, jiwa, mempadu nyanyian tanpa pernah sumbang...

Selanjutnya

Tutup

Hijau highlight headline

Beberapa Tanaman Pengganti Rumput untuk Taman

16 April 2017   11:57 Diperbarui: 18 April 2017   11:53 2962 21 15
Beberapa Tanaman Pengganti Rumput untuk Taman
Sebuah Taman memperindah bangunan. (Sumber: dokpri).

Sebuah taman, akan memperindah bangunan. Bagaimana jadinya jika sebuah rumah tanpa sebuah taman? Rumah tersebut akan terlihat gersang, kosong dan panas. Berbeda jika dalam sebuah bangunan terdapat sebuah taman. Akan terlihat indah, asri, nyaman dan sejuk. Udara juga menjadi lebih segar. Apalagi jika hati sedang gundah, taman bisa menyejukkan hati, menghijaukan mata, alih-alih bisa menghilangkan stres.

Tak harus memiliki lahan yang luas untuk bisa memiliki sebuah taman. Apabila kita hanya memiliki lahan sempit, kita bisa memakai pot-pot untuk memperindah rumah. Kita isi dengan tanaman bunga-bungaan yang diinginkan. Kegiatan ini juga bisa untuk menyalurkan hobi merawat tanaman loh, bila kita menatanya, hingga menjadi cantik selayaknya taman bunga. Bisa juga ditambah dengan elemen-elemen pendukung, misalnya gentong berisi air dan diberi asesoris air mancur. Suara air yang gemericik, akan membuat hati nyaman dan sejuk.

Berbeda lagi jika kita memiliki lahan yang luas, maka apa saja bisa kita tuangkan untuk memperoleh sebuah taman yang indah dan cantik sesuai dengan jiwa. Yang jelas sih, sebuah taman dalam sebuah bangunan akan mencerminkan jiwa sang pemilik rumah. Pemilihan beberapa elemen taman, baik soft material maupun hard material akan berpengaruh pada hasil akhir sebuah taman.

Biasanya pemilihan soft material itu berupa tanaman yang akan menjadi pengisi sebuah taman. Baik itu tanaman besar, tanaman pendek atau tanaman ground cover atau tanaman penutup tanah. Tanaman penutup tanah sebagai finishing taman, agar taman terlihat hijau dan sejuk. Biasanya oleh pemilik taman, sebagai ground cover akan mengisinya dengan rumput, baik itu rumput jepang atau rumput gajah mini. Akan tetapi pemilihan ground cover tak hanya berupa tamanan rumput saja. Bisa digantikan tanaman lain yang setara dengan rumput.

Ada beberapa tanaman yang bisa menggantikan rumput, yang tidak kalah indahnya dengan rumput. Perawatannya juga sama dengan rumput. Rajin menyiram dan memotong secara berkala. Karena biasanya, apapun tanaman, jika telat merawat dan memotongnya akan memiliki bentuk yang jelek.

1. Kacang-kacangan

Bunganya berwarna kuning terang yang cantik memesona. Karakter tanaman mirip dengan tanaman kacang tanah. Disebut kacang-kacangan karena bentuk daunnya sangat mirip dengan tumbuhan kacang tanah, bulat lonjong, berukuran kecil, dan tumbuh menjalar. Tumbuhan ini sendiri memang sebenarnya menghasilkan kacang, tetapi tidak lazim dikonsumsi di Indonesia. Banyak dijumpai di bahu-bahu jalan. Cepat tumbuhnya dan hampir tiap hari berbunga. Perawatannya juga mudah, karena bisa tumbuh di lahan terbuka. Selain sebagai penghias, banyak orang yang belum tahu kalau tanaman kacang hias ini ternyata bisa juga dipakai sebagai bahan makanan untuk hewan ternak, sebagai tanaman penutup tanah atau lahan kosong, dan sebagai pengendali atau pengontrol erosi pada lahan miring.

Kacang-kacangan (Sumber: dokpri)
Kacang-kacangan (Sumber: dokpri)

2. Kucai Mini

Tanaman kucai mini ini bisa difungsikan sebagai pengganti rumput, tidak bisa tumbuh lebih tinggi dari 15 cm. Taman menjadi lebih indah dan mewah, karena bentuk tanamannya yang bagus. Harganya sih lumayan mahal. Bisa juga difungsikan sebagai tanaman untuk vertical garden. Dan jika dalam sebuah taman bisa dipadukan dengan berbagai tanaman lainnya, misalnya dengan broumelia atau agave dan lain-lain.

Kucai Mini, tingginya tak sampai 15 cm, dipadukan dengan broumelia. (Sumber: dokpri).
Kucai Mini, tingginya tak sampai 15 cm, dipadukan dengan broumelia. (Sumber: dokpri).

3. Beauty Taiwan

Disebut juga Chupea Hyssopifolia, merupakan tanaman yang berasal dari Amerika. Daunnya kecil, termasuk tumbuhan semak. Hampir sering berbunga sepanjang masa. Bunganya berwarna ungu cenderung pink, putih dan kuning. Murah meriah, gampang perawatannya, yang penting rajin memotong dan merapikannya. Bisa juga untuk pengisi pot gantung loh, atau untuk vertical garden.

Beauty Taiwan, sering berbunga. (Sumber: dokpri)
Beauty Taiwan, sering berbunga. (Sumber: dokpri)

4. Widelia

Bunga Widelia. Merupakan tumbuhan semak, yang tumbuh liar. Banyak tumbuh di lahan-lahan kosong dekat persawahan. Akan tetapi tak menutup kemungkinan ditanam dalam sebuah taman. Berfungsi sebagai ground cover, atau tanaman penutup tanah setara dengan rumput. Perlu perawatan khusus agar tumbuh rapi dan tidak liar, yaitu dengan memotongnya secara berkala dan merapikannya. Bunganya cantik loh, seperti bunga matahari dalam bentuk mini.

Widelia, tumbuh liar di dekat persawahan. (Sumber: dokpri)
Widelia, tumbuh liar di dekat persawahan. (Sumber: dokpri)

5. Ruellia tuberosa

Atau sering disebut bunga pletekan, karena memiliki buah yang jika sudah matang berwarna coklat dan jika terkena air akan memecah dan berbunyi pletek pletek. Cara berkembang biak lewat biji yang berada di dalam buahnya. Bunganya memiliki beberapa warna: ungu, pink, putih. Meski tak favorite, bunga ini tetap sedap dipandang mata. Cantik kan bunganya.

Ruellia Tuberosa atau Bunga Pletekan. (Sumber: dokpri)
Ruellia Tuberosa atau Bunga Pletekan. (Sumber: dokpri)

6. Portulaka

Sering juga disebut tanaman krokot. Bunganya memiliki berbagai warna. Memiliki varietas tunggal atau bunga kelopak tunggal dan bunga bertumpuk. Tidak begitu menyukai air, tapi juga tak terlalu kering. Hampir berbunga sepanjang masa, Menyukai sinar matahari langsung, mudah perawatannya.

Portulaka hampir sering berbunga. (Sumber: dokpri)
Portulaka hampir sering berbunga. (Sumber: dokpri)

7. Lantana

Rajin berbunga, memiliki bunga yang warna-warni. Harus rajin memotong, untuk memperoleh bentuk tanaman yang rapi dan tak tampak liar. Termasuk tanaman liar dan cepat pertumbuhannya. Banyak yang menyebutnya bunga tembelekan. Jika di hutan, bunga ini tumbuh liar.

Lantana, tumbuh liar di hutan. Bunganya cantik dan berwarna-warni. (Sumber: dokpri)
Lantana, tumbuh liar di hutan. Bunganya cantik dan berwarna-warni. (Sumber: dokpri)

8. Bakung

Tanaman ini sering kita jumpai di sepanjang jalan. Termasuk tanaman kuat, karena tidak membutuhkan perawatan ekstra, berbunga cantik, bahkan jika ditanam dalam sebuah taman di rumah, bunganya bisa dipetik untuk hiasan vas. Tak harus membeli di toko bunga kan?

Bakung, bunganya berwarna putih. (Sumber: dokpri)
Bakung, bunganya berwarna putih. (Sumber: dokpri)

9. Lily Hujan

Atau disebut juga bunga zephyranthes. Tumbuh menggerombol, jika berbunga akan tumbuh serentak, sehingga terlihat indah dan menyenangkan. Hanya sayangnya sebentar saja, kemudian layu. Tetapi bunga lain akan menggantikannya keesokan harinya. Bunganya ada yang berwarna pink, putih dan kuning. Memperbanyak bibitnya dari umbinya. Sering juga disebut bunga bawangan, karena umbinya seperti bawang merah.

Lily Hujan atau Zephyranthes. (Sumber: dokpri)
Lily Hujan atau Zephyranthes. (Sumber: dokpri)

10. Kencuran

Sering juga disebut Lily Brazil. Tumbuh menggerombol. Gampang pertumbuhannya. Memiliki umbi dan cepat beranak. Daunnya berwarna hijau kombinasi putih. Bentuknya seperti rumput. Bisa menjadi ground cover pengganti rumput dan tak kalah indahnya dengan rumput. Tanaman ini bisa dipadukan dengan tanaman lainnya.

Kencuran atau Lily Brazil, memiliki daun yang berwarna hijau kombinasi putih. (Sumber: dokpri).
Kencuran atau Lily Brazil, memiliki daun yang berwarna hijau kombinasi putih. (Sumber: dokpri).

Nah, itulah 10 tanaman, sebagian tanaman yang bisa menjadi alternatif pengganti rumput dalam sebuah taman. Semoga bisa menjadi inspirasi. Selamat bertanam dan berkebun, ya!

Semarang, 16 April 2017.