Mohon tunggu...
Wahyu Sapta
Wahyu Sapta Mohon Tunggu... Penulis #Peraih Best In Fiction Kompasiana Award 2018#

Menyatulah dengan alam, bersahabatlah dengan alam, ikuti alirannya, lalu kau rasakan, bahwa dunia itu indah, tanpa ada suatu pertentangan, damai, nyaman, teratur, seperti derap irama alam berpadu, nyanyian angin, nyanyian jiwa, beiringan, dekat tapi tak pernah berselisih, seimbang, tenang, alam, angin, jiwa, mempadu nyanyian tanpa pernah sumbang...

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan Pilihan

Masjid Kampung Kami yang Ramah untuk Segala Usia

20 Mei 2018   15:42 Diperbarui: 20 Mei 2018   15:53 881 15 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Masjid Kampung Kami yang Ramah untuk Segala Usia
Masjid At-Taqwa, masjid dekat rumah kami yang ramah untuk segala usia warga sekitar masjid. (Foto:dokpri).

Ada banyak masjid besar yang ada di Kota Semarang. Antara lain, Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Baiturrahman di Simpang Lima dan Masjid Agung Kauman. Semarang memiliki sejarah panjang dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Wilayahnya yang berada di  pesisir pantai menjadi pintu gerbang perdagangan dari zaman dahulu. Kelebihan ini menjadikan dakwah Islam semakin meluas. Hingga kini sejumlah masjid di  Semarang tersebut tetap digunakan untuk kegiatan ibadah. Bentuk masjid pun memiliki ciri khas Jawa yang kental.

Saya dan keluarga bersyukur tinggal di salah satu kampung, yang meskipun menempati wilayah perkotaan Semarang, tetapi masyarakatnya masih guyup. Padahal kami tinggal di sebuah komplek perumahan, yang biasanya masyarakatnya individual. Selain guyup, juga saling menghormati dan memiliki toleransi tinggi antar agama. Mayoritas masyarakat yang tinggal di sini adalah muslim, yang sangat menghormati pemeluk agama lain.

Di dekat rumah, ada sebuah masjid yang menjadi pusat kegiatan keagamaan yang sangat ramah untuk segala usia warganya. Bentuk masjidnya telah modern. Beberapa kali mengalami renovasi. Meskipun bukan merupakan masjid besar yang terkenal, karena berada di sebuah kampung. Tetapi masjid ini merupakan masjid yang sangat menginspirasi warga sekitar dan lingkungannya, di segala usia. Masjid At-Taqwa, merupakan pusat kegiatan kaum muslimin di lingkungan sekitar. Tidak hanya itu, masjid ini juga pusat kegiatan sosial dan kemanusiaan. Tidak milik golongan tertentu, akan tetapi milik semua warga. Dan menjadi masjid favorit saya.

Pada hari-hari biasa, ada banyak kegiatan yang dilakukan. Saat tiba salat lima waktu tiba, ada saja yang salat di masjid ini. Salat Jumat selalu penuh tiap minggunya, baik oleh warga sendiri atau warga luar kampung. Kegiatan lain yang rutin juga ada. Seperti pengajian ibu-ibu setiap hari Jum'at dan pengajian umum sebulan sekali.

Saya memang tidak begitu aktif mengikuti semua kegiatan di masjid, hanya beberapa kali saat bisa. Tetapi saya salut, karena masjid ini sangat menginspirasi lingkungan sekitar.

Masjid ini memiliki kegiatan Gerakan Seribu Rupiah (GSR) yang sudah berlangsung beberapa tahun lamanya. GSR adalah kegiatan mengumpulkan dana dari warga berupa celengan yang diisi oleh warga secara sukarela. Pengurus masjid membagikan sebuah celengan untuk diisi. Tiap harinya, jika ada dana berlebih, kita bisa mengisinya. Jika telah penuh, diberikan kepada pengurus untuk disalurkan kepada warga yang berhak. Kemudian wadah dikembalikan lagi kepada warga untuk bisa diisi kembali. Mirip celengan sehari-hari.

Gerakan Seribu Rupiah (GSR) adalah salah satu kegiatan sosial yang ada di lingkungan masjid At-Taqwa. (Foto: dokpri).
Gerakan Seribu Rupiah (GSR) adalah salah satu kegiatan sosial yang ada di lingkungan masjid At-Taqwa. (Foto: dokpri).
Selain celengan tersebut, tiap bulan di setiap arisan rutin bulanan, juga dibuka kesempatan untuk memberikan dana rutin untuk GSR. Dana tersebut, nantinya disalurkan untuk kelancaran pendidikan anak di lingkungan RW setempat, yang orang tuanya tidak mampu membiayai kelanjutan studinya. Juga kegiatan sosial lainnya, dengan prinsip sukarela, kebersamaan, kepedulian dan menyemangati warga yang tidak mampu.

GSR ini disambut antusias oleh warga, termasuk saya. Tidak berat, mengumpulkan uang untuk bersedekah, karena dilakukan setiap hari. Semampu dana yang kita punya. Seperti menabung. Tetapi ini adalah tabungan amal.

Selama bulan Ramadan, Masjid At-Taqwa memiliki kegiatan yang bertujuan untuk mempertebal keimanan warga muslim di lingkungan masjid. (Foto: dokpri).
Selama bulan Ramadan, Masjid At-Taqwa memiliki kegiatan yang bertujuan untuk mempertebal keimanan warga muslim di lingkungan masjid. (Foto: dokpri).
Apalagi di bulan suci ramadan ini. Masjid At-Taqwa telah penuh kegiatan, seperti pesantren ramadan untuk anak Paud hingga umur setingkat SMP, yang dikelola oleh remaja masjid. Dilakukan selama sepuluh hari di bulan ramadan. Anak-anak yang mengikuti pesantren kilat disediakan konsumsi untuk berbuka berupa snack sehat yang diberikan oleh ibu-ibu secara bergiliran dan terjadwal. Hal inilah, salah satu yang membuat anak-anak bersemangat mengikuti pesantren kilat. Hehehe...

Pesantren kilat untuk anak-anak seusia Paud hingga SMP yang dikelola oleh Remaja Masjid. (Foto: dokpri).
Pesantren kilat untuk anak-anak seusia Paud hingga SMP yang dikelola oleh Remaja Masjid. (Foto: dokpri).
Kemudian bazar ramadan yang telah dilakukan sebelum ramadan tiba. Sasarannya adalah membantu warga sekitar yang tidak mampu, dengan menjual barang kebutuhan pokok dibawah harga standar. Sponsornya adalah para dermawan.

Masjid ini juga mengadakan kegiatan saat menjelang berbuka, ada buka bersama yang dilanjutkan salat magrib secara berjamaah. Juga salat terawih, tadarus, kataman Quran. Pengajian berupa pemberian siraman rohani atau ceramah, diadakan setiap selesai salat subuh dan salat tarawih. Dan masih banyak kegiatan lain, yang intinya adalah menambah keimanan warga sekitar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN