Birokrasi

Jabatannya Finish, Inilah Mas Khafidh dengan Kesantunan dan Ketidaktegasannya

5 Agustus 2018   22:12 Diperbarui: 5 Agustus 2018   22:23 671 0 0
Jabatannya Finish, Inilah Mas Khafidh dengan Kesantunan dan Ketidaktegasannya
Wakil bupati Merangin Periode 2013-2018 Drs H Abdul Khafidh MM (suararakyatnews.com)

MERANGIN - Drs H Abdul Khafid, MM pada hari ini tepat lima tahun menjabat sejak dilantik pada 6 Agustus 2013 lalu sebagai wakil bupati Merangin, ia nyaris setia mendampingi Dr H Al Haris, S.Sos., MH sebagai kepala daerah kabupaten ini. Tak hanya Mas Khafid panggilan akrab wabup Merangin periode 2013-2018 yang berakhir (finish) masa jabatannya, Al Haris-pun sebagai bupati-nya juga demikian.

Namun begitu mereka beda kasus, jabatan Al Haris diperpanjang oleh masyarakat secara konstitusional berdasarkan hasil Pilkada 2018 hingga tahun 2023, sementara Mas Khafidh harus mengakhiri kekuasaanya sebagai wabup hingga hari ini. Amanah rakyat pada Pilkada serentak jilid III belum memberi kesempatan kepada Mas Khafid menyambung jabatan sebagai orang nomor dua di bumi tali undang tambang teliti ini.

Sejak dilantik oleh gubernur Jambi Hasan Basri Agus pada lima tahun silam, Al Haris dan Khafid menurut penulis terlihat "berhubungan" sangat baik, bahkan hingga akhir masa jabatan (AMJ), meskipun sejak awal tahun 2018 ini hingga 27 Juni tahun ini mereka harus bersiteru berlawanan dalam kontestasi ajang lima tahunan ini. 

Suami Emi Minarsih ini selama menjabat wabup terlihat jadi sosok yang "tahu diri" sebagai orang nomor dua, perjalanan 5 tahun mendampingi Al Haris mustahil rasanya tak ada masalah dan cekcok diantara mereka, ayah dua anak ini sepertinya cukup piawai dalam meminimalisir persoalan itu, sebab hingga purna bakhti tak ada yang kita ingat soal adanya pertikaian diantara mereka, mereka cukup harmonis.

Jika penulis boleh menyimpulkan type kepemimpinan wakil bupati demisioner ini, yang dirasa cukup membekas diingatan wabilkhusus tentang dua hal "Kesantunan dan Ketidaktegasan", dua kata ini tak bisa penulis lepas dan mohon maaf harus penulis alamatkan kepada pria kelahiran Temanggung 19 Juni 1961 atau 57 tahun silam ini,

Pertama soal Kesantunannya, andai dilakukan survey, saya haqqul yaqin diangka 90 persen responden akan menjawab bahwa lelaki pemilik hobi olah raga sepeda ini adalah hamba tuhan yang memiliki sikap santun, kesantunan mas Khafid sangat terlihat dan begitu membekas, beliau hormat kepada siapa saja, tutur katanya lembut serta menyejukkan, gestur-nya seakan menjelaskan sebuah penghargaan kepada siapapun.

Memang, tak banyak pejabat yang bisa bersikap santun serupa ini, apalagi selevel wakil bupati, kesantunan alumni SDN Jampirejo Temanggung ini terlihat natural dan jauh dari kesan pencitraan, faktor utama kesantuan khafid bisa jadi dikarenakan beliau "orang jawa" sebuah suku yang orangnya terkenal dengan keramahan dan sopan santun. Inilah Khafidh wakil bupati Merangin yang terkenal dengan kesantunannya. 

Kedua soal Ketidaktegasan, soal yang satu ini akan penulis ulas dari pengalaman pribadi, entahlah apakah ketidaktegasan yang saya rasakan juga dirasakan sama oleh pihak lain teruma yang pernah jadi bawahannya di birokrasi. Selama perjalannya menjabat wabup, minim saya melihat sikap tegas dari seorang Abdul Khafidh, apakah ketegasannya redup karena di telan kesantuannya? Entahlah.

Dahulu, semasa saya aktif sebagai demontran, disaat menggelar aksi di kantor bupati Merangin, kami sering disambut oleh mantan camat Limun ini (Khafidh), tetapi setiap apapun yang menjadi tuntutan kami, beliau selalu "bersilat" dengan selalu mengatakan terlebih dahulu, nanti saya laporkan ke pak bupati ya, sebagai wakil kepala daerah tentu kami berpikir ada hal yang harus diambil kebijakan olehnya waktu itu. Tetapi bola panas itu dilempar keatasan.

Bahkan, kami dari pendemo pernah menolak disambut beliau karena jawaban dari tuntutan kami sudah "terbaca", nanti saya lapor bapak bupati dulu, lebih teganya kami waktu itu, atas kekecewaan karena ketidaktegasan beliau kami para pendemo pernah wall out (WO) meninggalkan forum pertemuan yang dia sendiri sebagai pimpinan. Ini ulah ketidaktegaskannya terhadap tuntutan kami.

Ketidaktegasannya bisa saja kita maklumi dengan berfikiran dia memang tak mau melangkahi bupati sebagai atasan. Namun demikian dan dilain kesempatan saya berpengalaman bahwa ketidaktegasan beliau begitu terasa juga membekas hingga sekarang sewaktu berurusan dengannya.  

Kapasitas beliau sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Merangin, ketua jabatan paling tinggi Lho. 

Singkat cerita, saya dkk, pernah menemui beliau yang tak lain adalah pucuk pimpinan di PMI Merangin, tentu harapan kami tertuju kepada kebijakan dan ketegasannya sebagai orang nomor satu ditubuh PMI itu dapat memutuskan permohonan kami itu, namun apa mau dikata, jawaban beliau singkat, nanti coba saya konsultasikan kepada pak sekretaris PMI. 

Disaat jadi bawahan beliau lapor atasan, disaat jadi atasan konsultasikan ke bahawan. Type kepemimpinan demokratis itu penting, bersikap tegas dan tidak bertele-tele juga perlu.

Kisah inilah, secuil contoh ketidaktegasan beliau sebagai seorang pemimpin. Tentu kelebihnya masih banyak yang tak diungkap begitupun kelemahan juga masih ada yang tak diekpose, walaupun demikian hormat saya kepada pak Khafidh dengan ucapaan terima kasih atas dedikasinya yang telah malang melintang berkarir didunia birokrat selama 22 tahun mengabdi di Kabupaten Merangin sejak 1996.

Dan, sudah 11 jabatan yang pernah didudukinya, mulai dari Camat Tabir Ulu, Camat Limun, Camat Bangko, Asisten III, Kepala Dinas Perhubungan, Asisten III lagi, Kepala Dinas Pendapatan, Sekwan DPRD Merangin, Kepala Bappeda, Sekda dan hingga terakhir pensiun sebagai ASN dan jabatannya pamungkas sebagai Wakil bupati, dialah Mas Khafid yang sukses berkarir di birokrat dengan Kesantunan dan ketidaktegasannya. 

Bangko, 05/08/2018

Penulis: Himun Zuhri