Mohon tunggu...
Vivia Velda
Vivia Velda Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang Uhamka

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Kedudukan Ilmu dalam Islam

23 April 2021   22:57 Diperbarui: 23 April 2021   23:48 50 1 0 Mohon Tunggu...

Ilmu berasal dari bahasa Arab, yaitu 'alima, ya'lamu, ilman dengan wazan fa'ila, yaf'alu yang berarti mengerti, memahami dengan benar-benar atau memahami dengan sesungguhnya. Dalam bahasa Inggris, ilmu disebut science, kemudian dari bahasa latin disebut scientia-scire yang berarti mengetahui, dan dalam bahasa Yunani disebut episteme

Menurut Ashley Montagu (Guru Besar Antropologi, Rutgers University) menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam suatu sistem yang berasal dari pengamatan, studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji. Sedangkan menurut Harsojo (Guru Besar Antropolog, Universitas Padjadjaran) mengatakan bahwa ilmu adalah akumulasi pengetahuan yang sistematikan, suatu pendekatakan atau metode terhadap seluruh dunia empiris dan suatu cara untuk menganalisis. 

Dari pendapat para ahli tersebut dapatt kita simpulkan bahwa ilmu adalah sebagian pengetahuan yang mempunyai ciri, tanda, syarat tertentuyaitu sistematik, rasional, empiris, universal, objektif, dapat diukur, terbuka dan kumulatif.

Ilmu adalah bagian dari pengetahuan yang terklasifikasi, tersistem, dan terukur serta dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris. Sedangkan pengetahuan adalah keseluruhan informasi yang berupa pikiran sehat (common sense) yang belum tersusun, baik secara metafisik maupun fisik. Pada hakikatnya ilmu pengetahuan lahir karena hasrat ingin tahu dalam diri manusia. Hasrat ingin tahu tersebut muncul dikarenakan banyak aspek kehidupan yang masih samar dan belum jelas. Akan tetapi pada awalnya ilmu pengetahuan masih dikaitkan dengan sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal mistis.

Islam sangat menghargai ilmu, hal tersebut terlihat sejak kemunculan agama Islam itu sendiri saat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dengan perintah iqra yang artinya "bacalah". ini menunjukkan kepada kita bahwa pentingnya ilmu pengetahuan. Keilmuan berkembang pada zaman Islam klasik (650-1250). hal ini dipengaruhi oleh persepsi mengenai bagaimana tingginya kedudukan akal seperti yang terdapat dalam Al-Qur'an dan hadis. Sekitar abad ke-6 hingga abad ke-7 kemajuan ilmu pengetahuan berada di peradaban Islam. Pada zaman tersebut bangsa Arab juga menjadi pemimpin dalam ilmu alam. Sumbangsih  ilmuan Islam dapat di bagi ke dalam 3 bagian, yaitu :

1. Menerjemahkan peninggalan bangsa Yunani dan menyebarluaskan sedemikian rupa, sehingga dapat dikenal bangsa barat seperti saat ini.

2. Memperluas pengamatan dalam lapangan ilmu kedokteran, obat-obatan, astronomi, ilmu kimia, ilmu bumi, dan ilmu tumbuh-tumbuhan.

3. Menegaskan sistem desimal dan dasar-dasar aljabar.

Berikut ini merupakan dalil-dalil terkait ilmu menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah.

1. Dalam Q. S. Al-Alaq [96]:5

"Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN