Kotak Suara

Anies Baswedan dan Segala Tanggung Jawab yang Menantinya, Apakah Beliau Siap?

26 Mei 2017   15:54 Diperbarui: 26 Mei 2017   16:26 1347 0 1

Selamat kepada Bapak Anies Baswedan yang baru saja terpilih sebagai pemimpin DKI Jakarta untuk 5 tahun kedapan. Pertarungan yang sungguh menegangkan yang menarik perhatian dunia baru saja kita saksikan dalam pemilihan Gubernur Jakarta.

Kita tidak mungkin bisa lupa dengan sepak terjang Ahok semenjak naik menjadi Gubernur menggantikan Pak Jokowi yang secara mengejutkan naik menjadi President Republik Indonesia.

Kerja Pak Ahok sungguh nyata mengubah wajah Jakarta dalam waktu yang sungguh singkat (Tidak sampai 5 tahun). Beberapa prestasi Pak Ahok yang sangat menonjol adalah:
1. Rusunawa yang tepat sasaran
2. Sungai-sungai yang menjadi limbah kembali asri
3. Memperbaiki citra PNS yang selama ini sangat buruk dimata masyarakat Jakarta
4. Pelayanan super cepat kepada keluhan masyarakat
5. Transparansi APBD yang fantastis
6. Penyediaan transportasi yang nyaman
7. Usaha mengurangi kemacetan
8. Membasmi Pungutan Liar
9. Menata Jakarta menjadi lebih elit dan rapi

Dan masih banyak lagi prestasi – prestasi lainnya. Gaya kepemimpinan Pak Ahok juga sudah banyak mengambil simpati masyarakat Indonesia. Status Pak Ahok yang merupakan keturunan Tionghoa membuat banyak masyarakat Indonesia sadar bahwa apapun Suku, Agama ataupun Rasnya, Indonesia tetaplah satu, kita semua yang lahir diTanah Air tercinta memiliki derajat yang sama.

Tetapi siapakah yang bisa menebak nasib seseorang? Pak Ahok dengan segala kecerdasan dan kelincahannya dalam mengembangkan tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta akhirnya kandas karena persaingan tidak sehat dari lawan-lawan politiknya. 

Kalian tentu sudah tahu apa yang terjadi saat ini kan? Dalam tulisan ini, saya ingin membahas lebih dalam tentang kesiapan Pak Anies sebagai pengganti Pak Ahok dalam memimpin Ibu Kota Jakarta.

Kita mengenal Pak Anies sebagai tokoh yang santun dan berwawasan. Tetapi apakah modal santun dan berwawasan sudah layak memimpin Kota seribet Jakarta? Apapun jawaban anda, mari sejenak saya ajak anda untuk menelusuri lebih dalam lagi.

Saat ini Pak Ahok sedang menjadi tahanan atas tuduhan “ANEH” penistaan agama. Selama Pak Ahok tidak aktif menjadi Gubernur, banyak hal-hal baik yang sudah dibenahi oleh Pak Ahok kembali menjadi buruk. Beberapa bukti tidak bisa disangkal, PNS yang bolos kerja mencapai lebih dari 2.000 orang. Sampah-sampah mulai bertebaran dijalanan. Kawasan Tanah Abang sudah mulai kembali amburadul.

Belum cukup sampai disitu, saat jaman Pak Anies berkampanye, beliau berjanji penerima KJP dan KIP sekaligus. Tapi ternyata itu tidak bisa direalisasikan karena menyalahi aturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Sebelumnya Pak Anies juga menjanjikan program DP rumah NOL Rupiah untuk masyarakat miskin, tetapi faktanya program ini justru tidak bisa dinikmati oleh masyarakat miskin.

Pak Anies juga menentang reklamasi dijaman Pak Ahok, dan lagi-lagi Pak Anies belum bisa membuktikan ucapannya, malah sebaliknya, program reklamasi akan terus dilanjutkan.

Pak Anies juga akan memangkas tenaga kerja PPSU atau yang sering kita sebut “Pasuka Oranye”. Kita tahu sendiri bahwa Tugas PPSU bukan saja membersihkan lingkungan dari tumpukan sampah. Lebih dari itu mereka mengerjakan segala satu yang menyangkut prasarana dan sarana yang berada di bawah tanggung jawab lurah setempat. Tugas utama mereka adalah menangani persoalan darurat dan kecil. Misalnya, membersihkan sampah yang menyumbat saluran air, memunguti sampah yang dibuang sembarangan, menambal lubang kecil di trotoar dengan semen, dan masalah kerusakan pada sarana dan prasarana umum di Jakarta.

Sekarang mari kita kembali lagi ke pertanyaan awal, apakah dengan bermodalkan kesantunan dan wawasan luas sudah bisa memimpin kota seribet Jakarta? Ya… saya setuju dengan anda, Pak Anies belum tentu bisa mengembangkan tugasnya dengan baik. Semua masih belum terbukti, semuanya masih hanya sebatas janji-janji yang dimana sebagian dari janji-janjinya itu sudah dilanggar bahkan sebelum dia dilantik sebagai Gubernur resmi DKI Jakarta.

Seorang pemimpin, bukan hanya sekedar bermodalkan kesantunan dan wawasan, tetapi juga membutuhkan kharisma, aura, mental baja, ketegasan dan integritas. Inilah yang belum bisa ditunjukkan oleh Pak Anies dan wakilnya Bapak Sandi.

Kinerja Pak Ahok yang nyaris sempurna membuat beban yang sungguh sangat berat bagi pasangan Anies-Sandi, sebab pasangan ini akan disoroti terus-menerus oleh seluruh rakyat Indonesia sepanjang masa jabatan mereka.

Sadarilah bahwa 57% suara yang diperoleh Pasangan Anies-Sandi banyak berasal dari masyarakat awam yang dibrainwash menggunakan isu SARA. Jadi 57% suara itu tidak murni berasal dari masyarakat cerdas. Fakta ini tidak lepas dari kampanye kotor yang banyak dilakukan oleh ormas-ormas radikal yang berpengaruh dalam memenangkan pasangan Anies-Sandi. Oleh karena fakta-fakta diatas, timbullah pertanyaan-pertanyaan baru:

Sanggupkah Pak Anies merealisasikan janji-janji manisnya? Sebab banyak orang cerdas yang meragukan kemampuan Pak Anies sejak awal.

Sanggupkah Pak Anies membahagiakan masyarakat miskin Kota Jakarta sekaligus membahagiakan koalisinya “TANPA MENGORBANKAN” Tubuh Kota Jakarta itu sendiri?

Sanggupkah Pak Anies membuktikan bahwa dirinya sama baiknya atau bahkan lebih baik dari Pak Ahok kepada masyarakat yang “TIDAK” memilih beliau?