Mohon tunggu...
16
16 Mohon Tunggu... Foto

Seseorang yang berusaha untuk terus merasa dahaga akan ilmu

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Kisah Cinta Penggugah Jiwa

24 Oktober 2020   12:20 Diperbarui: 24 Oktober 2020   12:35 53 2 0 Mohon Tunggu...

CLBK sejati


Bahtera Rumah tangga tak selamanya berlayar dilautan kehidupan tanpa badai cobaan dan gulungan ombak ujian

 keduanya kerap menghampiri silih berganti tanpa bisa di prediksi.
Sakit, sedih, mengiris hati tak bisa lagi dipungkiri.


Perpisahan..

Perpisahan adalah satu kata yang amat dibenci, satu kata yang mampu membuat seluruh bahtera itu hancur berantakan tak lagi terarahkan.

Pelayaran yang mengarungi samudera kehidupan yang sangat luas lagi dalam tak lagi sesuai harapan.

Namun apa daya ketika nahkoda bahtera itu memilih arah pelayaran yang tak lagi sejalan untuk menuju pulau impian.

Ingatkah kalian dengan kisah cintanya Zainab binti Rasulillah ~ shallallahu 'alaihi wasallam~ yang begitu menggugah jiwa..??

Zainab binti Rasul menikah dengan Abul ash bin robi' putera saudara perempuan Khodijah binti Khuwailid ( ibunda Zainab)  yang bernama Halah binti Khuwailid ,mereka menikah pada masa jahiliyyah sebelum ayahnya menjadi Nabi.

Setelah pernikahannya, Zainab tinggal dirumah suaminya di Mekah.

 Abul ash adalah pemuda terpandang Quraish, ia adalah pedagang kaya raya. Hari itu Zainab ditinggal olehnya untuk berdagang  ,dan hari itu jua kabar kenabian ayahnya tersebar di penduduk Mekah dan sampai ketelinga Zainab.
Lantas Zainab pun segera pergi kerumah orangtuanya untuk mencari kebenaran berita itu.


Alangkah senangnya Zainab tatkala mendengar kabar kebenaran itu dari ibunda tercintanya serta pamannya Waroqoh bin Naufal. Kemudian ia pun bersegera menyatakan keimanannya atas kenabian ayahnya.

Ia pulang kembali kerumahnya dan tak sabar menunggu kedatangan suaminya untuk memberikan kabar gembira itu.

Hari yang diharapkan pun tiba Abul Ash pulang dari perdagangannya, Zainabpun menyambutnya dengan hangat dan menyampaikan kabar kenabian ayahnya dan berharap ia akan tertarik dan masuk Islam.


Namun takdir berkata lain ia menolak tawaran istrinya untuk masuk Islam karena takut dikatakan oleh kaumnya bahwa ia masuk Islam hanya karena ingin mencari keridhoan istrinya.

Bahtera rumah tangganya perlahan goyah karena ombak ujian yang menerpa dan badai cobaan yang semakin kuat. 

Dimana sebagian kaum kafir Quraish menghasut Abul Ash untuk menceraikan Zainab.

 Namun karena begitu murni dan dalamnya Cinta Abul Ash kepada Zainab ia pun menolak dan berkata : " Demi Allah, aku tidak akan menceraikan isteriku, aku tidak ingin menggantinya dengan wanita mana saja di dunia ini".

Berganti hari, berganti pula ujian yang datang , Zainabpun di rundung kesedihan,  mendengar ayahnya, keluarganya dan kaum muslimin di embergo oleh kaum kuffar, ia hanya bisa berdo'a untuk keselamatan mereka.

Setelah taun2 kesulitan bagi kaum muslimin itu berlalu, kini kabar duka yang menghampiri Zainab dimana paman ayahnya Abu Tholib wafat yang disusul ibundanya (khodijah).

Sungguh amat besar ombak ujian yang menimpanya terlebih lagi ketika peperangan antara kaum muslimin dengan kaum kafir Quraish itu terjadi...

Ya... Perang badar,  perang yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita, namun apakah kalian tau ada kisah cinta yang mengharukan dibalik peperangan itu..??

Zainab gembira dengan kemenangan ayahnya dan kaum muslimin atas peperangan itu. Namun ia bersedih tatkala suaminya ditawan oleh kaum muslimin, dengan tebusan yang sangat mahal.

Akhirnya ia mengutus utusan untuk menebus suaminya dengan kalung pemberian ibundanya,tatkala Rasul mengetahui itu lantas Rasul meminta keridhoan para sahabat untuk melepaskan Abul Ash dan mengembalikan tebusannya, dan para sahabat pun menyetujuinya. 

Namun Rasul membebaskan Abul ash dengan  satu syarat, yaitu Abul Ash harus melepaskan zainab dan kembali kepada ayahnya.

Setelah permintaan Rasul itu disetujui oleh Abul Ash, perpisahan pun terjadi..


Zainab hijrah ke madinah dalam keadaan mengandung 4 bulan. Dalam perjalanannya melewati padang pasir ia pun dihadang oleh kaum musyrikin yang menyebabkan kandungannya gugur.

Bertambah ujiannya, bertambah kuat imannya.

6 tahun sudah perpisahan itu berlalu, sehingga suatu saat Abul Ash bersama kafillah dagangnya melewati Madinah yang kemudian dihadang oleh pasukan sariyah Rasul dan merekapun ditawan, namun Abul Ash berhasil meloloskan diri,  dan ia mendatangi rumah Zainab untuk meminta perlindungan.
Zainab pun menyetujuinya dengan gembira dan berharap Allah akan datangkan kepadanya hidayah Islam.

Dan Allah pun mengabulkan do'anya disaat abul ash kembali ke mekah  untuk mengembalikan harta dan hak2 kaumnya.  Lalu ia berseru : "Wahai kaum Quraisy, apakah ada di antara kalian yang hartanya belum aku kembalikan?” Mereka menjawab, “Tidak ada, semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, kami telah mendapatimu sebagai orang yang memegang amanah dan mulia.”

Lalu Abul Ash berkata, “Jika aku telah mengembalikan hak-hak kalian maka sekarang aku bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah! Demi Allah, tidak ada yang menghalangiku untuk masuk Islam sewaktu bersama Muhammad di Madinah kecuali aku takut kalian mengira bahwa aku ingin memakan harta kalian, tetapi setelah aku mengembalikan harta itu kepada kalian, dan sekarang aku telah melepaskan tanggunganku, maka aku masuk Islam.”

Setelah menyatakan keislamannya Abul Ash pun kembali ke Madinah dan berkumpul bersama isteri tercintanya Zainab, Kebahagiaan itu pun mulai datang menghampiri, menghapus kesedihan dan kedukaan yang telah lalu. 

Bahtera rumah tangga yang kembali mengayuh dayungnya berlayar menuju dan berlabuh di pulau impian yang sebenarnya, yaitu keridhoan Allah dan jannah-Nya.

Sumber: Majalah Al-Mawaddah, Edisi 10 Tahun ke-1 Jumadal Ula  1429/Mei 2008


VIDEO PILIHAN