Mohon tunggu...
Ahmad Nurul Very Ardiansyah
Ahmad Nurul Very Ardiansyah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Universitas Muhammadiyah Malang

Seorang mahasiswa seng sedang menjalani proses untuk menuju kesuksesan

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Melatih Soft Skill Public Speaking Anak-Anak Panti Asuhan Mawaddah Warohmah

18 Juli 2022   22:54 Diperbarui: 18 Juli 2022   23:12 155 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokpri
Dokpri

MALANG - PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) Bhaktiku Negeri Universitas Muhammadiyah Malang kelompok 56 gelombang 5 tahun 2022 melangsungkan kegiatan PMM dengan mengangkat tema soft skill sebagai fokus utama kegiatan PMM kali ini. 

Kegiatan ini berlangsung di Panti Asuhan Mawaddah Warohmah yang beralamatkan di Jl. Warinoi III, Bunulrejo, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65123. 

Pada zaman sekarang, soft skill merupakan salah satu hal penting yang dapat menunjang keberhasilan atau kesuksesan individu. Soft skill merupakan kemampuan yang dimiliki oleh individu secara alami yang mencakup kecerdasan, baik emosional maupun sosial, komunikasi atau berinteraksi dengan individu lain, dan semacamnya. 

Dalam hal ini, soft skill adalah karakter bawaan individu. Beberapa contoh soft skill adalah problem solving, kepemimpinan, management waktu, komunikasi, berpikir kritis, mudah beradaptasi dan lain-lain. Namun, kelompok 56 gelombang 5 lebih memfokuskan untuk mengarah ke soft skill komunikasi. Sasaran utama kelompok ini adalah anak-anak di panti asuhan Mawaddah Warohmah yang sedang duduk di bangku Sekolah Dasar. 

Pada hari Sabtu, 16 Juli 2022 kelompok 56 gelombang 5 melangsungkan salah satu kegiatan yang sudah ada di program yaitu praktek public speaking. Kegiatan praktek public speaking ini diikuti oleh beberapa anak-anak di panti asuhan Mawaddah Warohmah dengan cukup antusias. 

Hal ini cukup menarik perhatian dikarenakan banyak anak-anak yang masih berada di usia 6 tahun memiliki keinginan dan keberanian mencoba maju ke depan untuk praktek public speaking tanpa harus disuruh terlebih dahulu. 

Pada saat anak-anak ini maju, kelompok 56 gelombang 5 tidak menuntut untuk harus membawakan materi apa saat di depan. Akan tetapi, anak-anak ini diberikan kebebasan untuk bercerita apapun saat melakukan praktek di depan. Hal tersebut dilakukan agar anak-anak bisa bebas mengolah kreativitas mereka dan juga bebas untuk menceritakan pengalaman mereka. 

Beberapa hal yang menarik saat berlangsungnya praktek public speaking adalah anak-anak panti asuhan ini memulai dengan perkenalan, hobi, cita-cita mereka hingga bercerita siapa saja nama teman-teman di sekolah mereka. 

Menginjak usia 6 tahun, hal tersebut merupakan sebuah hal yang patut diapresiasi karena belum tentu anak-anak lain di luar sana memiliki keberanian seperti anak-anak di panti asuhan Mawaddah Warohmah. 

Walaupun diberikan kebebasan bercerita, kelompok 56 ini juga mendampingi sekaligus memberikan tips-tips apa saja yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan saat public speaking. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan