Mohon tunggu...
Varhan AZ
Varhan AZ Mohon Tunggu... Penyemangat

Pembela Orang Susah

Selanjutnya

Tutup

Keamanan Pilihan

Panglima dan Seragam Loreng Simbol Soliditas TNI

23 Januari 2020   07:17 Diperbarui: 23 Januari 2020   07:29 113 2 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Panglima dan Seragam Loreng Simbol Soliditas TNI
Sumber: citizendaily.net

Panglima & Seragam Loreng Simbol Soliditas TNI

Oleh : Varhan Abdul Aziz
Alumni Magister Ketahanan Nasional Universitas Indonesia

"Aku memakai uniform karena aku Panglima tertinggi. Rakyatku sudah lama dijajah Belanda. Mereka telah dijadikan Koloni selama ratusan tahun, mereka sudah lama diperbudak. Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan aku harus bisa memberikan mereka sebuah citra. Suatu kebanggaan. Karena itu aku memakai uniform,"
-Soekarno-

Loreng adalah idiom untuk seorang tentara. Baik ia AD, AU, AL. tentara ya loreng. Pada masa pasca kemerdekaan, TNI masih melakukan pembenahan sistem dan struktur serta keseragaman atribut. 

Seragam di satu kesatuan masih ada beda2. Bahkan satu Kodam dengan Kodam lainya memiliki corak khas loreng masing2. pada tahun 1983, diketahui terdapat 10 Jenis Seragam Loreng Resmi di Kesatuan2 ABRI.

Baru pada tahun 1984 Panglima ABRI Jendral LB Moerdani, menginstruksikan penyeragaman PDL (Pakaian Dinas Lapangan) Loreng. Digunakanlah motiv DPM (Disruptive Pattern Material) hal ini bertujuan menyatukan TNI dalam satu persatuan dan soliditas persaudaraan erat antar angkatan. motif inilah yang sampai sekarang dikenakan oleh seluruh anggota TNI, dan pioneer menjadi lebih menyorot karena hampir setiap hari dikenakan oleh Panglima Hadi.

Banyak yang mempertanyakan dalam diam, mengapa Panglima TNI selalu menggunakan PDL Loreng? Yang positif tidak akan mempersoalkan. Mungkin  sekedar menebak - nebak, tujuanya bisa jadi sebagai simbol persatuan antar matra. Yang negatif juga ada. Anggota Komisi I DPR Supiadin Ardin mengatakan, bahwa penggunaan PDH loreng setiap saat seakan negara sedang dalam kondisi tidak aman.

Agak kurang substantif, karena faktanya negara aman - aman saja. Tidak ada korelasi penggunaan loreng dengan situasi keamanan. Toh TNI memang Loreng, identitas persatuan yang harus dibanggakan. 

Presiden Jokowi sebagai Komando tertinggi TNI, bahkan tidak mempermasalahkan sama sekali, seakan memberi dukungan langkah positif ini. Bila diingat2, Baru Marsekal Hadi, Panglima TNI yang rajin mengenakan PDL Loreng. Hal ini bisa menjadi tradisi positif yang sebaiknya di dipertahankan oleh Panglima2 selanjutnya.

Setelah 2 tahun menjalani amanahnya, dengan bijak Panglima Hadi menyampaikan pandanganya, yang juga menjadi jawaban rasa penasaran khalayak selama ini. "Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan."

Quotes yang sangat mengayomi. Berangkat dari statement adem itu, terpikirkan usul, mengapa TNI tidak membuat satu PDH khas keseragaman TNI? PDH AD Hijau, AU Biru Muda, AL Biru Laut, TNI Juga bisa saja punya PDH penyeragam, yang bisa digunakan 1 minggu 1 kali. 

Misal PDH warna Hitam. CMIIW, sepertinya belum ada satuan khas yang mengenakan. Akan terlihat keren saat TNI kompak mengenakan Hitam - Hitam, yang membedakan, warna badge pangkat dan baretnya, tetap mencirikan matra. Sekali lagi, ini sekedar usul.

Panggunaan seragam diluar loreng juga sering dikenakan Panglima, menyesuaikan dengan agenda resmi tentunya, beliau sering juga menggunakan PDH bahkan PDU untuk upacara - upacara resmi. Selain itu, konsisten Loreng. Orang - orang besar memang memiliki trademarknya sendiri. Lihat Steve Jobs, Mar Zukenberg, Presiden Jokowi, Menhan Prabowo, bajunya itu - itu saja, sama warnanya.Seringnya Panglima berseragam PDL, membuat Kapolri juga kompak ber-PDL dalam banyak kesempatan. Asik liatnya, akrab.

"Seragam Bukan identitas diri pribadi. Tapi identitas organisasi, kesatuan.  Kondisi inilah yang memberikan personelnya karakter kebanggaan, karena peranya yang selalu menempuh bahaya."
-Kasandra Putranto-
(Psikolog)

Hingga akhirnya, peran terbaik seorang tentara akan selalu dikenang oleh rakyat, ketika manusia - manusia berseragam loreng itu hadir memberi manfaat di kala damai, melindungi di saat perang. Kami bersamamu,  mencintaimu, Tentara Nasional Indonesia.

VIDEO PILIHAN