Politik

Anies Baswedan Bagi-bagi Kekuasaan?

13 Oktober 2017   06:21 Diperbarui: 13 Oktober 2017   06:47 781 0 2

Dalam politik tidak ada istilah "makan siang" gratis,semua ada imbalannya berikut bunganya,semakin tinggi resikonya semakin besar pula imbalannya dan itulah realitas politik saat ini,mau tidak mau harus bisa mengakomodir realitas tersebut dalam mencapai cita cita politiknya..

Politik bagi bagi kekuasaan baik yang ada dalam lingkup PEMDA Jakarta,bagi bagi proyek milik PEMDA  Jakarta,bagi bagi bantuan sosial,mengarahkan CSR agar diberikan kepada barisan pendukungnya mau tidak mau harus dilakukan agar para pendukungnya tidak kecewa dan berbalik memusuhinya.

GHANIMAH/ Harta rampasan perang itulah yang sering dimaknai ketika sekumpulan orang berhasil memenangkan dalam kontestasi politik,baik menang sebagai eksekutif,legislatif,yudikatif,bahkan sukses meraih jabatan tertentu juga dimaknai sebagai menang perang untuk kemudian berbagi bagi "ghanimah"..

Berangkat dari realitas tersebut,disatu sisi Anies Baswedan harus bisa mengakomodir tuntutan barisan pendukungnya,tapi disisi lain tidak melanggar aturan yang berlaku sekaligus bisa mewujudkan janji janji politik untuk Jakarta yang lebih baik.

Kemampuan mengakomodir beragam tuntutan sehingga yang muncul adalah "win win solution"itulah letak kualitas kepemimpinan seseorang,kalau toh ada yang tidak puas,minimal manfaatnya jauh lebih banyak.

Buat barisan pendukung Anies-Sandi akan lebih baik untuk bersikap "realistis",jangan terlalu menuntut "berlebihan"sehingga membebani kinerja Anies-Sandi dalam membenahi Jakarta.

Bila menuntut dapat jabatan harus disesuaikan dengan kemampuannya dan disesuaikan pula dengan peraturan yang berlaku,agar tidak melanggar aturan.

Pesan Prabowo Subianto ketika mengusung Anies-Sandi sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta bisa dijadikan rujukan bersama,yaitu agar Anies-Sandi bekerja sebaik baiknya untuk membangun Jakarta kearah yang lebih baik.

Keputusan GERINDRA untuk mengusung Anies Baswedan sebagai Calon Gubernur Jakarta,padahal ybs bukan kader GERINDRA didasari pertimbangan bahwa Anies Baswedan punya kemampuan memimpin Jakarta.

Semoga Jakarta kian kondusif,berkurang pertikaian sesama pimpinan,atau pimpinan dengan bawahan,yang muncul adalah suasana kebersamaan untuk mensejahterakan warga Jakarta.amin.