Mohon tunggu...
Urip Widodo
Urip Widodo Mohon Tunggu... Peg BUMN - Write and read every day

Senang menulis, membaca, dan nonton film, juga ngopi

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Pengaruh Media Sosial pada Kepribadian Seseorang

27 November 2023   14:42 Diperbarui: 27 November 2023   14:49 138
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Media sosial saat ini sudah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Media sosial seakan menjadi dunia kedua tempat manusia beraktivitas. Bahkan, tak jarang, sebagian orang sudah merasa lebih nyaman 'hidup' di media sosial (dunia maya) daripada di dunia nyata.

Beberapa faktor berikut menjelaskan mengapa sebagian orang lebih memperhatikan media sosial daripada kehidupan nyata:

  • Media sosial sering kali memberikan fasilitas untuk mendapatkan validasi sosial, seperti tanda suka (likes), komentar, dan pengikut. Hal ini tentu menjadi sumber kepuasan atau pengakuan yang mungkin saja tidak diperoleh dalam kehidupan nyata.
  • Adanya kekhawatiran kehilangan informasi terbaru, sehingga tidak mau melewatkan untuk 'berkunjung' ke media sosial. Perilaku ini dalam dunia media sosial disebut FOMO (Fear of Missing Out).
  • Media sosial memungkinkan orang tetap terhubung dengan teman, keluarga, dan rekan kerja, terutama ketika jarak fisik memisahkan.
  • Media sosial menyajikan berbagai konten yang menarik, menghibur, dan informatif.
  • Beberapa orang cenderung membandingkan kehidupan mereka dengan kehidupan orang lain di media sosial, yang dapat memicu perasaan untuk menginginkan hal yang sama.

Apapun di dunia ini selalu memiliki sisi positif dan negatif. Termasuk media sosial. Bahkan pengaruh media sosial - saat penggunaannya tidak terkontrol - dapat mempengaruhi kepribadian seseorang.

Pengaruh media sosial terhadap kepribadian seseorang dapat bervariasi. Media sosial dapat memengaruhi persepsi diri, memicu perbandingan sosial, dan memengaruhi pola komunikasi. Selain itu, konten yang dikonsumsi dan interaksi online juga dapat membentuk preferensi dan nilai-nilai individu.

Media sosial dapat memengaruhi kepribadian seseorang melalui berbagai cara, seperti paparan terhadap beragam pandangan dan nilai, interaksi dengan orang lain, serta pengaruh konten yang dikonsumsi. Perubahan ini bisa mencakup perubahan sikap, bahkan gaya hidup seseorang.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari pengaruh negatif dari media sosial, yaitu:

  • Tetapkan batas waktu harian untuk menggunakan media sosial, dan harus tetap menyadari bahwa kita punya kehidupan nyata.
  • Selektif dalam memilih konten yang positif dan bermanfaat, serta menghindari konten yang dapat memicu perasaan negatif atau perbandingan sosial yang merugikan.
  • Mengatur menu privasi untuk melindungi informasi pribadi dan mengontrol siapa yang dapat melihat konten Anda.
  • Hanya berinteraksi dengan orang-orang yang memberikan pengaruh positif dan menghindari komunitas online yang toksik.
  • Mengontrol diri, kapan berinteraksi di media sosial dan kapan harus berhenti.
  • Pastikan aktivitas di dunia nyata tetap menjadi prioritas. Jangan biarkan media sosial mengganggu kehidupan sehari-hari dan hubungan interpersonal.
  • Ketahui dampak media sosial pada kesehatan mental dan kehidupan sosial.

Dengan kesadaran dan tindakan yang tepat, seseorang dapat meminimalkan pengaruh negatif media sosial terhadap kepribadiannya.

Walaupun begitu, tidak dipungkiri, media sosial pun mengandung hal-hal baik, selama bijak dalam menyikapinya. Bahkan, media sosial dapat membantu dengan berbagai fasilitasnya.

Untuk mengoptimalkan media sosial agar mempermudah interaksi dengan orang lain, beberapa hal berikut perlu dilakukan,

  • Menggunakan profil yang menarik, yang mencerminkan kepribadian dan minat Anda. Gunakan foto profil yang jelas dan deskripsi singkat yang memberikan gambaran tentang siapa Anda.
  • Terlibat secara aktif dengan konten orang lain, dan tanggapi komentar atau pesan dengan cepat. Ini menciptakan suasana interaksi yang positif.
  • Pilih platform media sosial yang paling sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda. Setiap platform memiliki dinamika komunitas yang berbeda
  • Manfaatkan fitur-fitur seperti komentar, suka, bagikan, dan kuis untuk meningkatkan interaksi.
  • Bergabung dengan grup atau komunitas yang sesuai dengan minat Anda. Ini memberikan peluang untuk berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki minat serupa.
  • Bagikan konten yang bermanfaat, informatif, atau menghibur. Konten yang berkualitas dapat memicu diskusi dan membangun keterlibatan.
  • Gunakan hashtag (tagar) yang relevan untuk meningkatkan visibilitas dan membuat konten Anda lebih mudah ditemukan oleh orang lain dengan minat serupa.
  • Selalu menjaga etika dalam berinteraksi di media sosial, hindari kontroversi yang tidak perlu, dan berkomentarlah dengan sopan terhadap pandangan orang lain.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, kita dapat menciptakan pengalaman media sosial yang lebih positif dan mempermudah interaksi dengan orang lain.

Selamat bermedia sosial.

#uripwid

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun