Mohon tunggu...
Urip Widodo
Urip Widodo Mohon Tunggu... Lainnya - Write and read every day

Senang menulis, membaca, dan nonton film, juga ngopi

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

Suplemen untuk Penulis adalah Membaca

16 Agustus 2022   11:01 Diperbarui: 16 Agustus 2022   11:05 128 12 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
ilustrasi membaca/sumber: pinterest

Besar Pasak daripada Tiang

Di atas adalah sebuah peribahasa yang sudah sangat dikenal. Peribahasa tersebut sangat pas kalau dikaitkan dengan kondisi sekarang, saat kondisi ekonomi serba sulit, harga-harga serba mahal. Pandemi yang mulai menuju normal pun belum bisa mengubah kondisi ekonomi.

'Besar pasak daripada tiang' artinya pengeluaran lebih besar atau lebih banyak daripada pemasukan. Dan di masa ekonomi sulit sekarang ini, kondisi tersebut yang sedang dirasakan oleh sebagian besar masyarakat.

Dampak yang paling terasa akibat mewabahnya virus Covid-19, selama dua tahun lebih, adalah ekonomi. Terutama kondisi ekonomi yang dirasakan kalangan menengah ke bawah. Di satu sisi kebutuhan bertambah, karena kebutuhan untuk kesehatan menjadi prioritas. Di sisi lain pemasukan berkurang, karena adanya kebijakan PPKM yang membatasi aktivitas, termasuk aktivitas mencari nafkah.

Jadi, saat 'pasak lebih besar daripada tiang', pemasukan lebih sedikit dari pengeluaran, maka akan terjadi masalah.

Tapi ... biarlah, itu kondisi real sekarang, dan saya dalam artikel ini tidak akan membahasnya. Apalagi memberikan solusinya.

Saya menulis ini hanya karena ingin memotivasi diri sendiri, terkait aktivitas menulis saya. karena spirit menulis saya masih timbul tenggelam. Kadang semangat, terkadang juga malas. Kalau kata orang-orang istilahnya sedang terkena writer's block.

Lalu kenapa mengutip peribahasa di atas?

Ya ... karena peribahasa di atas cocok juga mengingatkan seorang penulis yang masih fluktuatif semangat menulisnya.

Maksudnya?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan