Mohon tunggu...
Ummu el Hakim
Ummu el Hakim Mohon Tunggu... Hanya seorang emak biasa

Penyuka alam dan rangkaian kata

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Media Sosial dan Fenomena Pemanfaatan dalam Kehidupan

19 Januari 2020   22:23 Diperbarui: 19 Januari 2020   22:49 81 16 6 Mohon Tunggu...
Media Sosial dan Fenomena Pemanfaatan dalam Kehidupan
Sumber: https://www.winsellmarketing.com/

Usai melaksanakan tugas kenegaraan, biasanya aku lanjut bercengkerama dengan media sosial. Sejenak, kulakukan aksi coretan ala kadarnya. Menuang hobi sekadarnya. Sembari mencari informasi seputar keluarga pun perkembangan balita. Tak apalah sesuai dengan porsi emak yang semampunya. Uhuy.

Aku hanya berusaha memanfaatkan media sosial yang tersedia. Sebagai wadah kegiatan yang memiliki makna. Baik itu mencari informasi terkini atau jalin komunikasi, hingga merajut karya masa kini.

Menurut KBBI, "Media memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga media dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan." (Lektur.ID)

Sedangkan media sosial itu sendiri menurut Wikipedia, "Merupakan sebuah media daring, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial, dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia."

Kini, media sosial dirasa sudah lebih mudah dalam mengakses informasi juga wahana komunikasi pun literasi dalam kehidupan sehari-hari. Apapun itu, kiranya media sosial merupakan wadah yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja dan di mana saja.

Pada awalnya, aku tak begitu tertarik dengan media sosial. Buat seorang emak sepertiku barangkali tak begitu terasa keberadaannya. Ketika sudah berkutat dengan urusan dapur atau tugas kenegaraan yang siap digempur. Seakan terlupa bagaimana memanfaatkan media sosial dalam layar kaca. "Gak sempat". Mungkin kalimat itu yang sesaat hinggap.

Jangankan menggunakan, bagaimana memperlakukan media sosial pun aku tak begitu faham. Hehe. Bisa dibilang kudet. Setelah kepepet barulah aku sadar. Jikalau memanfaatkan media sosial begitu diperlukan dalam menghadapi laju perkembangan zaman. Dan ini menjadi hal yang cukup wajar dilakukan.

Apalagi di zaman sekarang. Lihat resep masakan saja, kini lebih mudah diakses melalui media sosial. Zaman now memang mengalami perubahan teknologi yang lumayan total. Wow.

Sedikit demi sedikit aku mulai belajar. Memanfaatkan media sosial sebagai sarana berbagi inspirasi pun aspirasi. Entah dalam bentuk tulisan maupun sekadar coretan. Yang penting merupakan hal positif yang bisa diambil manfaat dari berbagai sisi kehidupan. Nah bagaimana dalam menjalin silaturahmi kekinian?

Tetiba aku ingin membuka laman Facebook. Seperti yang kita tau, Facebook merupakan bagian media sosial yang dikenal sebagai penjalin silaturahmi tingkat dunia.

Sebetulnya aku tak kerap menggunakan. Hanya sesekali waktu saja di saat senggang. Sekadar melihat notifikasi kabar dari teman atau saudara. Pun menoreh tulisan seadanya.

Lanjut mataku tertuju pada sebuah nama, seperti aku mengenalnya. Ya, teman di Kompasiana. Aku kerap singgah di beberapa tulisannya. Penasaran, tentu saja. Lalu aku buka linknya. Terkejut, ternyata beliau ada beberapa teman bersama.

Di antaranya adalah teman SMA. Wah bahagia. Menemukan teman lama dalam laman media sosial sungguh hal istimewa. Meski agak terlupa. Namun aku berusaha mengingatnya.

Aku coba mencari kontak WA beliau yang belum sempat aku simpan. Akhirnya aku mendapatkan dari seorang teman. Kemudian aku berusaha menghubungi nomer WA yang diberikan.

Lagi lagi lewat media sosial. Dan berhasil. Ternyata benar adanya beliau adalah teman semasa SMA. Ya, teman lama. Bertemu kembali dalam sebuah media sosial.

Mba Ari Budiyanti. Kompasianer yang kini tinggal di ibukota. Pencinta bunga ini merupakan ibu sekaligus seorang pengajar yang memiliki banyak karya. Mba Ari luar biasa aktif dalam menoreh kata di laman Kompasiana.

Sudah banyak karya yang dihasilkannya. Berbagai genre pun dilahapnya. Hingga di penghujung tahun peringkat 14 berhasil diraihnya. Sungguh mengukir prestasi dalam lembar literasi patut diberi apresiasi.

Aku bahagia. Bisa menemukan kembali teman lama meski sebatas lewat media sosial bersua. Aku pun bangga, teman lama yang multitalenta, rupanya menuai segudang karya istimewa, juga lewat media sosial.

Media sosial sungguh merupakan wahana yang cukup unik. Jika diperlakukan dengan baik, tentu akan dipetik berjuta manfaat yang bisa diulik. Berjumpa kembali dengan teman lama merupakan satu contoh hal yang begitu menarik. 

Nah, jelas kiranya media sosial akan menuai manfaat yang luar biasa. Semua tergantung tangan dan pikiran kita. Memanfaatkan seperti laiknya sahabat setia. Menggunakan sebagaimana mestinya. Media sosial tentu kan berbangga jikalau dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Beraneka informasi, komunikasi pun berjuta karya istimewa, semua bisa diseduh dalam secangkir rasa dengan beragam makna. Tentu patut dicoba dengan satu kata "bijaksana".


Sumber referensi
https://lektur.id/arti-media/
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Media_sosial




Niek~
Jogjakarta, 19 Januari 2020

VIDEO PILIHAN