Mohon tunggu...
Umi khoirun nisyak
Umi khoirun nisyak Mohon Tunggu... Lainnya - mahasiswa

Mahasiswa Agribisnis Universitas Jember Kampus Bondowoso

Selanjutnya

Tutup

Nature

Program Pengelolaan dalam Mengatasi Masalah Air di Perkotaan

24 Juni 2020   08:26 Diperbarui: 24 Juni 2020   08:20 254
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
upaya pemenuhan air bersih (Sumber Gambar : tanindo)

Latar Belakang

            Air merupakan salah satu komponen yang penting di dalam kehidupan manusia. Ketersediaan akan adanya air bersih terus menurun. Air besrish ketersediaannya harus tetap terjamin dalam waktu, kuantitas, maupun kualitas. Ketersediaan akan sumber-sumber air semakin menipis. Hal ini disebabkan karena adanya pencemaran serta rusaknya lingkungan yang semakin parah. Masyarakat miskin adalah masyarakat yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih. Air bersih merupakan infrastruktur kota yang sangat berperan dalam menunjang perkembangan kota, diataranya membutuhkan sistem perencanaan air bersih yang baik sehingga mampu memenuhi kebutuhan pertumbuhan penduduknya. Penerapan teknologi dalam pembangunan sarana air bersih harus disesuaikan dengan tingkat kondisi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, diperlukan kesesuaian program pengelolaan air perkotaan dalam mengatasi permasalahan-permasalahan air perkotaan. Program yang dibuat harus cukup mampu sedikit demi sedikit menanggulangi permasalahan air perkotaan yang ada. Hal ini dapat dibuktikan dengan program yang dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan serta adanya pengecekan dan monitoring dan telah melibatkan seluruh stakeholder.

Pembahasan

            Pada pemenuhan kebutuhan air di perkotaan biasanya memanfaatkan air tanah dan air permukaan. Maraknya perusakan dan pencemaran lingkungan telah menyebabkan beberapa daerah menjadi kawasan yang mengalami permasalahan akan ketersediaan air bersih untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Selain adanya pencemaran air yang diakibatkan oleh limbah urbanisasi juga berpengaruh terhadap ketersediaan air bersih di perkotaan. Urabanisasi adalah salah satu faktor yang memepengaruhi ketersediaan air di perkotaan yang ditandai adanya migrasi. Migrasi ini dilakukan secara besar-besaran dari pedesaan menuju erkotaan yang menyebabkan terjadinya ledakan penduduk secara tiba-tiba. Tahun 2025, sekitar 1,8 miliar orang diperkirakan akan mengalami kelangkaan air, sementara dua pertiga dari populasi akan mengalami kurangnya ketersediaan air (PBB, 2014). Hal ini dapat diketahui dengan adanya semakin banyak atau intensifnya aktivitas masyarakat yag terjadi di perkotaan. Populasi yang mengalami peningkatan di perkotaan dapat menimbulkan adanya masalah pencemaran dan kelangkaan akan air di perkotaan (Wardhani et all, 2019).

            Kebutuhan akan air bersih dipegaruhi oleh keberadaan air disetiap lokasi yang dipengaruhi adanya siklus air. Kebutuhan akan air di perkotaan dibagi menjadi dua yakni air domestic dan air non domestic. Kebutuhan air domestic adalah kebutuhan air bagi para penduduk untuk kepentingan kehidupan sehari-hari. lebih luas dari sekedar makanan dan minuman yang dikonsumsi melalui mulut, air bersih diperlukan untuk berbagai kepentingan yang saat ini merupakan kebutuhan pokok, seperti mandi, dan mencuci atau berbagai bentuk kebersihan lainnya. Kebutuhan air non domestic adalah kebutuhan air bersih untuk sarana dan prasarana daerah yang teridentifikasi ada atau bakal ada berdasarkan rencana tata ruang. Sarana dan prasarana berupa kepentingan sosial/umum seperti pendidikan, tempat ibadah, kesehatan, dan keperluan komersial, seperti perhotelan, kantor, restoran, keperluan industri, pariwisata, pelabuhan, perhubungan dan lain-lain (Awaludin, 2015).

            Program pengelolaan dalam mengatasi masalah air di perkotaan yakni ada beberapa program yakni sebagai berikut:

  • Program pengelolaan dalam mengatasi kelangkaan air
    • Terdapat beberapa program yang telah dilaksanakan dan saat ini masih berlangsung serta terdapat pula program yang masih menjadi rencana yang akan dilakukan pada tahun-tahun yang akan datang. Penanggung jawab atau pelaksana dari program-program dalam menanggulangi permasalahan air bersih mayoritas adalah PDAM. Dalam hal ini dilakukan pemberian penyuluhan pada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang mengelola sumur dalam agar terjaga dari segi kuantitas, kualitas, maupun kontinuitasnya dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat yang tidak berlangganan PDAM. Diperlukan kerjasama dari pemerintah dan dinasdinas terkait serta khususnya dengan pihak swasta dalam hal pendanaan. Kerjasama ini sesuai dengan salah satu prinsip dari IWRM (Integrated Water Resources Management) yaitu pemerintah harus memfasilitasi dan mengadakan pengembangan sumber daya air berkelanjutan.

  • Program Pengelolaan dalam Mengatasi Banjir
    • Terdapat bebrapa program untuk mengatasi permasalahan resiko banjir dan genangan. Pada pelaksanaan program-program tersebut ada badan yang menanggung jawabi program tersebut yakni Dinas PU, BBWS, dan juga BPBD Kota Surakarta. Untuk dinas DPU sebagai instansi pelaksanaan program mengenai masalah drainase perkotaan atau drainase sekunder yang menyebabkan genangan, lalu untuk BBWS sebagai instansi pelaksana program mengenai masalah drainase primer (sungai) yang menyebabkan terjadinya banjir, sedangkan untuk BPBD sebagai instansi pelaksana untuk program tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Sehingga diperlukan kerjasama dan koordinasi masing-masing instansi dalam pelaksanaan program untuk mengatasi masalah banjir dan genangan yang ada di perkotaan.
  • Program pengelolaan dalam mengatasi pencemaran air
    • Instansi yang bertanggung jawab menjadi pelaksana dalam program-program tersebut, yaitu Bappeda, DLH, PDAM, dan juga Dinas PU sehingga diperlukan kerjasama dan koordinasi antar instansi-instansi terkait. Selain itu diperlukan juga dukungan dari pihak-pihak swasta dalam keberhasilan dari program-program tersebut. Dalam hal pemanfaatan air bekas olahan masih dapat dikatakan belum ada pemanfaatan, hal ini dikarenakan untuk air hasil olahan masih belum bisa dimanfaatkan kembali. Sehingga untuk saat ini air dari hasil olahan langsung dibuang ke sungai. Teknologi pengolahan air dengan menggunakan membran menawarkan beberapa keuntungan dibandingkan dengan proses konvensional. Aplikasi teknologi membran menggunakan energi yang rendah, pemisahan berbasis membran tidak berdasarkan hasil kesetimbangan fasa yang menggunakan banyak energi. Keuntungan lainnya adalah desain modul membran sangat sederahana kompak, mudah dioperasikan, dan tidak membutuhkan peralatan tambahan dalam jumlah banyak. Aplikasi membran untuk pengolahan air tidak membutuhkan penambahan bahan-bahan kimia (koagulan, flokulan) sehingga ramah bagi lingkungan. Pemanfaatan pengolahan air limbah sebagai sumber air bersih dilakukan untuk mengatasi masalah krisis air bersih di perkotaan. Untuk itu PT Energy Management Indonesia (EMI), perusahaan yang bernaung di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mengusulkan beberapa cara yang bisa dikembangkan untuk mengatasi krisis air bersih tersebut. EMI sudah memilki mini reactor yang bisa dicoba bahkan sampai kondensat sekalipun. Air yang berasal dari pengolahan minyak yang memiliki kandingan B3 dapat dinetralkan hingga memenuhi kriteria air bersih sebelum digunakan lagi atau dibuang ke alam.

pencemaran air (Sumber gambar : pdamtirtabenteng)
pencemaran air (Sumber gambar : pdamtirtabenteng)

Kesimpulan

            Pemograman yang dilakukan untuk mengatasi masalah air di perkotaan saat ini masih belum teratasi dikarenakan masih belum adanya beberapa program yang belum terlaksanakan. Hal ini mengenai kelangkaan air, mengatasi banjir, dan mengatasi pencemaran air. Perlu adanya kerjasama antar stakeholder ang ada supaya terjalin semua program yang telah direncanakan. Selain itu kerjasama juga telah dilakukan dengan KSM terkait pengelolaan sarana prasarana maupun masyarakat dengan diadakannya kegiatan sosialiasi atau pendekatan pada masyarakat. Program yang dilakuakan untuk permasalahan air perkotaan, program yang dilakukan juga berfokus dalam hal pengelolaannya, yaitu menyeluruh dan berkelanjutan yang dilakukan secara bertahap.

Daftar Pustaka

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun