Mohon tunggu...
Ulfa Purwanti
Ulfa Purwanti Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Studi Kejepangan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga

Matkul Kajian Gender dan Perempuan Jepang, Studi Kejepangan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Analisis Novel Kitchen Karya Yoshimoto Banana dari Prespektif Gender

7 Desember 2022   14:29 Diperbarui: 7 Desember 2022   14:50 226
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Siapa penulis novel Kitchen?

Kitchen adalah novel bahasa Jepang yang ditulis oleh Yoshimoto Banana. Novel ini juga sudah diadaptasi menjadi film dua kali. Nama asli Yoshimoto Banana adalah Yoshimoto Mahoko. Yoshimoto Banana lahir pada 24 Juli 1964 di Tokyo. Lahir dan tumbuh bersama dengan keluarga yang liberal. Ayahnya adalah seorang kritikus dan penyair yang bernama Takaaki Yoshimoto dan kakak perempuannya merupakan kartunis yang sangat terkenal di Jepang bernama Haruno Yoiko.

Yoshimoto ini adalah lulusan sastra di Nihon University. Ketika masih kuliah ia mulai menggunakan nama samaran banana karena buah yang disukai dan menurutnya buah tersebut memiliki sifat andogini atau menunjukkan karakter yang sama antara maskulin dan feminim. Yoshimoto memulai kariernya dalam menulis pada tahun 1987 ketika ia sedang bekerja di restoran club golf. Yoshimoto menyebutkan bahwa tokoh idolanya dalam menulis adalah penulis asal Amerika Serikat yang bernama Stephen King, gaya menulisnya mendapatkan pengaruh besar. Seiring berjalannya waktu ternyata gaya kepenulisan Yoshimoto lebih terpengaruh oleh Isaac Basevis Singer dan Truman Capote.

Apa saja karya karya Yoshimoto Banana?

Karya karya Yoshimoto Banana yang lain adalah Goodbye Tsugumi (1989), Asleep (1989), Moonlight Shadow (1986), NP (1990), Amrita (1994), Kanashi (1988) dan masih banyak yang lainnya.

Novel Kitchen pernah memenangkan penghargaan apa?

Novel ini sangat terkenal dan telah memenangkan berbagai penghargaan seperti Kaien Newcomer Winter Prize (November 1987), Izumi Kyoka Literaly Prize (1988) dan Minister of Education's Art Encouragement Prize for New Artists (Agustus 1988).

Novel Kitchen ini menceritakan tentang seorang wanita muda yang sangat menyukai dapur. Ia bernama Mikage yang belum lama ditinggal kakek dan baru saja kehilangan neneknya. Ia sejak bayi dirawat oleh neneknya karena orang tuannya sudah meninggal. Setelah kehilangan neneknya, keluarga satu satunya yang dimiliki sekarang ia tinggal sendirian di dunia ini. Mikage ditinggalkan apartemen oleh neneknya namun itu terlalu mahal dan terlalu besar jika ditempati oleh satu orang. 

Secara kebetulan Mikage bertemu dengan Yuichi Tanabe seorang pria penjaga toko bunga langganan neneknya, mendengar neneknya meninggal dunia ia membantu proses pemakaman neneknya dan mengetahui jika ia tinggal sendiri lalu mengundang untuk makan malam di rumahnya.

Saat Mikage sampai di rumah Yuichi sambil menunggu ibunya pulang ia melihat dapur rumahnya yang begitu kosong. Tidak lama Eriko, ibu Yuichi pun akhirnya pulang. Eriko ini adalah perempuan cantik yang ternyata merupakan laki-laki. Nama aslinya yaitu Yuji, ia menjadi transgender karena istrinya meninggal dunia saat masih muda dan Yuichi masih kecil sehingga masih memerlukan sosok ibu karena itulah ia menjadi perempuan saat siang hari dan laki-laki jika malam hari. Itu dilakukan Eriko agar Yuichi merasa memiliki keluarga yang lengkap.

Namun Eriko juga pergi meninggalkan dunia akibat dibunuh saat bekerja di klub karena pembunuhnya mengetahui bahwa ia transgender. Itu membuat Yuichi sangat bersedih. Mikage dan Yuichi bersama dan minum, karena terlalu banyak minum Yuichi mabuk dan menyuruh Mikage untuk pindah ke rumahnya yang lama. Namun ia tidak menjawabnya karena bingung. Setelah itu Mikage melakukan perjalanan bisnis. Saat perjalanan bisnis ia menyempatkan waktu untuk datang menemui Yuichi untuk makan bersama dan bercerita mengenai kesedihannya ditinggalkan oleh orang yang disayang untuk selama lamanya dan mencoba untuk melawan depresi dan bahagia bersama sama.

Bahasa yang digunakan pada novel ini mudah dipahami dengan kisah yang kompleks tentang emosi, kesedihan, kesepian dan kehilangan seseorang yang disayanginya dari dunia. Permasalahan yang dialami tokoh adalah permasalahan yang pernah dialami oleh semua manusia sehingga membuat kisahnya sangat dekat dan secara emosi sangat tersampaikan kepada pembaca. Namun karena novel asli dalam bahasa Jepang masih terdapat beberapa makna yang dirasa kurang tepat dengan terjemahannya.

Di novel Kitchen ini dapat diambil kesimpulan bahwa setiap tokoh memiliki kisah sedih tentang kehilangan seseorang yang dicintai seperti ayah, ibu, kakek, nenek, kekasih, orang tidak dapat terkalahkan oleh faktor eksternal atau faktor yang berada di luar diri, faktor eksternal yang dimaksud adalah seseorang atau orang lain. Karena yang memiliki kendali terhadap diri adalah diri sendiri. Kekalahan yang sesungguhnya adalah ketika diri sendiri berhenti berjuang, dan menyerah. Seperti yang dilakukan oleh tokoh Mikage yang merupakan anak yatim piatu dan baru saja kehilangan neneknya namun ia berusaha bangkit dari keterpurukan, kesedihan dan putus asa. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun