Mohon tunggu...
Ofi Sofyan Gumelar
Ofi Sofyan Gumelar Mohon Tunggu... Administrasi - ASN | Warga Kota | Penikmat dan rangkai Kata

Today Reader Tomorrow Leader

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Sisi Lain Indonesia di Mata Seorang Bule

31 Desember 2015   08:37 Diperbarui: 1 Januari 2016   00:54 16739 23 14 Mohon Tunggu...

[caption caption="Hanya di Indonesia ada seperti ini?"][/caption]Plakkkk! Serasa pipi kiri kanan ditampar berkali-kali.

Itulah yang saya rasakan ketika membaca lembar demi lembar buku berjudul Kamu Indonesia banget kalau… karya Berit Renser, seorang Bule Estonia yang pernah bermukim di Indonesia. Isinya memang tidak jauh dari sentilan tentang perilaku orang Indonesia yang dianggapnya unik. Maka dari itu, butuh lapang dada ketika membaca buku ini, banyak sindiran dan kritikan tanpa basa basi khas orang eropa didalamnya yang terasa menampar muka kita. Istilah Kang Pepih mah, #JanganSensi.

Sejatinya ini bukanlah buku baru. Kamu Indonesia banget kalau… pertama kali keluar tahun 2013, diterbitkan oleh penerbit transmedia. Iya, buku ini memang gak baru-baru amat. Saya sendiri menemukannya sewaktu jalan-jalan ke Gramedia Merdeka Bandung, itu pun mejeng diantara deretan  buku diskon yang digelar toko buku tersebut. Harganya sendiri sudah dipangkas gila-gilaan.

Buku setebal 214 halaman ini bercerita tentang petualangan Berit Renser di Indonesia. Ada sekitar 30 bab yang ditulisnya di buku ini. Dari biografinya, Berit ini seorang Penulis, jurnalis, dan fotografer lepas asal Estonia. Tahun 2010 lalu, ia mendapat beasiswa untuk belajar dari pemerintah Indonesia untuk belajar kebudayaan Indonesia. Nah, buku ini ceritanya merangkum pengalaman Berit berinteraksi dengan masyarakat Indonesia selama ia tinggal di Indonesia.

Boleh dibilang buku ini adalah versi lain dari serial video Sacha Stevenson, bule Kanada yang lama tinggal di Indonesia dan membuat video parody di Youtube How to be Indonesian. Bedanya, yaaa Berit menuangkannya dalam bentuk buku. Kurang lebih isinya sama laah…

Membaca buku ini juga mengingatkan saya pada buku Kopi Sumatera di Amerika karya Yusran Darmawan. Bedanya, kalau dalam buku yang merupakan kumpulan tulisan bang Yusran Darmawan di Kompasiana ini mengingatkan betapa banyak hal positif dari bangsa Indonesia yang sering tidak kita sadari dengan berkaca pada pengalamannya di negeri Amerika sana, maka Berit menyindir kita akan hal-hal kecil namun penting yang rasanya perlu kita perbaiki berdasarkan pengalamannya di Indonesia. Dua perspektif beda namun ujungnya mengingatkan soal hal besar yang sebenarnya kita punya sebagai bangsa Indonesia.

Berat yaa…

***

Sering makan indomie dicampur nasi sama kentang?

Sering naik motor sambil ber-sms ria?

Biasa janjian jam 10, tapi datang jam 12?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN