Mohon tunggu...
Ufqil mubin
Ufqil mubin Mohon Tunggu... Jurnalis - Rumah Aspirasi

Setiap orang adalah guru

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Teknologi dan Masa Depan Pendidikan

14 Juli 2018   17:34 Diperbarui: 14 Juli 2018   18:10 583
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Perubahan sosial, pendidikan, dan sejarah kehidupan sosial kemasyarakatan sudah menjadi sunatullah. Sehingga kita tidak mungkin menghindari perubahan dan kemajuan. Sebab perubahan ini telah diidamkan dan ditunggu masyarakat sepanjang sejarah. Apa tujuannya? Demi memajukan peradaban di masa yang akan datang.

Salah satu penanda perubahan dan kemajuan adalah perkembangan teknologi. Alat modern ini mempunyai dampak positif dan negatif bagi kehidupan manusia. Perkembangan teknologi disambut baik ribuan bahkan miliaran umat manusia dengan tangan terbuka.

Akibat positifnya, semakin berkembang teknologi informasi, mendorong komunikasi dan interaksi antar budaya dan peradaban bangsa yang semakin intensif. Maka globalisasi yang disertai dengan perubahan yang berdampak pada masyarakat merupakan jejak sejarah yang tidak dapat dielakkan. Umum disebut, "dengan adanya teknologi, segala urusan manusia akan terselesaikan".

Akan tetapi, itu tergantung setiap individu yang menggunakan dan memanfaatkanya. Dengan adanya teknologi, kita berharap mampu bersaing, menciptakan, dan mengambil contoh dari Barat. Caranya, mempelajari pemikiran orang Barat untuk menciptakan berbagai temuan yang berguna bagi kemajuan dunia.

Salah satu temuan mutakhir akibat perkembangan teknologi adalah media sosial (medsos). Di berbagai akun medsos juga google, kita bisa mendapatkan ilmu pengetahuan dan ribuan informasi yang ingin kita cari untuk memperkaya wawasan.

Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, penduduk Indonesia sebanyak 256,2 juta jiwa. Sebanyak 132,7 juta jiwa menggunakan smartphone. Sementara pengguna internet dari umur 10-24 tahun sebanyak 24,4 juta jiwa atau 18,4 persen, umur 25-34 tahun mencapai 32,3 juta jiwa atau 24,4 persen, umur 35-44 tahun berkisar 38,7 juta jiwa atau setara dengan 29,2 persen, umur 45-54 tahun sebanyak 21,8 juta jiwa atau 18 persen, dan 10 persen untuk umur 55 tahun ke atas atau 13,2 juta jiwa.

Dari sekian banyak pengguna internet di atas, semuanya berpotensi untuk menggembangkan diri, memperkaya khasanah keilmuan, dan menyebarkan ilmu pengetahuan dengan mudah serta cepat diakses oleh pengguna internet.

Dampak positif lain, jika anggota masyarakat pengguna internet sebanyak 132,7 juta jiwa tersebut menggunakan teknologi secara baik, benar, dan pantas untuk kegiatan pendidikan dan proses penyaluran dan pengaksesan informasi baik di tingkat lokal, nasional, dan internasiaonal, maka kemungkinan besar sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia tidak lagi berbentuk fisik. Apa sebabnya? Karena masyarakat akan belajar secara mudah dan nyaman. Pasalnya, hanya bermodalkan smartphone, jendela dunia dapat dengan mudah digenggam.

Namun yang terburuk, ironis, menyakitkan, dan sekaligus memalukan, sebaliknya bukan pemikiran yang ditiru, tetapi kita terjengkit cara hidup yang bertentangan dengan norma-norma estetika yang berlaku dalam ajaran agama.

Sangat disayangkan, kebanyakan mahasiswa harus membeli penyakit itu dengan waktu yang sangat mahal. Bagaimana caranya? Mereka menggunakan teknologi yang justru tidak mendukung pendidikan.

Dalam pengantarnya di sebuah buku, Prof Abdurrahman Mas'ud mengutip ramalan yang dikemukakan seorang futurolog "bahwa di tahun 2030-an, perguruan tinggi Amerika Serikat (AS) akan menjadi tanah gundul yang ditinggalkan oleh orang-orang".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun