Mohon tunggu...
Tutut Setyorinie
Tutut Setyorinie Mohon Tunggu... pejalan

hidup sangatlah sederhana, yang hebat-hebat hanya tafsirannya | -Pramoedya

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Ini Skill yang Bisa Kamu Upgrade Ketika Melakukan Indie Publishing

14 Juni 2021   12:45 Diperbarui: 14 Juni 2021   16:21 581 54 16 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ini Skill yang Bisa Kamu Upgrade Ketika Melakukan Indie Publishing
ilustrasi menerbitkan buku (Sumber: Thinkstock via kompas.com)

Menerbitkan buku adalah impian bagi setiap penulis. Meski media online kini bisa menjadi pilihan untuk menyimpan karya, namun buku tetap lebih unggul dari segi eksklusivitas. 

Permasalahan hadir ketika penerbit menerima terlalu banyak karya dalam waktu yang sama. Alih-alih kesenangan, mereka justru kelabakan dan berujung memasang benteng untuk memilih yang terbaik.

Proses seleksi yang konon memakan waktu hingga enam bulan, tidak jarang membuat penulis akhirnya frustasi. Apalagi dengan kabar penolakan yang terus membayangi. Alhasil, terbentuklah stigma bahwa menerbitkan buku itu sulit.

Beberapa tahun belakangan, pasar menjawab dengan munculnya banyak penerbit indie. 

Indie atau independent memiliki arti mandiri, bebas, atau merdeka. Ya, penerbit indie mengakomodir kebutuhan penulis untuk menerbitkan naskahnya secara bebas, tanpa proses seleksi, tanpa aturan harga, atau syarat lain.

Namun layaknya dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan, penerbit mayor dan indie juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang membuat keduanya mempunyai peminat.

Ilustrasi menerbitkan buku | sumber: deposhitos.com
Ilustrasi menerbitkan buku | sumber: deposhitos.com

Dari segi biaya, sudah dipastikan bahwa penerbit mayor unggul telak. Mereka akan menggratiskan proses penerbitan bukumu mulai dari editing, layouting, pembuatan cover, hingga distribusi dan pemasaran.

Namun sejatinya pepatah yang mengatakan tidak ada yang benar-benar gratis di dunia ini, kamu akan dikenakan harga dalam bentuk usaha ekstra dalam meracik naskah.

Di penerbit mayor, naskahmu akan bersaing dengan ribuan naskah lain yang mencari peruntungan. Kemampuan menulis, kesegaran ide cerita, dan keberuntungan jelas dipertaruhkan di sini.

Penerbit mayor mengakomodir jumlah besar. Sekali naik cetak, mereka bisa mengeluarkan 1000 hingga 3000 eksemplar (1 eksemplar = 1 buku).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN