Mohon tunggu...
Tuhombowo Wau
Tuhombowo Wau Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Anak | Suami | Ayah

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Ternyata di Sini Pelaku Perencana Pembunuhan Mangkal

13 Juni 2019   11:45 Diperbarui: 13 Juni 2019   11:50 0 4 2 Mohon Tunggu...
Ternyata di Sini Pelaku Perencana Pembunuhan Mangkal
Rumah Perjuangan Rakyat di Jalan Proklamasi Nomor 36, Menteng, Jakarta Pusat. Gambar: kumparan.com

Sepertinya pengungkapan kasus rencana pembunuhan terhadap empat pejabat negara dan satu pimpinan lembaga survei akan menuju titik terang. Ya, rilis kepolisian pada 11 Juni lalu belum sampai mengungkap dalang utama dari kasus tersebut. Namun setidaknya tiga nama yang sudah dibeberkan ke publik yang diduga terlibat, antara lain Kivlan Zein, Soenarko, dan Habil Marati.

Tiga nama di atas bukanlah aktor intelektual. Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menyebutkan masih ada kemungkinan keterlibatan pihak lain.

"Jadi kemarin belum sampai ke dalang kerusuhannya, kemarin lebih mengungkap asal usul senjata dan mau dipakai apa senjata itu," tutur Moeldoko (12/6/2019).

Pertanyaannya, betulkah akan ada rilis terbaru dari kepolisian terkait dalang utama rencana pembunuhan? Apakah kasus tersebut murni aksi pribadi tanpa berhubungan dengan kepentingan politik pihak tertentu?

Sementara kita tunggu proses penyelidikan lebih lanjut. Kepolisian pasti akan bekerja profesional. Pada saatnya nanti akan terungkap juga semua.

Salah seorang tersangka yang merupakan eksekutor suruhan Kivlan yaitu bernama Kurniawan alias Iwan membeberkan informasi yang cukup mengagetkan kepada penyidik kepolisian ketika diinterogasi.

Iwan mengaku bahwa saat terjadi aksi kerusuhan pada 21 Mei, dia berada di sebuah tempat yang dia sebut "pangkalan". Pangkalan tersebut beralamat di Jalan Proklamasi Nomor 36, Menteng, Jakarta Pusat.

Pemutaran Video Pengakuan Tersangka (Gambar: tempo.co)
Pemutaran Video Pengakuan Tersangka (Gambar: tempo.co)
"Tanggal 21 itu adalah aksi pemanasan demo di KPU. Cuma karena memang massanya belum ramai saya segera kembali ke pangkalan di Jalan Proklamasi Nomor 36," tutur Iwan.

Pangkalan itu sebenarnya tempat apa? Berdasarkan penelusuran Tempo, tempat itu adalah Rumah Perjuangan Rakyat Prabowo-Sandiaga. Saat disambangi di sana masih terpasang baliho bertuliskan 'Rumah Perjuangan Rakyat.' 

Kok Iwan diperbolehkan menggunakan rumah itu sebagai pangkalan dalam menjalankan aksinya? Apakah betul Iwan sendirian di sana tanpa ditemani oleh orang lain?

Untuk dua pertanyaan ini biarlah diungkap selanjutnya secara detail pihak kepolisian. Namun faktanya sebagian publik tahu bahwa Rumah Perjuangan Rakyat salah satu tempat yang didirikan oleh relawan Prabowo-Sandi. Peresmiannya dilakukan pada 26 April 2019. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono memberi pidato sambutan dalam peresmian itu. 

Peresmian
Peresmian
Peresmian
Peresmian
Inisiator Rumah Perjuangan Rakyat adalah Andrianto, koordinator relawan di Direktorat Relawan BPN Prabowo-Sandi. Tujuan dari pendiriannya untuk menampung aspirasi masyarakat terkait problematika Pemilu 2019. 

Ada banyak kegiatan yang pernah diadakan di sana, terakhir pada 17 Mei lalu yaitu deklarasi Gerakan Kedaulatan Rakyat yang dihadiri Amien Rais, Titiek Soeharto, dan tokoh-tokoh lain. 

Deklarasi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR), 17/5/2019. Gambar: netralnews.com
Deklarasi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR), 17/5/2019. Gambar: netralnews.com
Pada Pilpres 2014 silam juga tempat yang sama digunakan oleh kelompok pendukung pasangan capres-cawapres Prabowo-Hatta.

Oleh tim Kumparan juga memastikan bahwa betul rumah tersebut tempat beraktivitasnya relawan Prabowo-Sandiaga, di sana sempat terpasang spanduk yang bertuliskan "Rumah Perjuangan Rakyat" di mana ada gambar tangan mengepal di dalamnya. Dan belakangan akhirnya spanduk tersebut dicopot.

Gambar: kumparan.com
Gambar: kumparan.com
Mungkinkah dalang utama rencana pembunuhan berasal dari 'rumah rakyat' itu? Sekali lagi, hasil proses penyelidikan pihak berwajib yang akan mengungkap. Tidak boleh ada yang mendahului.

***

Sumber: [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]