Mohon tunggu...
Tria Aulia
Tria Aulia Mohon Tunggu... Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara, Medan

Mari belajar bersama dan saling berbagai ilmu:)

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Diferensiasi Sel

30 Maret 2020   12:13 Diperbarui: 30 Maret 2020   12:15 224 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Diferensiasi Sel
Source: https://slideplayer.info/slide/3279013/11/images/13/DIFERENSIASI+EKTUDERM+MESODERM+BLASTULA+1.+Sel+Zygot+2.+Blastdmere.jpg

A. PENGERTIAN DIFERENSIASI  

Karateristik khusus pertumbuhan sel dan pembelahan sel adalah diferensiasi sel, yang merujuk pada perubahan sifat fisik dan fungsi sel sewaktu sel berdiferensiasi dari embrio untuk membentuk struktur dan organ tubuh yang berbeda --beda. (Guyton, 2008)

Sel yang mengandung bahan-bahan yang bukan umum dan sesuai dengan fungsi disebut diferensiasi. Ini terjadi waktu embryogenesis, yakni pertumbuhan embrio sejak ovum dibuahi sperma. Serat otot, hemoglobin pada eritrosit, sel epidermis yang berserat keratin, sel kelenjar yang mengandung granula dan menggetahkan lender dan sebagainya itu adalah differensasi dari sel induk. (Yatim, 1996)

Pembedaan sel-sel secara fungsional dan struktural ketika sel-sel tersebut menjadi terspesialisasi selama perkembangan suatu organisme multiseluler; tergantung pada kontrol ekspresi gen (Campbell & jane B, 2003)

Diferensiasi adalah suaru proses yang menjadikan sel menerima fungsi biokoimia dan morfologi khusus yang sebelumnya tidak ada. Sel-sel yang ditentukan seperti itu biasanya kehilangan kemampuan untuk membelah. Dan juga merupakan proses yang dapat mengakibatkan sekumpulan sel menjadi berbeda-beda dalam struktur, fungsi dan perilaku. Terjadinya diferensisasi, berlangsung saat embrio. Dengan adanya diferensisasi terjadi pembagian pekerjaan atau aktivitas tubuh sehingga lebih efektif. Dengan adanya diferensisasi maka akan terjadi spesialisai bagi berbagai populasi sel anak. Spesialisasi itu terjadi baik intra maupun ekstra seluler. Spesisalisasi ekstra ialah seperti pembentukan serat ekstra seluler oleh sel-sel fibroblas pada jaringan pengikan dan penunjang, lalu pembentukan bahan metriks, bagi sejenis jaringan dan populasi sel adalah khas. 

Sel otak banyak mengandung mikrofilamen aktin dan miosin yang tersusun berjejer rapat, juga banyak mengandung mitokondria sebagai sumber energi bagi proses berkerut mengendur. Sel kelenjar penghasil enzim banyak mengandung retikulum endoplasma dan alat golgi yang besar. Sel efitel kulit banyak mengadung retikulum endoplasma dan giat meproduksi serat keratin. Sel saraf memiliki bentuk khas panjang halus seperti serat dan mampu mengalirkan rangsangan listrik maupun kimia, pada ujung serabut menghasilkan cairan kimia yang disebut neurotransmitter.

B. TAHAP DIFERENSIASI  

Dalam diferensiasi terjadi kedalam beberapa tahapan yaitu pada tingkat pertumbuhan embrio. Seperti zigot, blastula, grastula, tubulasi, organogenesis. Lebih dari 200 jenis sel dapat diidentifikasi dalam jaringan manusia, berbeda dalam hal struktur, fungsi dan metabolisme kimianya. Semua tipe sel berasal dari sel singel (zigot) mengikuti konsepsi. Zigot digambarkan sebagai totipoten karena akhirnya mampu berdiferensiasi menjadi semua jenis sel yang membentuk organisme dewasa. Karena tidak ada kehilangan materi genetik dari sel somatik selama perkembangan manusia. (Manson, 2008)

  • Zigot 

Dalam tubuh terjadi meiosis pada gonad, sehingga terbentuk gamet. Gamet mengalami fertilisasi, sehingga tumbuh menjadi zigot. Zigot mengalami mitosis sehingga menjadi triliyun sel. Sementara, terjadi mitosis,terjadi pula diferensiasi terhadap sel membentuk jaringan dan alat, sampai individu jadi dewasa. Tubuh dewasa dapat lagi melakukan meiosis dalam gonadnya dan akan jadi sel induk (stem cell) gamet jantan atau gamet betina. (Yatim, 1992)

Zigot adalah ovum yang dibuahi spermatozon. Bagian atas ovum disebut kutub animal terdapat daerah ooplas (sitoplasma ovum) yang nantinya akan menjadi bakal ektoderm. Bagian bawah kutub ovum disebut kutub vegetal ooplas yang akan menjadi bakal mesoderm. Sedangkan bagian samping antara kedua kutub akan menjadi bakal endoderm. Eksoderm bakal tumbuh menjadi epidermisdan saraf. Endoderm bakal menjadi lapisan lendir saluran pencernaan bersama kelnjar dan paru, mesoderm bakal menjadi jaringan pengikat, penunjang, otot, alat dalam.

  • Blastula

Terjadi pada tingkat pertumbuhan embrio, terbentuk daerah kelompok sel yang akan menjadi jaringan utama tubuh. Setelah berdiferensiasi, pupolasi sel menjadi epidermis, saraf, notokord (sumbu penyokong primer), mesoderm. Diferensiasi mulai terjadi pada kelompok sel. Blastomer (sel blastula) sebelahbakal jadi endoderm, sebelah atas bakal jadi ektoderm, dan bagian tengah bakal menjadi mesoderm.

  • Gastrula 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN