Mohon tunggu...
pramujito totok
pramujito totok Mohon Tunggu... Montir - pengamat sosial

aktif dalam pelayanan sosial di desa

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Virus Corona Mengganggu Kerja Sama Bidang Pendidikan

12 Maret 2020   08:58 Diperbarui: 12 Maret 2020   09:02 3082
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Penyebaran Virus Corona menjadi momok yang menakutkan yang menimbulkan kecemasan seluruh masyarakat dunia. World Health Organization (WHO) menetapkan penyebaran virus corona ini sebagai darurat global, seluruh pihak meningkatkan pengawasannya terhadap kesehatan masyarakatnya.

Wabah virus corona berdampak luas ini pada akhirnya mempengaruhi semua sektor penting di dunia terutama dalam sektor pendidikan cukup mengganggu hubungan kerjasama dengan berbagai negara asing yang telah terjalin baik  harus mengalami penundaan dalam waktu yang sulit untuk diprediksikan tentunya menjadi suatu tragedi yang sangat tidak diharapkan bersama. 

Dampak paling berat juga dirasakan dalam sektor ekonomi dimana pertumbuhannya akan berjalan melambat, menurunnya nilai tukar mata uang, terganggunya sektor industri, menurunnya pertukaran barang dan jasa, terganggunya sektor jasa pariwisata, sektor kesehatan dan sebagainya hingga semua sektor akan terpengaruh akibat dampak karambol yang ditimbulkannya. 

Peningkatan mutu index pendidikan negara Indonesia yang tengah menggeliat di urutan 72 dari 77 sebelumnya menjadi salah satu negara yang sedang mengembangkan jaringan kerjasama terutama dengan negara-negara Asia Timur tentunya juga sangat terganggu, hubungan kerjasama pendidikan antar negara menjadi terhenti terutama negara-negara yang banyak terjadi suspect virus tersebut. 

Kualitas pendidikan di Perguruan Tinggi di Indonesia pada saat ini terdapat 96 yang terakreditasi A, berdasarkan jumlah akreditas BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) setidaknya ada 2.288 Perguruan Tingga yang terakreditasi A hingga C.

Akankah virus corona ini selamanya menjadi musibah ataukah akan mendatangkan berkah bagi Indonesia untuk berkesempatan mengambil alih banyak sektor yang selama ini dikuasai negara China? lambat laun hal ini akan menciptakan kesempatan baru karena aliran barang terhenti dan tuntutan pasar juga sudah menanti. 

Berdasarkan data BPS, Tiongkok memang masih menjadi mitra dagang utama produk ekspor domestik. Sepanjang tahun lalu, pangsa pasar ekspor non migas ke negeri Tirai Bambu tersebut mencapai US$ 21,32 miliar atau 13,94% dari pangsa pasar ekspor.

Kalau mempertimbangkan jumlah impor terbesar dari China berupa mesin-mesin/pesawat mekanik senilai US$2,33 miliar, disusul impor mesin/peralatan listrik yang mencapai US$1,92 miliar, besi dan baja US$645 juta, dan bahan kimia organik sebesar US$368 juta, Import hasil pertanian juga tidak sedikit jumlahnya terutama bawang putih sebesar 103.000 ton. 

Sepertinya Indonesia belum siap menggantikannya namun lambat laun sebisanya tentu akan mendorong industri di dalam negeri untuk memenuhi permintaan tersebut. Kondisi ini memaksa juga dunia pendidikan tinggi untuk menjadi leader secara lebih terbuka untuk berani melakukan resolusi guna melepaskan diri dari ketertinggalan dan mesti berani memulai berkolaborasi dengan dunia industri. Pendidikan di era milenial tentu saja menuntut prasyarat hubungan kemitraan yang seharusnya punya hubungan kerjasama demikian itu.

Dampak virus corona terhadap terganggunya hubungan kerjasama dengan perguruan tinggi asing salah satunya dihadapi oleh Universitas Kristen Duta Wacana sebagai kampus diantara banyak kampus di Yogyakarta. UKDW sebagai kampus yang tergolong kecil ini memiliki keunggulan komparatif dalam networking antar lembaga perguruan tinggi dalam dan luar negeri yang melakukan kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah daerah maupun antar perguruan tinggi dalam negeri terutama untuk pemberdayaan bersama masyarakat maupun pemerintah daerah untuk pengembangan sosial budaya, pariwisata, teknik dan sistem pembelajaran. 

Banyak kegiatan hasil kegiatan yang bersifat tematik dengan melibatkan para dosen dan mahasiswa melalui Kuliah Kerja Nyata atau Internasional Service Learning bersama Australia Nation University, Hong Kong Polytechnic University, Namseoul University telah menghasilkan berbagai terobosan menarik yaitu dalam hal pemetaan dan pengembangan kawasan wisata di wilayah Sumatra Utara dan Kawasan Indonesia Timur, pengembangan kolaboratif sosial budaya dan terapan terpadu terutama bagi UMKM di wilayah perkotaan dan pedesaan yang selama ini menjadi lokasi KKN di Yogyakarta. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun