Mohon tunggu...
Supartono JW
Supartono JW Mohon Tunggu... Konsultan - Pengamat dan Praktisi
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Mengalirdiakunketiga05092020

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Dunia Berharap Rusia-Ukrania Gencatan Senjata, Indonesia Perang Kata-Kata, Sampai Kapan?

8 Maret 2022   22:13 Diperbarui: 8 Maret 2022   22:38 282
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.


Rusia dan Ukrania perang. Apa bedanya dengan Indonesia yang rakyatnya hingga kini juga terpecah dan masih sengit dalam perang? Bedanya, Rusia dan Ukrania kini perang dengan senjata betulan, sehingga menimbulkan korban jiwa dan harta benda.

Sementara di Indonesia, perangnya belum sampai menggunakan senjata. Tapi, baru sebatas perang kata-kata. Meski begitu, sudah ada korban. Korbannya pun mudah diidientifikasi dari kelompok yang mana, dan sangat mudah masuk bui, masuk jeruji besi.

Bila Rusia menyerang Ukrania dengan senjata baru 24 Februari 2022. Maka, sejak 2018, rakyat Indonesia sudah berperang kata-kata di kepemimpinan Presiden Indonesia yang sekarang masih menjabat.

Tentu, baik perang senjata Rusia-Ukrania dan perang kata-kata sesama rakyat Indonesia, bukanlah hal yang terjadi begitu saja. Ada sebabnya, ada pemicunya, ada provokatornya, ada pihak lain yang mengambil keuntungan dari akibat perang senjata mau pun perang kata-kata.

Coba kita pahami lebih dalam tentang perang agar tak gagal paham. Sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makna perang di antaranya adalah permusuhan antara dua negara (bangsa, agama, suku, dan sebagainya). Juga bermakna pertempuran besar bersenjata antara dua pasukan atau lebih (tentara, laskar, pemberontak, dan sebagainya). Arti lainnya adalah perkelahian, konflik, serta cara mengungkapkan permusuhan dalam hal ideologi.

Sesuai makna tersebut, maka jelas bahwa Rusia dan Ukrania sedang perang dengan menggunakan senjata. Alasan atau sebab perang di antara yang sudah diungkap oleh beberapa pihak karena Ukrania didekati atau akan masuk NATO, yang jelas-jelas seteru abadi Rusia. Dunia juga tahu siapa Ukrania dan kepentingannya bagi Rusia, ditilik dari sejarahnya.

Bagaimana perang kata-kata di Indonesia yang kini terus membara dan entah kapan akan ada gencatan kata-kata? Yang pasti, perang kata-kata di Indonesia, tercatat sejak mencuatnya istilah Cebong, Kampret, hingga Kadrun.

Perang Rusia-Ukrania ego, di Indonesia?

Sejak perang senjata Rusia-Ukrania meletus, ternyata baru Selasa (8/3/2022) Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan komentar melalui Twitter. Dalam komentarnya (cuitannya) Jokowi menyayangkan kegagalan Rusia dan Ukraina mengakhiri peperangan. Padahal, kedua negara telah tiga kali berunding sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu.

Menurut Jokowi, gagalnya kesepakatan gencatan senjata di Ukraina bukan hanya mendorong eskalasi konflik bersenjata tetapi semakin bertambahnya korban jiwa dan krisis kemanusiaan di Ukraina.

Jokowi juga menyebut bahwa perang Rusia-Ukrania adalah persoalan ego, dan tindakan melupakan sisi kemanusiaan. Ia juga menilai peperangan "hanya menonjolkan kepentingan dan kekuasaan."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun