Mohon tunggu...
Tonny E. N
Tonny E. N Mohon Tunggu... Ana Lapangan

Menulis, menulis dan menulis untuk mengabadikan suara hati dan buah pikiran melalui TULISAN. Email : tonnyeliaser@gmail.com_ WA/HP : 082247942122_ Facebook : Tonny E. N

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Peran Sikap dalam Lingkungan Dunia Kerja

13 Desember 2020   23:56 Diperbarui: 14 Desember 2020   00:51 92 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Peran Sikap dalam Lingkungan Dunia Kerja
Setiap karyawan tentu memiliki reaksi dan respon masing-masing dalam menyikapi persoalan dalam organisasi. (Sumber:hipwee. com)

"Sikap adalah sebuah perbuatan kecil yang mampu menghasilkan perbedaan yang besar". (Winston Churchill, mantan perdana menteri Britania Raya).

*

Seorang individu sangat erat hubungannya dengan sikapnya
masing-masing sebagai ciri pribadinya.

Sikap pada umumnya sering diartikan sebagai suatu tindakan yang dilakukan individu untukmemberikan tanggapan pada suatu hal.

Pengertian Sikap

Menurut wikipedia,  sikap adalah pernyataan evaluatif terhadap objek, orang atau peristiwa. Hal ini mencerminkan perasaan seseorang terhadap sesuatu.

Selain itu,  sikap juga merupakan segala perbuatan atau tindakan yang berdasarkan pada pendirian dan keyakinan yang dimiliki.

Dalam bukunya yang berjudul "Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya", Saifudin Azwar mengartikan sikap sebagai suatu reaksi atau
respon yang muncul dari seseorang individu terhadap objek yang kemudian memunculkan perilaku individu terhadap objek tersebut  dengan cara-cara tertentu.


Dalam tim kerja di sebuah organisasi, setiap karyawan atau pegawai memiliki karakter yang heterogen. Karakter tersebutlah yang diwujud nyatakan dalam bentuk sikap saat menghadapi segala dinamika lingkungan kerja. Seperti contoh terjadinya konflik.

Konflik atau masalah merupakan salah satu konsekuensi dari relasi antar individu di dalam organisasi.

Setiap karyawan tentu memiliki reaksi dan respon masing-masing dalam menyikapi persoalan dalam organisasi.

Peran sikap dalam menghadapi konflik

Kadang kalanya kata "Konflik" menjadi sesuatu hal yang sangat sensitif terdengar di telinga seseorang.  

Konflik biasanya diinterpretasi sebagai bentuk pertentangan,  permusuhan,  perkelahian dan sebagainya,  yang akan berdampak negatif bagi sebuah relasi antar individu maupun kelompok tertentu.

Jika Konflik selalu dimaknai sebagai hal yang bersifat kontradiktif dan akan memecah belah relasi tertentu,  maka dengan apakah sebuah relasi dapat diuji kekuatan dan ketahanannya.  

Konflik dari perspektif lain dapat menciptakan suatu relasi menjadi tetap teguh,  solid,  kokoh,  kuat dan erat terjalin dengan baik seiring berjalannya waktu.

Kuncinya terletak pada sikap setiap pribadi yang bersangkutan. Bagaimana cara menyikapi setiap permasalahan, dinamika, opini, kritik dan realitas tertentu.

Sikap menjadi penentu arah menuju kedewasaan relasi yang istimewa.

Saya sebetulnya sepakat dengan pendapat William James,  sang filsuf asal Amerika Serikat yang mengatakan bahwa "whenever you are in conflict with someone,  there is one factor that can make the difference between damaging your relationship and deepending it.  That factor is ATTITUDE.

Inti dari kata-kata James,  dia berpendapat bahwa ketika orang  diperhadapkan dengan sebuah konflik,  ada faktor yang membuat perbedaan,  faktor tersebut dapat merusak hubungan atau malah memperdalam hubungan tersebut. Faktor tersebut adalah SIKAP.

Jadi sebenarnya sebuah relasi antar individu dalam kelompok tertentu akan tetap terjalin dengan baik dan solid apabila dilandasi dengan sikap yang humanis,  toleran,  simpati dan empati terhadap antar individu.

Salam.

Kupang,  14 Desember 2020

Tonny E. N

Referensi : Wikipedia

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x