Mohon tunggu...
b
b Mohon Tunggu... Kompasianer

Terimakasih untuk teman2 yang sudah vote dan berkomentar di artikel saya

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Kritikan Keras Saya Untuk Admin Kompasiana Sebagai Pengguna Premium

24 November 2020   20:05 Diperbarui: 24 November 2020   20:51 444 17 16 Mohon Tunggu...

Sebenarnya saat beberapa artikel saya dihilangkan labelnya saya masih menahan diri untuk tidak menulis ini. Tapi saat artikel terbaru saya dicopot lagi labelnya dengan alasan yang tidak jelas mau tidak mau saya harus mengkritik admin Kompasiana yang saya rasa tidak berkompeten untuk membaca artikel.

Ada beberapa alasan saya menjadi pengguna Kompasiana premium. Pertama agar lebih enak membaca karena tidak ada iklan menjijikan yang dijadikan Kompasiana sebagai sumber pendapatannya, kedua agar saya lebih mudah menulis karena Kompasiana menjadi lebih ringan, ketiga agar saya lebih mudah bersilaturahmi dengan kompasianer lain karena Kompasiana terasa ringan dibuka.

Saya heran admin Kompasiana mencopot tulisan politik saya yang jelas jelas bukan hoax, tidak menyebar kebencian, dan tidak merugikan pihak lain. Coba jawab saya, Apa yang diharapkan admin Kompasiana dari tulisan politik?

Menurut saya tulisan politik saya masih sopan. Coba lihat tulisan di media lain. Dari judulnya saja sudah jauh lebih provokatif. Pertanyaan saya, Apa yang diharapkan Kompasiana dari artikel politik yang ditulis oleh kompasianer di Kompasiana?

Kalau Kompasiana mengharapkan penulis di Kompasiana Menulis artikel politik persis seperti berita-berita di media lain itu namanya menyadur berita. Haruskah penulis politik di Kompasiana membuat tulisan seperti itu?

Bukankah ini media warga? Di platform ini kami menyuarakan pendapat kami tentang suatu isu. Dalam menyuarakan pendapat tentang isu tersebut kami mengandalkan analisa.

Coba baca artikel di bawah ini, Apakah artikel yang saya tulis ini ada hoax-nya? Apakah merugikan pihak lain? Coba dibaca biar admin Kompasiana terlihat punya integritas membaca artikel.

https://www.kompasiana.com/tokapelawi/5fbce41ed541df579875d922/jk-siapkan-anies-baswedan-rizieq-shihab-megawati-siapkan-prabowo-puan-siapa-menang

Silakan baca artikel di atas. Demikian juga beberapa waktu yang lalu artikel saya menulis  artikel tentang Nikita Mirzani, awalnya dicopot labelnya, tapi kemudian dipasang lagi.

Kalau artikel politik tidak boleh ada analisanya, sebaiknya kolom artikel politik dihapus aja biar semua kompasianer menulis cerpen, menulis pantun, dan artikel-artikel gaya hidup lainnya.

Saya heran melihat kinerja admin Kompasiana semakin hari tidak semakin baik. Beberapa hari yang lalu tulisan saya tentang Fadli Zon juga dihapus. Saya diam saya pikir mungkin pengandaian saya tentang Fadli Zon dimana Fadli Zon saya ibaratkan sebagai batu sandungan, duri dalam daging, terlalu menyerang pribadi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN