Mohon tunggu...
TOG INDONESIA
TOG INDONESIA Mohon Tunggu...
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Selanjutnya

Tutup

Karir

8 Jenis Testing Wajib Seorang Software Tester / SQA

6 Agustus 2018   14:24 Diperbarui: 6 Agustus 2018   14:41 0 0 0 Mohon Tunggu...
8 Jenis Testing Wajib Seorang Software Tester / SQA
(TOG Indonesia)

Selamat hari senin ya para sobat TOG, Artikel kali ini kita akan bahas tentang Software Tester, Biasanya di dalam suatu perusahaan IT/Website Production yang memproduksi software/website,  pastinya memiliki 1 atau bahkan 3 seorang Software QA/Software tester yang bertugas melakukan testing software / website.

Seorang Quality Assurance/Tester  bertugas mempersiapkan kasus pengujian untuk setiap case dan skenarionya untuk menyelesaikan aktivitas persyaratan suatu sistem. Banyak kasus uji yang mewakili situasi baik yang normal maupun kejadian tertentu yang harus disiapkan untuk masing -- masing skenario.

Berikut ini 8 Jenis Testing Wajib Seorang Software Tester / Software QA:

1. Performance Testing

8 Jenis Testing Wajib Seorang Software Tester / Software QA (binish-siddiqui.com)
8 Jenis Testing Wajib Seorang Software Tester / Software QA (binish-siddiqui.com)
Performance test adalah integration dan usability test yang menentukan apakah system or subsystem dapat memenuhi kriteria kinerja berbasis waktu seperti response time atau throughput. Response time menentukan batas waktu maksimum yang diijinkan dari respon software untuk query dan update. Throughput menentukan jumlah minimum query dan transaksi yang harus diproses per menit atau per jam.

2. System Testing

8 Jenis Testing Wajib Seorang Software Tester / Software QA (Biblioteca Digital do IPG)
8 Jenis Testing Wajib Seorang Software Tester / Software QA (Biblioteca Digital do IPG)
System test adalah integration test dari behavior seluruh sistem atau independent subsystem. System testing biasanya dilakukan pertama kali oleh pengembang atau personil pengujian untuk memastikan bahwa keseluruhan sistem tidak berfungsi dan bahwa sistem telah memenuhi persyaratan pengguna (user requirement). System testing biasanya dilakukan di akhir setiap iterasi untuk mengidentifikasi isu -- isu penting, seperti masalah performance yang perlu ditangani di iterasi berikutnya. Biasanya test ini harus dilakukan sesering mungkin.

3. Unit Testing

8 Jenis Testing Wajib Seorang Software Tester / Software QA
8 Jenis Testing Wajib Seorang Software Tester / Software QA
Unit testing adalah proses metode pengujian individual, class, atau komponen sebelum mereka terintegrasi dengan perangkat lunak lainnya. Tujuan dari unit testing adalah untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan sebanyak mungkin sebelum modul -- modul digabungkan menjadi unit perangkat lunak yang lebih besar, seperti program, class dan subsistem. Kesalahan menjadi lebih sulit dan mahal untuk ditemukan dan diperbaiki ketika banyak unit telah digabungkan.

Unit testing memerlukan implementasi dari driver dan/atau stub. Stub adalah class atau method dummy yang dapat dipanggil namun biasanya tidak melakukan apapun kecuali mengembalikan tipe yang diperlukan. Modul driver adalah program yang menjalankan method atau fungsi dari class yang akan ditest.

Berikut adalah langkah yang harus dilakukan :

  • Menentukan nilai dari parameter input
  • Memanggil unit yang dites, melewatkannya dengan parameter input
  • Menerima parameter kembalian dari unit yang dites dan mencetaknya, menampilkannya, atau mengetes hasilnya terhadap hasil yang diharapkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3