Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Kompasianer of the Year 2014

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mengharapkan Burung Terbang Tinggi

10 Juni 2021   05:37 Diperbarui: 10 Juni 2021   05:44 124 21 12 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengharapkan Burung Terbang Tinggi
ilustrasi:https://histori.id

Punai Ditangan Dilepaskan

Peribahasa yang satu ini termasuk peribahasa yang tidak memerlukan kecerdasan tingkat tertentu untuk memahami artinya .Karena sudah sangat jelas,karena mengharap untuk mendapatkan burung yang sedang terbang tinggi,punai yang sudah ada ditangan dilepaskan. Karena berharap sesuatu yang tidak  jelas,yang sudah ada dilepaskan Dan akhirnya sudah dapat ditebak,yakni :"malapeh hao " ,yakni tidak mendapatkan apa apa .

Diera saya masih muda tempo doeloe ,yakni sekitar lebih dari setengah abad yang lalu,hal ini dijadikan semacam sindiran kepada pria,  yang  menolak setiap lamaran yang datang,karena berharap akan mendapatkan calon pengantin yang jauh lebih baik. Karena meletakkan target yang terlalu tinggi,maka satu persatu yang datang melamar mundur .

 Seiring dengan bertambahnya usia dan terlalu "jual mahal" akhirnya terpaksa menjomlo .Karena dizaman dulu,orang lebih senang memakai peribahasa untuk mengungkapkan rasa hati,maka peribahasa yang paling sering di lemparkan kearah pria yang meletakkan "tarif terlalu tinggi" ini adalah :" Mengharapkan burung terbang tinggi,punai ditangan dilepaskan" dan disambung dengan kalimat :"akhirnya malapeh hao" . Artinya terpaksa hidup menjomlo,karena orang tidak berani lagi melamar,karena "harganya" terlalu tinggi'

Ada Kalanya Dikaitkan Dengan Pekerjaan

Peribahasa ini tidak semata mata digunakan sebagai sindiran dalam hal menikah,tapi ada kalanya dikaitkan dengan urusan pekerjaan. Khusus bagi orang yang sudah bekerja,tapi resign dari pekerjaaan,karena berharapkan akan mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang jauh lebih besar, Padahal yang diharapkan baru sebatas :"kata orang" 

Akhirnya,pekerjaan yang sudah ada dilepas,sedangkan pekerjaan dengan gaji yang jauh lebih tinggi tidak diperoleh. Maka dalam hal ini disematkan peribahasa :"Mengharapkan burung terbang tinggi,punai ditangan dilepaskan.Akhirnya "malapeh hao"Tapi ini kisah tempo dulu. Di Era Mileneal ini  orang lebih suka to the point .Beda masa ,beda pula dalam bersikap. 

Tapi walaupun sudah tidak lagi digunakan,tetapi pesan moral yang terkandung dalam peribahasa ini tetap relevan untuk dipetik pelajarannya,yakni : "Jangan melepaskan yang sudah ada,hanya karena mengharapkan sesuatu yang sebatas sebuah impian,

Tjiptadinata Effendi

VIDEO PILIHAN