Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Pendiri dan Ketua Yayasan Waskita Reiki Pusat Penyembuhan Alami

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

Orang Minang Belum Tentu Orang Padang, Sebaliknya Orang Padang Belum Tentu Orang Minang

9 April 2018   08:02 Diperbarui: 9 April 2018   09:06 1833 8 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Orang Minang Belum Tentu Orang Padang, Sebaliknya Orang Padang Belum Tentu Orang Minang
foto: dokumentasi pribadi


Membaca judul diatas,mungkin membuat kening banyak orang berkerut. Jangan jangan penulisnya sedang ngantuk sewaktu  menulis judul. Masa iya "orang Minang belum tentu orang Padang,sedangkan orang Padang belum tentu pula orang Minang?" Ini teka teki atau apaan sih?.Tulisan kecil ini bukan teka teki dan juga bukan  humor,melainkan sekedar sebuah gambaran singkat tentang makna dari :"Orang Padang " dan "Orang Minang"

Walaupun saya bukan dalam kapasitas menjelaskan ,karena saya bukan termasuk ninik mamak,tapi banyak berteman dengan ninik mamak di kampung halaman saya di kota Padang. Jadi tulisan ini hanya sebatas mencoba memaparkan bahwa terdapat perbedaan antara orang Minang dan orang Padang.

Pertama Mengapa Orang Minang Belum Tentu Orang Padang?

Orang Minang bukan hanya ada di Padang,melainkan ada di berbagai kota lainnya,seperti Lubuk Alung,Sicincin, Kayu Tanam,Padang Panjang,Pariaman ,Pasaman ,Bukittinggi,Payahkumbuh,Batu Sangkar,Solok dan seterusnya.Bahkan  orang Minang juga bermukim  di Jambi,Riau dan Bengkulu,serta di Negeri Sembilan ,Malaysia .Karena itu tidak tepat bila dikatakan bahwa semua orang Minang itu adalah orang Padang. Kata :"orang Padang" atau "Urang Padang" yang dimaksud disini adalah "Suku Minang" 

Orang Padang,Belum Tentu Orang Minang

Berdasarkan sejarah ,orang Minang adalah keturunan dari Kerajaan Minangkabau,yang beragama Islam. Sedangkan orang Padang,bisa bukan berasal dari keturunan kerajaan Minangkabau. Seperti misalnya  etnis Tionghoa, Etnis Nias,Etnis India,yang juga banyak bermukim di Padang ,sejak abad yang lalu.  

Karena itu,sejak dari masih kecil,saya sudah diberikan pemahaman,bahwa saya dan keluarga besar kami,bukan orang Minang,melainkan orang Padang.Karena memang kami  terlahir di Padang. Namun kemudian,pengertian ini diperluas lagi,bahwa walaupun bukan terlahir dikota Padang,orang orang yang terlahir di daerah lain,selama masih berada di Sumatera Barat,boleh mengatas namakan  dirinya orang Padang. Contohnya,istri saya kelahiran Solok, yang berjarak 2 jam berkendaraan dari kota Padang, Tapi secara umum,disebut juga orang Padang. Kecuali secara spesicik ditanya,:Ibu lahir dimana?"Baru dijawab :"Solok"

Jadi pengertian bahwa orang Minang adalah orang yang berasal dari keturunan Minangkabau dan tetap beragama Islam. Bagi yang sudah pindah keagama lain,sudah harus menanggalkan sebutan :"orang Minang " dari dirinya. Sebaliknya, seandainya etnis Tionghoa ,Tamil (Keling) dan Nias,memeluk agama Islam,bukan pula berarti ia boleh menyebut dirinya Orang Minang,karena bukan berasal dari keturunan  Minangkabau.

Pengertian "Urang Awak"

Pengertian "Urang Awak" lebih fleksibel. Jadi tidak mengacu dan terpaku pada :"harus keturunan Minang" Terutama bagi urang awak yang berada dirantau.Contohnya,ketika kami hadir dalam acara Kreasi Indonesia 2017 di Forrest Chase,pusat kota Perth, ada tenda  Minangkabau. Kami diajak untuk ikut bergabung,Tentu saja kami sambut dengan senang hati,tapi menjelaskan bahwa kami berdua,bukan Islam.Tapi panitia menjelaskan ,bahwa :"Indak masalah do ,Uda dan Uni kan samo samo urang awak" 

Saya menangkap maknanya,bahwa pengertian:"urang awak " disini,karena sama sama berasal dari Sumatera barat dan memahami bahasa setempat.Tulisan ini terinspirasi oleh komentar yang diberikan  oleh sahabat Kompasianer M.U.Ginting,bahwa  "orang Mandailing" bukan orang Batak." Padahal secara umum ,kebanyakan orang menganggap,bahwa yang berasal dari Sumatera Utara adalah "orang Batak" ternyata tidak. 

Terima kasih kepada pak M.U .Ginting,yang sudah memberikan inspirasi bagi saya untuk menulis artikel ini.

Tulisan ini ,hanya merupakan pandangan dan pendapat pribadi saya, bukan mewakili golongan manapun. Hanya sebagai salah satu orang Padang ,yang terlahir sejak zaman Jepang di kota Padang,yang tentu masih banyak kekurangannya.

Diharapkan bagi yang lebih memahami dapat melengkapi tulisan ini,untuk memperkaya khazanah pengetahuan kita bersama.Terima kasih 

Tjiptadinata Effendi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x