Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Konsultan - Kompasianer of the Year 2014

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Bahaya Bahasa Diplomasi antar Keluarga

6 Januari 2018   07:30 Diperbarui: 6 Januari 2018   08:26 1020
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: https://depositphotos.com

Secara Tanpa Sadar Membangun Sekat Pemisah

Kendati sesungguhnya bahasa diplomasi merupakan santapan sehari harian dari seorang Diplomat,tapi pada kenyataannya,pemahaman tentang diplomasi bukan hak patent dari seorang diplomat. Pejabat pejabat,sejak mulai dari Lurah,camat dan seterusnya,sering menggunakan bahasa diplomasi. 

Karena bahasa diplomasi ,bisa bermakna ganda. Misalnya,bila ada yang melaporkan tentang gangguan yang dialaminya dari seseorang atau sekelompok orang,maka biasanya pejabat akan menjawab dalam bahasa diplomasi :"Baik,laporan saudara sudah kami catat dan akan ditindak lanjuti" selesai. Pengertian :"ditindak lanjuti " bisa berarti bermacam macam.

Bisa jadi memang benar benar,nama orang yang disebut dalam laporan tersebut dipanggil untuk ditanyai,tapi boleh jadi catatan hanya untuk melengkapi  laporannya keatasan,bahwa ia sudah menampung keluhan dari masyarakat.Secara umum,kalimat diplomasi ,bersifat mengambang dan tidak jelas arahnya. Tergantung mana yang lebih menguntungkan dirinya atau institusi dimana ia mendapatkan posisi.

Diplomasi Dalam Keluarga

Ketika suami menyampaikan  kepada istrinya:" Ma,kita sudah lama tidak melakukan perjalanan bersama anak anak.Gimana kalau libur ini,kita traveling bersama?" Dan istri menjawab:" Dan istri menjawab:"Tergantung sikon lah pa." Pengertian kata :"tergantung sikon" ini bermakna ganda.Bisa jadi sikon atau situasi dan kondisi,yang dimaksudkan adalah:" Travelingnya kemana?  Kalau ke Paris,OK.Tapi kalau cuma traveling ke Bogor  atau Bandung,ya nggak usahlah. Atau kalau traveling,nginap dimana? Kalau di hotel berbintang ,Ok.Tapi kalau nginap dipenginapan,no ,way.

Atau sebalinya,ketika seorang istri mengatakan kepada suaminya:" Pa,kita sudah lama tidak menengok orang tua dikampung,gimana kalau kita kunjungi? Dan suami menjawab:" Akan papa pikirkan dulu ya ma"

Bahasa Diplomasi adalah Kepalsuan Yang Dibungkus

Bilamana kalimat kalimat diplomatis ini terus berlanjut dalam hubungan interaksi dalam rumah tangga,maka secara tidak sadar,sudah membangun sekat sekat ,yang merupakan dinding pemisah antara suami dan istri ,serta anak anak. Dalam berdiplomasi terselubung ketidak tulusan. Alangkah baiknya bila menggunakan bahasa yang tulus :"Boleh pak,kapan rencana kita berangkat? Ntar saya kasih tahu anak anak" Atau:"Boleh ma,tapi jangan bulan ini ya,papa lagi banyak kerjaan dikantor,bulan depan saja ya"

Hal Yang Tampaknya Sepele Tapi Bisa Berakibat Rusaknya Keharmonisan Rumah Tangga

Hal seperti ini,tampak sangat sepele ,tapi jangan lupa,orang bisa terjatuh bukan lantaran batu besar,tapi karena tersandung krikil kecil di jalanan.Beigu juga dalam hidup berumah tangga,hal hal yang tampaknya kecil dan sepele,lama kelamaan,dapat menciptakan "gap" antar sesama antara anggota keluarga. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun