Mohon tunggu...
TJin Kwang
TJin Kwang Mohon Tunggu... Wiraswasta - Hanya orang yang perduli

Aku adalah Aku....... Eigo Eimi

Selanjutnya

Tutup

Foodie Pilihan

Wisata Kuliner Masakan Tionghoa Muslim Medan

21 November 2018   07:21 Diperbarui: 21 November 2018   07:48 816
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Medan City Report-Di sela-sela padatnya kunjungan di Sumatera Utara (Sumut), Selasa (20/11), tokoh ulama, KH Maruf Amin, menyempatkan mengunjungi Conzep'Tan Resto, sebuah restoran khas makanan Tionghoa di  Komplek J.City Ruko E.15/16 Jalan Karya Wisata Medan Johor, malam harinya.

Di restoran milik pengusaha muslim Tionghoa itu itu, Maruf yang mendapat kehormatan menandatangani prasasti musala Al Mualaf Tan di atap (rooftop) restoran, cafe, ruangan karaoke hingga rapat bangunan tiga lantai tersebut. Dia pun menuju konsep restoran yang ditawarkan M Jimmy Tan, pemilik Conzep'Tan Resto yang seorang mualaf.

"Ini bagus. Restoran ada musala, karyawannya juga muslim 100%, dia (Jimmy) juga masih muda. Mudah-mudahan banyak lagi nanti mualaf-mualaf yang seperti beliau ini, terus membangun, memberikan perkembangan ekonomi masyarakat. Saya harap supaya restoran ini juga akan terus berkembang," ucapnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) non aktif itu juga memuji bentuk musala resto tersebut. "Bagus, restoran ada  musala yang arsitekturnya sesuai dengan etnisnya. Jadi menggambarkan musala yang arsitekturnya Chinese, kayak masjid Cheng Ho,  saya kira kekayaan budaya kita ya," ucap Maruf Amin.

Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI Sumut, Prof Dr Ir Basyaruddin MS yang juga hadir pada hari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu juga menilai, sebagai pengusaha, konsep yang ditawarkan Jimmy layak dicontoh.

"Saya kira ini suatu usaha yang baik. Jadi di samping bisnisnya, diingatkan manusia itu kepada Tuhannya, tidak hanya bisnis semata-mata. Bisnis itu kaitannya dengan nafsu manusia, sedangkan musala itu kaitannya dengan qolbu (hati), keduanya harus seimbang. Kadang orang orientasinya bisnis saja, sehingga tempat ibadahnya hampir dikatakan tidak ada sama sekali," ungkapnya.

Jika hanya mengejar sisi bisnis kata Basyaruddin, pengusaha khususnya muslim hanya akan dapat dunia saja. Namun jika orientasi bisnis diselaraskan dengan tujuan untuk akhirat, akan sangat bermanfaat.

"Kalau dtujukan sesuatu itu untuk dunia, akhirat itu tidak dapat. Jika ditujukan untuk akhirat, insya Allah dunia itu pasti dapat. Ini konsep pak Jimmy bagus, ditujukan akhirat, dunia pasti dapat. Dua orientasi bisnis ini sangat baik, kalau bisa dijadikan model untuk bisnis yang dikembangkan, apa lagi menyangkut kuliner," ungkapnya.

Jimmy Tan mengatakan, kehadiran Maruf Amin ke restorannya memang dia harapkan. Kebetulan sedang ada jadwal kunjungan ke Sumut, dia meminta Maruf Amin untuk datang berkunjung ke restorannya. "Beliau termasuk guru saya, panutan sebagai ulama. Kebetulan sering komunikasi dengan beliau dan anak-anaknya. Pas kebetulan datang (ke Sumut), saya minta kehadiran beliau. Pas di hari Maulid Nabi, rezeki di hari Maulid," ungkapnya.

Disinggung soal Conzep'Tan Resto, Jimmy yang memeluk Islam sejak 1999 itu mengaku usaha tersebut didirikan dengan tujuan menyeimbangkan antara bisnis dan ibadah sebagai muslim.

"Keinginan kita sekalian untuk beribadah. Karena kalau kerjakan dunia, akhirat belum tentu dapat, ini balance. Insya Allah berkah rezekinya. Saya muslim, saya jaga, konsep saya buat menampakkan seorang muslim," ungkapnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun