Mohon tunggu...
Titik Nur Farikhah
Titik Nur Farikhah Mohon Tunggu... Writer

Menulis adalah bekerja untuk keabadian

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Jogjaku Merana karena Corona

28 Maret 2020   14:48 Diperbarui: 28 Maret 2020   15:06 50 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jogjaku Merana karena Corona
Foto: Jogjaku | dokpri

Tidak seperti minggu lalu yang masih terlihat orang lalu lalang tanpa Alat Pelindung Diri (APD). Kini Jogjaku tampak lesu, seolah menyiratkan wajah penghuninya yang tak lagi riang dan memendam gelisah akibat terpaan virus corona yang terus menyapu hingga sudut-sudut kotaku.

Siang itu, aku tiba-tiba rindu ingin melintas di titik nol kilometer tempat tinggalku dulu. Ternyata kondisinya tak jauh berbeda, sepi dan sunyi. Mungkin mereka mulai sadar dampak dari penyebaran virus corona tak main-main dan tak bisa ditawar.

Sepanjang jalan malioboro nyaris tak berpenghuni, sebagian besar toko tutup, pedagang kaki lima menggulung dagangannya dan lebih memilih berdiam diri di rumah bersama keluarga. Tak lagi peduli berapa banyak kerugian yang bakal ditanggung, tapi itu pilihan yang harus diambil. Pasar Beringharjo yang biasanya paling berjubel pun sepi hanya tampak satu dua pedagang yang masih ngeyel.

Dua minggu yang lalu, seorang teman yang punya kios di lantai dua Pasar Beringharjo sejak berhembus kabar akan hadirnya sang virus langsung ngangkut dagangan dan memilih fokus jualan online. Mereka paham betul akan resiko bertemu dan bertatap muka langsung dengan banyak orang sangat rentan terpapar virus mengerikan ini. "Rezeki urusan Allah, jualan kita pindah ke rumah saja," katanya.

Saat ini, di beberapa kecamatan khususnya kabupaten Sleman akhirnya memberanikan diri untuk menyegel dan memasang palang bertuliskan lockdown. Aparat setempat secara tegas meminta warga untuk tidak menerima kerabatnya yang pulang dari rantau. Ternyata imbauan ini disambut baik oleh warga yang lain karena bagaimanapun semua demi kebaikan bersama.

VIDEO PILIHAN