Mohon tunggu...
Olah Data Semarang
Olah Data Semarang Mohon Tunggu... Wiraswasta - Olah Data Semarang
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Olah Data Semarang Instagram (IG) @olahdatasemarang_ WhatsApp +6285227746673 Terima Jasa Olah Data SPSS EVIEWS, STATA, AMOS, SmartPLS, DLL

Selanjutnya

Tutup

Gadget

Waspada Penyesatan Vtube

21 Februari 2021   08:00 Diperbarui: 21 Februari 2021   08:14 743
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gadget. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

WASPADA PENYESATAN VTUBE

Beberapa hari lalu saya begitu tertegun membaca sebuah artikel dalam laman Kompasiana ini. Tak lain karena adanya tulisan berjudul : "Fenomena Crypto dan Vtube" yang ditulis oleh akun bernama Adriyan.

Menilik dari isi artikelnya secara lengkap, banyak sekali terlihat missinformasi bahkan terkesan menyesatkan. Untuk itulah saya akan mengcounter tulisan tersebut berdasarkan hasil riset data saya dari beragam sumber terpercaya yang bisa dipertanggung jawabkan informasinya.

Mari kita ulas tiap bagiannya.

Pertama, tentu saja kesalahan besar menyamakan antara Bitcoin dengan VP versi Vtube. Dilihat dari sistem maupun bisnis model keduanya sudah sangat bertolak belakang. Jauhhh... sekali.

Bitcoin adalah mata uang digital berbasis kriptografi yang menggunakan platform blockchain dengan mekanisme pembukuan terbuka yang bisa diketahui semua penggunanya. Baik itu proses mining (menambang) atau proses trading sebagai komoditi perdagangan, alur transaksinya sedari awal bisa diketahui semua pihak karena gunakan sistem desentralisasi.

Jumlah Bitcoin sendiri terbatas hanya 21 juta koin saja. Maka tak heran harganya melangit hingga menembus 700 jutaan saat ini karena diburu banyak orang, termasuk Elon Musk sang CEO Tesla. Ini sesuai dengan hukum supply and demand dimana produk yang banyak dicari namun jumlahnya terbatas maka akan semakin tinggi nilainya, begitu juga sebaliknya.

Sementara di sisi lain, View Point atau VP yang dikeluarkan oleh Vtube adalah produk ciptaan perusahaan PT. Future View Tech selaku pemilik aplikasi tersebut. Sistem yang dipakai adalah sentralisasi alias terpusat. Jadi dikendalikan hanya oleh pihak internal Vtube itu sendiri. Tidak ada pihak lain yang bisa akses, bahkan auditor eksternal pun tidak ada.

Jangan tanya jumlah peredarannya, karena tidak akan ada yang tau pasti, kecuali pihak internal mereka. Maka tak heran muncul kecurigaan bahwa pihak perusahaan bisa sesuka hati mencetak VP ini sesuai kemauan mereka, lalu dimasukkan ke akun-akun mereka sendiri atau lingkar dekat pemiliknya.

Apalagi jika ditelusuri jejak transaksinya, gelap. Segelap keberadaan manajemen asli mereka sendiri. Bagaimana tidak gelap jika kantornya saja tidak ada. Dulu pernah ada, namun hanya menyewa virtual office alias numpang alamat saja selama 2 bulan di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Ini jelas melanggar Undang Undang Perseroan Terbatas No. 40 tahun 2007 pasal 5.

Silahkan cermati isi UUnya di sini;
Jadi jika diisandingkan antara Bitcoin dengan Vtube, ini logika yang sangat dangkal. Dari berbagai aspek sudah sangat berbeda sekali dan memang tidak bisa disamakan, meski dipaksakan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gadget Selengkapnya
Lihat Gadget Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun