Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Coffee4Soul.club

Coffee4Soul.club || Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

3 Hal Baik dari PSBB Masa Transisi Anies Baswedan Menuju New Normal

10 Juni 2020   07:31 Diperbarui: 12 Juni 2020   15:29 859 35 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
3 Hal Baik dari PSBB Masa Transisi Anies Baswedan Menuju New Normal
Gubernur Anies Baswedan dan Presiden Joko Widodo [Kompas.com Fabian Januarius Kuwado]

Sebagai bukan pendukung, tidak nyaman mengakui ada hal baik datang dari Anies Baswedan. Tetapi soal PSBB Masa Transisi ini saya harus jujur katakan, “Ini, lho, yang begini ini yang pas.” Setidaknya untuk 3 hal berikut.

Beberapa hari lalu Kompas.com (05/06/2020) memberitakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta hingga akhir Juni.

Apakah Gubernur Anies Baswedan menentang kehendak Presiden Joko Widodo agar DKI segera masuk masa new normal?

Tidak. Keputusan Pak Anies Baswedan sejalan dengan kehendak Pak Jokowi, DKI sedang menuju masa pemberlakuan normal baru.

Hanya saja ... bukan Anies Baswedan jika tanpa nuansa perbedaan dengan pemerintahan pusat. Bukannya latah menggunakan istilah new normal yang dikritik banyak orang itu, Anies malah pakai istilah PSBB Masa Transisi.

Orang-orang tentu mencurigai pembedaan istilah ini sebagai taktik memunculkan diferensiasi, hal penting dalam investasi politik menuju pilpres 2020. Entahlah. Bagi saya, terlepas dari apapun motifnya, penggunaan istilah PSBB Masa Transisi dan protokol yang diterbitkan Anies Baswedan mengandung sejumlah kebaikan.

Kebaikan pertama adalah pada nama atau istilah yang dipakai.

Istilah PSBB Masa Transisi bermanfaat mendidik masyarakat, memperbaiki salah kaprah oleh penggunaan istilah new normal yang tidak proper.

PSBB Masa Transisi bukan nama lain new normal. Jadi tidak seperti yang dikatakan orang-orang PDIP bahwa kedua istilah bermakna serupa.[1] PSBB Masa Transisi justru meluruskan istilah new normal, yaitu bahwa masa sekarang ini belumlah normal baru, melainkan masa menuju ke sana.

New normal itu sendiri adalah masa ketika kita tetap produktif hidup di tengah keberadaan virus corona baru. Atau dalam istilah Anies Baswedan, seperti juga dalam istilah Jokowi: masa hidup aman, sehat, dan produktif.

"Transisi itu sebetulnya untuk mengirimkan pesan bahwa ini bukan fase akhir. Ini transit. Terminalnya mana? Terminalnya adalah aman, sehat, produktif. Itu terminal tuh. Terminal itu ya ujungnya itu. Kalau ini masa transit, karena itu kita menyebutnya transisi," tutur Anies.[2]

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN