Mohon tunggu...
Laro Jaong
Laro Jaong Mohon Tunggu... Lonely moody nosy opposition, coz none is sane but clown

Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

Lemahnya Matematika Pemerintah dalam Kebijakan Pembatasan Jam Operasi Pasar Tradisional

22 Mei 2020   15:11 Diperbarui: 23 Mei 2020   07:55 677 32 11 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Lemahnya Matematika Pemerintah dalam Kebijakan Pembatasan Jam Operasi Pasar Tradisional
ILUSTRASI. Pasar Km 5 Palembang di hari pertama penerapan PSBB [KOMPAS.com/AJI YK PUTRA]

Hemat saya, variabel-variabel yang pokok adalah jumlah rata-rata pengunjung pasar per hari (N), Luas areal pasar (L), durasi atau jam buka pasar (T), rata-rata durasi waktu belanja per individu (t).

Hubungan antara variabel-variabel ini terhadap kepadatan pasar adalah Y = (N x t)/(T x L).

Baca pula: "Ketika Sri Mulyani Ngotot Kartu Prakerja"

Tampak bahwa kian tinggi jumlah pengujung harian (N) dan rata-rata durasi belanja individu (t) akan kian tinggi pula tingkat kepadatan pasar (Y). Demikian pula sebaliknya, kian kecil nilai N dan t, mengecil pula tingkat kepadatan pasar.

Sebaliknya, durasi waktu operasional pasar (T) dan luas pasar (L) berbanding terbalik dengan tingkat kepadatan (Y). Kian besar nilai T dan L, kian kecil nilai Y. Kian kecil T dan L, kian besar Y.

Kita buat contoh.

Asumsikan jumlah kunjungan harian rata-rata penduduk Kota A ke pasar A (N )adalah 10.000 orang per hari. Dalam kondisi normal pasar beroperasi (T) selama 20 jam per hari atau 1.200 menit. Rata-rata waktu yang dihabiskan setiap orang dalam berbelanja (t) adalah 30 menit. Luas efektif areal pasar tersebut adalah 1.000 meter persegi.

Kita akan memperoleh Y = (10.000 orang x 30 menit)/(1.200 menit x 1.000 m2) = 0,25 orang per meter persegi. Atau setiap 4 meter persegi ada 1 orang pengunjung pasar. Yang berarti terdapat jarak aman (radius) 1 meter antar-pengunjung.

Sekarang andaikan Pemerintah Kota membatasi jam operasional pasar menjadi 4 jam saja per hari (240 menit). Perhitungannya akan menghasilkan Y = 1.25 atau ada 5 orang setiap meter persegi.

Jelas bahwa berdasarkan pemodelan matematis ini, pembatasan waktu operasional pasar berdampak  mempersempit jarak antar-pengunjung pasar. Itu berarti kebijakan ini justru bertolak belakang dengan kepentingan menegakkan protokol jaga jarak dan pembatasan sosial.

Bahwa empirik di sejumlah tempat pasar sepi semasa pemberlakuan pembatasan jam operasional, penyebabnya bukan karena pengurangan jam operasional (T), melainkan karena pengurangan nilai N. Pasar sepi karena orang-orang menahan diri, takut terjangkit Covid-19 di pasar.

Ketika kelak seruan pemerintah agar masyarakat menyesuaikan hidup dengan kondisi new normal, N akan kembali ke ukuran sebelumnya sehingga pasar akan lebih berjejal lagi jika pembatasan pasar tetap berlaku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN