Mohon tunggu...
Padika
Padika Mohon Tunggu... youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Petani separuh hati dan penulis recehan youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Perlawanan Loujain dan para Perempuan Jantan Arab Saudi, dari Medsos hingga Penjara

14 Agustus 2019   13:28 Diperbarui: 14 Agustus 2019   17:41 0 4 1 Mohon Tunggu...
Perlawanan Loujain dan para Perempuan Jantan Arab Saudi, dari Medsos hingga Penjara
Loujain al-Hathloul, dkk dan aksi menuntut pembebasan [aljazeera.com, amnesty.org, teenvogue.com]

"Ketika aparat minta dia tanda tangan dokumen untuk merilis video, dia langsung merobek dokumen itu. Dia bilang ... mereka terlibat menutup-nutupi dan berusaha membela Saud Al-Qahtani yang hadir mengawasi penyiksaan."  Demikian kicau twitter Walid al-Hathloul tentang perlawanan saudarinya, Loujain al-Hathloul di dalam penjara Arab Saudi baru-baru ini.

___________

Masyarakat seksis masa lampau telah menempel kata jantan yang sejatinya jenis kelamin penyumbang sperma dalam reproduksi itu dengan artibut konotatif berani. Maka begitulah berani disebut pula jantan.

Kemarin saya menulis artikel "Isu Penumpang Gelap Bikin Gerah Partai Demokrat, Akankah Gerindra Jantan?" Lalu--sudah saya duga--reaksi muncul di whatsapp, "Tumben, Bung, seksis." Wuedeh.

Ketika menggunakan kata jantan dalam versi konotatifnya, saya mencabut dari akar seksisnya. Artinya ia hanya mengacu kepada kualitas kepribadian, bisa dimiliki dan tidak dimiliki individu lelaki pun perempuan.

___________

Loujain al-Hathloul belum lama ini merayakan ulang tahun ke-30 di penjara Arab Saudi. Sudah lebih dari setahun ia mendekam di sana bersama sejumlah tahanan politik aktivis perempuan terkemuka lainnya di negara itu.

Laoujain diciduk pada Maret 2018 saat sedang mengendari mobil di Uni Emirat Arab, kota domisilinya saat itu. Ia dikirim ke Arab Saudi untuk ditahan tanpa alasan yang jelas.

Loujain sempat dibebaskan beberapa hari kemudian tetapi kemudian ikut ditangkap lagi dalam crackdown besar-besaran aktivis perempuan yang dilancarkan Pemerintah Arab Saudi pada Mei-Juli 2018 yang menyeret belasan aktivis perempuan terkemuka Arab Saudi ke penjara.

Setahun kemudian, April 2011, 8 orang (7 1lelaki dan perempuan) yang bersolidaritas terhadap 11 aktivis perempuan yang ditahan, termasuk 4 jurnalis dan seorang penulis feminis--Khadija al-Harbi-- yang sedang hamil ("At least four more journalists arrested in Saudi crackdown." CPJ.com. 8/4/2019).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x