Mohon tunggu...
Thomson Cyrus
Thomson Cyrus Mohon Tunggu... Wiraswasta, blogger, vlogger

Tetap Semangat Indonesia, Kerja Keras dan Harus Optimis Email : thomson.cyrus@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Pilihan

Pola Pembinaan Petani ala Toba Pulp Lestari Ini, Bisa Dijadikan Rule Model oleh Pihak Lain di Bonapasogit

1 Maret 2021   13:03 Diperbarui: 1 Maret 2021   13:25 119 3 0 Mohon Tunggu...

Dalam 2 bulan terakhir saya aktif berkeliling di berbagai daerah Tapanuli, mulai dari Toba, Taput dan Humbahas. Banyak sector saya liput baik untuk kebutuhan konten di youtube channel : Thomson Cyrus maupun untuk kebutuhan blog di kompasiana dan facebook. 

Saya angkat berbagai potensi di Tapanuli Raya dan sekitar Danau Toba, seperti spot-spot wisata, infrastruktur jalan dan jembatan, pertanian, peternakan, kuliner dan berbagai hal menarik lainnya di sekitar Danau Toba dan Bonapasogit.

Sudah banyak saya buatkan video menarik di youtube channel : Thomson Cyrus

Khusus pertanian dan peternakan, potensi ini masih sangat bagus untuk ditingkatkan, sebab berdasarkan berbagai data di Kabupaten seputar Tapanuli Raya dan sekitar Danau Toba, banyak komoditi pertanian dan peternakan yang belum bisa swasembada. Artinya kebutuhan beberapa komoditi itu masih banyak didatangkan dari luar daerah Toba, Taput, dan Humbahas semisal telur ayam, daging ayam kampung, ikan lele, cabai, bawang putih dan bawang merah. Hampir semua komiditi itu masih kurang di daerah seputar Bonapasogit dan itu potensi usaha yang bagus untuk meningkatkan produktifitas petani.

Nah, oleh sebab itu, maka petani di Bonapasogit masih perlu didukung dan ditingkatkan produktifitas dan tentu mengarah ke peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani bonapasogit.

Persoalan yang saya perhatikan, yang mendasar di sekitar Bonapasogit bagi para petani adalah masalah permodalan dan masalah ketersediaan lahan. Petani di Tapanuli Raya masih banyak yang belum berani berinvestasi untuk memodali usahataninya sendiri. Ini disebabkan pertama karena petani tidak cukup dana untuk memodali usahatani dan masih ragu untuk kredit ke bank untuk usahatani pertanian. Kedua, meski kelihatan banyak lahan tidur di daerah Tapanuli Raya, tetapi banyak diantara lahan itu yang tidak dimiliki oleh para petani itu sendiri.

Permasalahan modal dan lahan ini cukup menarik bagi saya, setelah menemukan beberapa kelompok tani yang bekerja sama dengan PT Toba Pulp Lestari Tbk, salah satu perusahaan yang beroperasi di Bonapasogit. Mereka membina banyak kelompok tani hutan di berbagai kabupaten untuk bertanam tanaman kehidupan seperti kopi,cabai, jagung, kemenyan, alpukat, aren dan lain-lain disesuaikan dengan tempat berdomisili kelompok tani tersebut.

Misalnya kelompok tani di salah satu desa Parlilitan, Humbahas. PT Toba Pulp Lestari Tbk membina petani untuk menanam cabai merah dan cabai keriting, hasilnya cukup bagus dan sudah pernah saya tuliskan di kompasiana. Demikian juga Kelompok Tani Hutan di desa Sabungan Ni Huta IV, Sipahutar Taput. PT Toba Pulp Lestari juga membina kelompok tani hutan untuk menanam kopi Arabica di daerah itu.

Di desa Tukko ni solu, Parsoburan Barat, Kabupaten Toba, Pt Toba pulp Lestari juga membina kelompok tani hutan menanam jagung dengan system tumpang sari (intercrop) di lahan konsesi mereka.

Apa yang menarik dari pola pembinaan ini?

Pertama, Untuk menjawab masalah modal. Sistem pembinaan seperti ini bisa menjawab akan kekurangan modal yang dimiliki petani. Pola pembinaan seperti ini, disamping Toba Pulp Lestari melakukan pendampingan dalam usahataninya, Pt TPL juga memodali biaya mulai dari pembukaan lahan, pengadaan bibit, pembelian kompos, pembelian pupuk dan pestisida. Hanya biaya tenaga kerjalah yang ditanggung oleh petani itu sendiri dengan tenaga mereka sendiri. Nah, Pt Toba Pulp Lestari ternyata bukan hanya sekali doang membinanya, tetapi sampai petani itu mandiri dari segi modal dan bisa memodali usahatani mereka sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN