Mohon tunggu...
Thomson Cyrus
Thomson Cyrus Mohon Tunggu...

My Passion : Ble$$ing To oThers dan Selalu Bersyukur Dalam Segala HAL Email : thomson.cyrus@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Artikel Utama

Garuda Indonesia Mendarat Perdana di Tanah Batak!

22 Maret 2016   13:36 Diperbarui: 22 Maret 2016   14:34 0 47 34 Mohon Tunggu...

[caption caption="sumber, facebook Bangso Batak"][/caption]

Jika saya berlibur bersama keluarga ke puncak Bogor, Lembang Bandung, atau ke Pantai Anyer Banten, terkadang dalam hati saya, seperti menangis. Menangis bukan karena iri dengan Puncak Bogor, Lembang, atau Anyer, tetapi lebih perenungan dalam hati. Mengapa Kawasan Wisata Danau Toba yang indah pemandangan alamnya, harus mati suri? Saya tidak sedang ingin membandingkan Kawasan Puncak Bogor, Kawasan Lembang Bandung, Kawasan Wisata Anyer dengan Kawasan wisata Danau Toba. Jikalah harus dibandingkan, saya pastikan anda tidak kecewa dengan segala yang dimiliki Danau Toba. Masalahnya, Danau Toba mati suri, yang lain pada membludak...Belum bicara Bali, dan lain sebagainya.

Sebagai orang yang terlahir di pinggiran Danau Toba, saya sering sekali gusar, cara apa yang paling tepat untuk memajukan Kawasan Danau Toba, secara, saya bukanlah seseroang yang punya kuasa untuk mengubah Kawasan Danau Toba menjadi lebih berkembang. Memperhatikan begitu banyak anak Rantau dari tanah Batak mengadu nasib di negeri perantauan, di satu sisi, kami sebagai orang lahir dan besar di pinggiran Danau Toba, tidak dapat memaksimalkan Danau Toba sebagai sumber ekonomi yang dapat mendorong kesejahteraan warga lokal. Padahal potensi itu sangat besar.

Kita sama-sama tahu, di samping Kawasan Danau Toba itu, masyarakat Batak juga memiliki kelebihan lain yaitu kekayaan budaya dan seni, yang jika digali potensi ini akan membawa dampak yang baik bagi kesejahteraan warga lokal, lewat pariwisata. Tetapi mengapa selama ini Kawasan Danau Toba mati suri?

[caption caption="sumber, facebook I Love Lake Toba"]

[/caption]

Jawabannya sangat banyak, tetapi yang pasti...selama ini tidak ada keberpihakan Pemerintah kepada pengembangan Kawasan Wisata Danau Toba. Akibat mati surinya Kawasan wisata Danau Toba itu, para pemuda/i yang produktif memilih untuk merantau ke berbagai pelosok nusantara bahkan banyak yang tinggal di luar negeri.

Sejatinya, potensi wisata Danau Toba ditopang oleh budaya dan seni Batak, seharusnya dapat dijadikan satu potensi yang sangat bagus untuk memberdayakan Kawasan Danau Toba sebagai satu potensi ekonomi. Ini pula yang dilihat oleh Rizal Ramli sehingga dia mencetuskan ide agar membuat Kawasan Danau Toba menjadi Monaco of Asia.

[caption caption="sumber, facebook Angkasa Pura II"]

[/caption]

Berlebihankah Rizal Ramli mencanangkan Kawasan Wisata Danau Toba menjadi Monaco of Asia? Dari segi potensi tidak berlebihan, bahkan sangat mungkin. Tetapi SDM dan keberpihakan pemerintah diperlukan agar bisa tercapai. Itulah yang dilakukan oleh Presiden Jokowi.

Jokowi memiliki keinginan dan kemauan politik, memberikan perhatian dan keberpihakan kepada pengembangan Kawasan Wisata Danau Toba menjadi salah satu Destinasi Wisata unggulan dalam program kerjanya. Jadilah Kawasan wisata Danau Toba menjadi prioritas dalam pembangunan.

Akibat sudah lama Kawasan Danau Toba mati suri, infrasstruktur pendukungpun selama ini ikut terbengkalai. Sarana dan prasarana banyak yang sudah tidak terawat, bahkan banyak yang terisolasi. Bandara Silangit yang dibangun sejak jaman penjajahan Jepang, tidak pernah di upgrade menjadi Bandara yang lebih baik, sehingga tidak memiliki sumbangsih dalam mendukung Kawasan Wisata Danau Toba.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2