Mohon tunggu...
Thaasiima
Thaasiima Mohon Tunggu... Lainnya - Pelajar atau mahasiswa

Never give up

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Pentingnya Pendidikan Bahasa Indonesia dalam Membangun Karakter Bangsa di Masa Pandemi

17 Desember 2020   17:54 Diperbarui: 17 Desember 2020   18:33 751 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

      Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928. Pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok nusantara berkumpul dan berikrar isi dari ikrar tersebut adalah: (1) bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia, (2) berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan (3) menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Ikrar para pemuda ini dikenal dengan nama Sumpah Pemuda. Unsur yang ketiga dari Sumpah Pemuda merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Pada tahun 1928 bahasa Indonesia dikukuhkan kedudukannya sebagai bahasa nasional. 

      Di dalam banyak kesempatan, kita sering mendengar pernyataan tekad untuk menumbuhkan sikap positif masyarakat terhadap bahasa Indonesia. Pemakaian bahasa yang sesuai dengan kaidah dan situasinya adalah salah satu sikap positif. Hal itu terjadi jika orang peduli terhadap norma berbahasa. Seandainya untuk keperluan resmi pun orang menganggap bahwa dalam berbahasa itu yang terpenting ialah lawan bicara yang dapat menangkap maksud pembicara, jika orang tersebut dapat menangkap pembicaraan maka dapat dikatakan bahwa orang itu berpengetahuan yang luas.

       Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa yang menerapkan kaidah dengan konsisten. Sedangkan bahasa yang baik adalah bahasa yang mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi pemakaiannnya. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar akan menghasilkan pemikiran yang baik dan benar pula. Kenyataan bahwa bahasa Indonesia sebagai wujud identitas bahasa Indonesia menjadi sarana komunikasi di dalam masyarakat modern.  Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan sarana untuk berinteraksi dengan manusia lainnya di lingkungan masyarakat. Untuk kepentingan interaksi sosial itu, maka dibutuhkan suatu wadah komunikasi yang disebut bahasa. 

       Menurut Sunaryo tanpa adanya bahasa (termasuk bahasa Indonesia) IPTEK tidak dapat tumbuh dan berkembang. Selain itu bahasa Indonesia di dalam struktur budaya, ternyata memiliki kedudukan, fungsi, dan peran ganda, yaitu sebagai akar dan produk budaya yang sekaligus berfungsi sebagai sarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa peran bahasa, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang. Implikasinya di dalam pengembangan daya nalar, menjadikan bahasa sebagai prasarana berpikir modern. jika cermat dalam menggunakan bahasa, kita akan cermat pula dalam berpikir karena bahasa merupakan cermin dari daya nalar (pikiran).  Oleh karena itu sangat dibutuhkan pendidikan bahasa Indonesia untuk membangun karakter bangsa yang lebih baik lagi di era pandemi ini. 

      Seperti yang kita ketahui bahwa dunia sedang dilanda oleh wabah atau virus covid 19 yang dapat menyebabkan berupa infeksi pada saluran pernapasan manusia, dan yang lebih parah lagi dapat menyebabkan kematian. Virus covid 19 terkesan menakutkan tetapi sebenarnya itu tidak ada kaitannya dengan keganasan virus atau penyakit tersebut tetapi lebih kepada penyebarannya yang meluas. Indonesia sendiri menjadi salah satu Negara yang terkena wabah virus tersebut. Wabah tersebut sangat berdampak bagi Indonesia salah satu dampaknya adalah pendidikan. Walaupun pendidikan terkena dampak virus corona, tetapi kita harus tetap menjalankan pendidikan dalam keadaan apapun. Untuk pelaksanaanya pun sangat berbeda dari sebelumnya yaitu dengan cara pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar secara daring atau sistem online. Sistem pembelajaran tersebut dilakukan tanpa tatap muka secara langsung, melainkan dilakukan dengan sistem pembelajaran jarak jauh. Dengan di terapkan sistem
tersebut pelajar dan pengajar tidak di haruskan datang kesekolah untuk melaksanakan pembelajaran melainkan menggunakan sarana pembelajaran jarak jauh melalui beberapa aplikasi diantaranya adalah google meet, zoom, google classroom, dan lain-lain. 

      Sebelum membahas peran bahasa Indonesia dalam pendidikan karakter bangsa di era pandemi kita harus mengerti terlebih dahulu apa itu pendidikan. Pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi diri nya melalui proses pembelajaran atau cara lain yang dikenal dan diakui oleh masyarakat. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, dan pada ayat (3) menegas kan bahwa Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur oleh undang-undang. 

      Dari pengertian pembahasan tentang pendidikan, bahasa Indonesia, dan era pandemi kita menjadi tahu betapa pentingnya pendidikan bahasa Indonesia dalam membentuk karakter bangsa di era pandemi ini. Pendidikan bahasa Indonesia menjadi ranah semua profesi atau lintas bidang. Atau dengan kata lain apa yang disebut dengan "kompetensi berbahasa" berbeda dengan "kompetensi linguistik". Kompetensi berbahasa Indonesia menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat terutama masyarakat akademis sementara kompetensi linguistik merupakan tanggung jawab guru bahasa Indonesia. orang yang berkarakter itu adalah orang yang berpengetahuan, orang yang berkarakter itu adalah orang yang terampil, orang yang berkarakter itu adalah orang yang memiliki pemikiran dan kesemuanya menjadi tugas pendidikan bahasa Indonesia. Dengan kata lain pendidikan bahasa Indonesia harus dapat mempromosikan perubahan pada setiap diri pelajar dalam semua bidang melalui bahasa Indonesia. 

      Stevick dan Sudana menyatakan maksud dari pengajaran bahasa adalah meningkatkan harga diri, menumbuhkan pikiran positif, meningkatkan pemahaman diri, menumbuhkan keakraban dengan orang lain, dan mampu menemukan kelebihan dan kelemahan diri. Dari pernyataan tersebut maksud pengajaran bahasa berorientasi pada pemerolehan nilai-nilai sesuai pendidikan karakter yaitu menumbuhkan pikiran positif dan menumbuhkan keakraban dengan orang lain. 

      Bahasa Indonesia berperan membetuk karakter dan kepribadian Indonesia melalui penggunaan bahasa Indonesia seperti berbicara, mendengar,   membaca dan menulis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang benar. Semakin intensif penggunaan bahasa dan semakin teliti dan benar pilihan bahasa yang digunakan diyakini semakin tinggi karakter dan kepribadian orang yang menggunakannya. 

      Fuad Hassan pernah mengatakan bahwa pendidikan terdiri dari "pembiasaan", "pembelajaran" dan "pembudayaan". Tiga istilah ini berkaitan dengan pendidikan bahasa Indonesia sehingga kita dapat mengatakan pendidikan bahasa Indonesia berarti pembiasaan berbahasa Indonesia (terutama yang baik dan benar), pembelajaran berbahasa Indonesia (untuk menerima (receptive) dan (productive) menghasilkan karya) dan pembudayaan berbahasa Indonesia (memasyarakatkan krakter seperti kejujuran, disiplin, kerjasama, suka menolong) dsb. Dalam penguasaan Bahasa Indonesia ada dua yaitu:

1. Penguasaan bahasa yang pasif meliputi:

  • Mendengarkan

Mendengarkan adalah mengarahkan perhatian dengan sengaja kepada suatu suara atau menangkap pikiran orang yang berbicara dengan alat pendengaran kita, dengan tepat dan teratur. Dengan membiasakan mendengarkan keterangan dari orang lain, maka akan terbentuk karakter setia, sehingga ia menghargai pendapat orang lain.

  • Membaca

Membaca adalah menangkap pikiran dan perasaan orang lain dengan perantara tulisan. Membaca pada hakikatnya adalah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal, tidak hanya sekedar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berfikir, psikolinguistik, dan metakognitif. Sebagai proses visual, membaca merupakan proses menerjemahkan simbol tulis ke dalam kata-kata lisan.

2. Penguasaan bahasa aktif terdiri dari:

  • Bercakap-cakap dengan bahasa yang sopan santun

Melahirkan pikiran dan perasaan yang teratur, dengan menggunakan bahasa lisan. Tujuannya adalah supaya dapat melahirkan perasaan dan pikirannnya dengan teratur secara lisan.

  • Mengarang atau menulis

Melahirkan pikiran dan perasaan dengan cara yang teratur, dan dituliskan dalam bahasa tulisan.

Dikarenakan sedang pandemi sulit untuk para guru mengajar bahasa Indonesia secara efektiv untuk mempelajari dan mempraktekkan peran bahasa Indonesia dalam pendidikan karakter, maka hal tersebut dapat dilakukan oleh orang tua. Karena orang tua adalah orang yang terdekat dengan anak, dan orang tua memiliki kewajiban untuk memberikan contoh berkarakter yang baik hal itu dapat dilakukan dengan cara : 

a. Melatih anak untuk mendengarkan, membaca, bercakap-cakap dengan bahasa yang sopan dan santun serta mengarang dan menulis
b. Mengajari anak bahasa Indonesia yang baik dan benar
c. Membiasakan anak untuk berbicara sopan dan santun
d. Menjadi role model, dengan menunjukkan kualitas karakter yang baik dapat menanamkan nilai-nilai tersebut sehingga anak dapat menirunya.
e. Jauhkan dari lingkungan yang buruk, karena lingkungan yang buruk dapat membuat anak menangkap hal-hal yang buruk.

Jadi, walaupun sedang pandemi pendidikan karakter bangsa tetap harus berjalan sebagaimana mestinya. Pendidikan karakter di era pandemi ini dapat dilaksanakan melalui pengajaran oleh Orang tua dan keluarga setiap orang. Orang tua dapat mengajari dan melatih anak untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dengan cara melatih membaca, menulis, bercakap-cakap, mendengarkan dan membiasakan anak untuk berbicara sopan dan santun. Semakin intensif penggunaan bahasa Indonesia, dan semakin teliti serta benar pilihan bahasa yang digunakan, maka semakin tinggi karakter dan kepribadian orang yang menggunakannya. Oleh karena itu mari kita tanamkan, dan laksanakan pada diri kita untuk selalu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai kaidah dan norma yang sudah di tetapkan, agar kita menjadi bangsa yang berkarakter pendidikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan