Mohon tunggu...
Okti Li
Okti Li Mohon Tunggu... Ibu rumah tangga suka menulis dan membaca.

"Pengejar mimpi yang tak pernah tidur!" Salah satu Kompasianer Backpacker... Keluarga Petualang, Mantan TKW, Indosuara, Citizen Journalist, Tukang icip kuliner, Blogger Reporter, Backpacker,

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Bidas Selatan ke Utara demi Acara Click yang Terbelah Gempa

10 Agustus 2019   23:25 Diperbarui: 10 Agustus 2019   23:31 100 1 0 Mohon Tunggu...

Kerupuk di atas piring berjatuhan. Air dalam gelas bergoyang. Ini ada apa?

"Gempa? Bener gak sih? Lihat tuh pada goyang!"

Innalilahi wainnailaihi rajiuun. Iya gempa. Saya dan suami saling berpandangan di meja makan. Fahmi saya tarik duduk mendekat. Begitu juga teman-teman Clicker sempat gaduh dengan adanya goyangan sesaat itu.

Tak lama kejadian mengagetkan itu berlangsung, seolah hilang ditelan kesibukan. Setelah kejadian cukup mencekam saat makan malam itu, kami memang harus kembali ke aula, demi bisa menyerap ilmu sesi ke tiga dari Kelas Menulis bidang Ekonomi bersama Isson Khaerul, Direktur Program PPI (Persatuan Penulis Indonesia).

Dokpri
Dokpri

Workshop Menulis

Malam Sabtu itu 2-3 Agustus 2019, saya beserta keluarga dan empat puluh lima orang Kompasianer yang tergabung dalam komunitas CLICK (Kompasianer pengguna Commuter Line) memang menginap di Graha Wisma Taman Mini Indonesia Indah.

Demi bisa mencekau ilmu kepenulisan yang diramu dalam acara Workshop Menulis dan Tour Pulau Maju itu, saya beserta mantan pacar alias  mas bojo dan ekor semata wayang dari pelosok Cianjur bela-belain ngebut boncengan sepeda motor bertiga selama lebih dari 5 jam demi bisa sampai on time di TMII Jakarta. Termasuk lanjut ke Pulau Maju, bagian dari Pulau Reklamasi yang penuh kontoversi di wilayah Jakarta Utara itu.

Sungguh perjalanan kami dari ujung selatan di Pagelaran Cianjur kidul sampai Pulau Maju di Jakarta bagian Utara ini bener luar biasa. Dari selatan ke utara, dari kidul ke kulon, bidas demi bisa hadir di acara yang digagas Bu Muthiah, beserta PPI yang digawangi Pak Isson, Pak Yon Bayu dan Pak Thamrin.

Padahal sbelumnya saya hampir membatalkan keikutsertaan ini karena Kamis tanggal 1 Agustus paman tercinta meninggal. Hanya karena semangat untuk bisa belajar teramat tinggi, ditambah suport keluarga yang juga begitu besar, hingga saya bisa hadir di lokasi sesuai dengan ekspektasi. Malah suami dan anak bisa solat Jumat di masjid TMII dengan leluasa. Semesta mendukung.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x